Yth. Mbak Viebeke dan Semeton Sareng Sami,
Siapa yang tak ikut sedih, sangatlah sedih, ya,ya
........?!
Mau apa? Memang masih begitulah sistem perpolitikan di tanah air tercinta ini.
Penuh
manipulasi, ketidakjujuran, penipuan, kepurapuraan. Keterbukaan,
pertanggunjawaban, partisipasi bagi kepentingan
publik belum jalan.
Selama power of reasoning melalui dialog
belum dapat diterapkan, bagaimana demokrasi, kemaslahatan masyarakat dapat
ditegakkan?
Sejarah berulang kembali !! . Ngak tahu ,ya, Mbak ? Bukan
kali ini saja, seorang guru besar Udayana diundang
untuk ditipu sekedar sebagai âpemanisâ
dalam pemilihan calon gubernur, agar terkesan demokratis, padahal calonnya
sudah ditentukan sebelumnya?
Tapi, jangan putus asa, kumpulkan
dan bersatulah,
teruskan perjuangan, masa depan bangsa dan negara ada pada Anda.
Bukankah
cendekiawan biasa berpikir, bertindak jujur , biasa berdialog menggunakan
power of reasoning. Tapi sayang belum terorganisir dengan baik.
Upayakan dialog, budaya
debat publik
untuk pemilihan jalon pejabat publik. Jangan dibiarkan dan diserahkan kepada
partai saja , tapi sertakan
partisipasi
masyarakat untuk
memilih pemimpinnya. Diperlukan
kerja keras dengan kemauan political will yang besar untuk perbaiki sistem
politik.
Sekedar menghibur
mungkin kelakar
berikut bisa memberikan
pesan sendiri.
An eagle was sitting on a tree resting, doing nothing.
A small rabbit saw the eagle and asked him, 'Can I also sit like you and do
nothing?'
The eagle answered: 'Sure, why not.'
So, the rabbit sat on the ground below the eagle and rested. All of a sudden, a
fox appeared, jumped on the rabbit and ate it.
Moral of the story:
To be sitting and doing nothing, you must be sitting very, very high up.
Itulah
tingkah
laku
pejabat
tinggi
kita
, doing nothing.
Rakyat dibawah tak bisa ikut begitu, harus kerja keras agar jangan dimakan
fox,bajingan.
SALAM.
Nengah Sudja dari Jakarta.
From:
[EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of
Asana
Viebeke
Lengkong
Sent:
Friday, February 15, 2008 7:10 PM
To:
[email protected]
Subject:
[
bali
] Re: Kandidat Gubernur bali
Sangatlah sedih apabila TIDAK ADA YANG TAHU, saya kira politik harus terbuka,
dan kenapa tidak kalau memang ikut menjadi kandidat itu merupakan pembelajaran
untuk pribadi P Wijaya, tapi this is public matters, sangat lah tidak fair
apabila dipakai untuk proses pembelajaran pribadi saja.
Keinginan keluar dari ambisi yang tentunya mempunyai dasar, peduli atau sekadar
saja, dan saya rasa terlalu mahal harganya kalau hanya sekadar saja, dan
taruhannya juga terlalu besar yaitu kemaslahatan masyarakat, semoga tidak lagi
ada kata untuk berhenti bicara soal pendidikan politik, dan P Wijaya juga mohon
untuk tidak minta kita untuk berhenti berbicara mengenai subjek ini. Btw, you
don't have the right to do so.
Saya senang bahwa pidato yang tentunya merupakan visi misi disampaikan di milis
ini; konsekwensinya tentu perjuangan yang terus di lakukan ke depan. Remember
you are one of the "oligarky" so come along with it your integrity and social
responsibility.
You can NO LONGER dismiss yourselves from the choices already taken, nggak bisa
coba coba; bahwa pursuing your 'good intention' in political movements should
therefore be continued, dan kita akan mendorong itu terus terjadi. Sorry ya....
Tentunya sudah tau dong konsekwensinya.
vieb
----- Original Message -----
From:
mailto:[EMAIL PROTECTED] Wijaya Kusuma
To:
mailto:[email protected] [email protected]
Sent:
Thursday, February 14, 2008 12:19 PM
Subject:
[bali] Re: Kandidat Gubernur bali
Salam semuanya,
Mbak Viebeke, Pak Tjahyo, Pak Gede Wisnaya, dll,
Rupanya, email mbak Viebeke membuat orang lain tahu.
Padahal saya ingin menyepi saja, karena ini adalah proses
pembelajaran.
Bagi saya ini merupakan pembelajaran, baik bagi saya pribadi maupun bagi Partai
Politik. Sebagai akademisi yang Independent,
maka saya menyampaikan hal - hal yang realistis ada di masyarakat. Bagi yang
mendengarkan langsung, mereka akan mengetahui arah dan tujuan saya (disiarkan
langsung RRI Denpasar).
Berikut adalah bagian dari pidato saya:
Dalam kehidupan politik dikenal adanya apa yang disebut dengan infra
-
st
r
uktur politik dan supra
-
struktur politik. Yang termasuk dalam infra
-
s
tr
uktur politik adalah organisasi kemasyarakatan, pers, lembaga swadaya
masyarakat (lsm), kelompok kepentingan, dan partai politik.
Kekuatan infra-struktur politik intinya ada pada eksistensi partai politik.
Suatu negara dapat disebut sebagai sebuah negara demokrasi apabila
infra-struktur politik yang diwakili oleh partai politik itu dapat menjalankan
fungsi-fungsinya sebagai partai politik dengan baik.
Partai politik memiliki fungsi untuk melakukan:
·
pendidikan politik (political education);
·
fungsi komunikasi politik (political communication); fungsi agrigrasi dan
artikulasi kepentingan (interest agrigration and articulation );
·
pengawasan publik atau social control;
·
fungsi manajemen konflik;
·
fungsi rekruitmen politik.
Yang termasuk dalam supra-struktur politik adalah Lembaga Presiden, Dewan
Perwakilan Rakyat, Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi, yang disebut dengan
kekuatan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.
Kedua kekuatan politik tersebut baik yang berada dalam infra-struktur politik
maupun yang berada pada supra-struktur politik, dalam negara demokrasi,
samaâsama mempunyai kedudukan yang penting.
Keberadaan dua kekuatan politik tersebut adalah dalam rangka menjamin dan
melindungi hak - hak rakyat.
Partai politik karenanya berfungsi untuk mengontrol agar kekuasaan yang berada
di tangan pemerintah digunakan dengan mempertimbangkan aspirasi rakyat, dan
tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan (mandat kekuasaan) yang semula berasal
dari rakyat.
Dalam Dekade 2000 ini, maka faktor Kemandirian Bangsa dan Masyarakat mutlak
diperlukan, karena menjadi tulang punggung ketahanan masyarakat dalam
menghadapi berbagai persoalan dan masalah.
Kemandirian Masyarakat, akan membawa Bangsa Indonesia bukan saja terbebas dari
belenggu sosial dan ekonomi, namun akan menjadikan bangsa ini unggul dalam
berbagai sektor, dan menjadi pemimpin.
Berbagai masalah besar yang ada di Bali saat ini adalah:
-
Menurunnya tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarakat
-
Pendidikan yang tidak merata
-
Kesehatan yang tidak menyentuh semua lini
-
Air bersih
-
Energi
-
Daya dukung Bali
-
Pengangguran
Indonesia, dalam waktu dekat akan mengalami krisis energi, sekaligus menjadi
pengimpor minyak bumi dengan kebutuhan 130 juta kilo liter per tahun. Maka
nilai uang sekitar Rp. 1.300.000.000.000.000,- per tahun akan bersirkulasi ke
luar negeri sebagai akibat pembelanjaan minyak bumi ini.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akan menjadi sangat tinggi, dan apabila
perekonomian masyarakat Indonesia diasumsikan tetap seperti saat ini, maka
beban hidup yang harus ditanggung masyarakat akan menjadi luar biasa tinggi.
Tingkat kesejahteraan dan daya beli semakin turun.
Kemandirian Masyarakat dilakukan melalui program Ketahanan Pangan dan Energi,
yang secara langsung akan menyelesaikan tujuh masalah di atas, secara
sistematik, terintegrasi, holistik dan penuh partisipasi.
Dengan tingkatan hasil seperti diterangkan di atas, maka:
1.
L
ahan
menjadi
produktif
dan meningkatkan
penghasilan
masyarakat,
2.
Meningkatnya daya dukung, daya serap tanah dan daur hidrologi,
3.
Meningkatkan skill dan adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim,
4.
Alih teknologi,
5.
Sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan dan infrastruktur lainnya bisa
dibangun di sana, tanpa membebani kerja Anggota Dewan dan Gubernur Propinsi
Bali, serta APBD Propinsi Bali.
Dengan ini, dengan kerendahan hati, topik Kandidat Gubernur Bali, mohon
disudahi.
Kalau ada yang ingin melanjutkan, tolong diganti Subyek nya.
Terima kasih.
----- Original Message -----
From:
mailto:[EMAIL PROTECTED] CHPStar
To:
mailto:[email protected] [email protected]
Sent:
Sunday, February 10, 2008 9:19 PM
Subject:
[bali] Re: Kandidat Gubernur bali dari partai Golkar
__________ NOD32 2878 (20080215) Information __________
This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com http://www.eset.com