Sorry to know that Pak Suwella..., beberapa waktu lalu saya ada mampir ke
Hotel, Bapak sudah pulang.

Wass,

CN 

 

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
nyoman suwela
Sent: 12 Maret 2008 10:18
To: [email protected]
Subject: [bali] Pengalaman buruk dengan camera digital cyber-shot Sony

 

PENGALAMAN BURUK DENGAN CAMERA DIGITAL SONY CYBERSHOT

  Baru-baru ini saya membeli camera digital Sony Cyber-shot Type DSC-S700
7,2 mega fixel di Toko Anugrah Denpasar telp. 0361 - 254333 dengan harga Rp.
1.750.000,- Camera dicoba dan berfungsi baik, Camera dimasukkan dalam kotak
dengan aksesorisnya seperti kabel data, software dan buku manualnnya. Saya
mengira sebagai camera baru pasti ada garansinya,sehingga saja lupa me-cek
kalau kartu garansi sudah ada didalam kota atau belum. 

   Camera itu saya pakai waktu pawai ogoh-ogoh di kawasan Lovina dan masih
berfungsi dengan baik. Besoknya foto-foto yang saya ambil saya pindahkan
dengan kabel data kekomputer. Ternyata camera tidak bisa dihidupkan. Tombol
on/off sepertinya tidak berfungsi. Saya coba membaca trouble-shooter nya di
buku manual. Petunjuknya: keluarkan paket battery, masukkan kembali, tunggu
satu menit, kemudian di'on'kan. Setelah saya ikuti camera bisa hidup kembali
sehingga berhasil memindahkan foto ke file computer. Kemudian camera saya
matikan. Pada waktu saya hidupkan kembali, ternyata kembali tidak bisa
dihidupkan. Saya ulangi lagi seperti yang disarankan. Hasilnya kadang-kadang
bisa, kadang-kadang tidak dan lebih sering gagalnya. Keadaan seperti ini
sangat mengecewakan saya sebagai pembeli dan pemakai. 

   Saya  bawa camera ke toko Anugrah, toko yang menjualnya. Diminta
menunjukkan kartu garansi, ternyata didalam kotak memang tidak ada kartu
garansi. Saya yakin 100% saya hanya pernah mengeluarkan kartu manualnya,
sedangkan kartu-kartu lain tidak pernah saya keluarkan dari kotaknya. Ya ini
memang kesalahan saya karena percaya saja kepada penjual. Oleh penjaga toko
saya diminta untuk membawa ke agen Sony di Jalan Teku Umar yang akan bisa
memperbaiki. Ditempat itu, dikatakan yang rusak adalah modulnya dan harganya
mahal. Dikatakan biaya perbaikan dan alat sekitar Rp. 1.750.000,-. Tidak
lucu, kan? Saya beli dengan harga segitu. Akhirnya camera saya bawa pulang
untuk pelajaran sebagai tanda kebodohan saya membeli camera itu ditoko yang
bersangkutan.

  Barangkali rekan-rekan di Milis ini ada yang punya pengalaman yang sama
dan bisa memberikan saran kemana saya bisa memperbaiki camera itu dengan
biaya yang tidak lebih mahal dari harga camera baru itu sendiri. Ternyata
jadi orang bodoh ada ongkosnya. Benar juga kata nenek saya "PERCAYA ITU
BAIK, TAPI TIDAK PERCALA AKAN LEBIH BAIK LAGI".

   Experience is the best teacher but it is very costly. 

 NS

 

  

  _____  

Looking for last minute shopping deals? Find
<http://us.rd.yahoo.com/evt=51734/*http:/tools.search.yahoo.com/newsearch/ca
tegory.php?category=shopping>  them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke