Hi Ngurah Ben,

ngeri juga ya beritanya.... tapi kan kalau sampai menenggelamkan kita semua, 
kan bareng ya kita tenggelam????? ada yang nemenin nggak???hehehe

vieb
  ----- Original Message ----- 
  From: ngurah beni setiawan 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] 
  Sent: Thursday, March 27, 2008 12:25 PM
  Subject: [bali] Global Warming Effect


  Iseng sembari kerja dapat info berikut. Sekedar berbagi informasi. Barangkali 
sudah pernah ada yang baca, maaf kalo repost ^_^
  
http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.03.26.11171334&channel=10&mn=53&idx=89

  Bongkah Es Antartika Pecah Sepertiga Luas Jakarta 
   

  Rabu, 26 Maret 2008 | 11:17 WIB
  WASHINGTON, SELASA - Lapisan es Antartika di Kutub Selatan kembali mengalami 
kondisi kritis. Bagian barat benua beku tersebut pecah sehingga bongkah es 
seluas tujuh kali Kota Manhattan, AS atau sekitar sepertiga luas Jakarta, lepas 
ke lautan lepas.  

  Bagian yang pecah merupakan tepan beting es Wilkins yang telah terbentuk di 
Antartika bagian barat sejak ratusan tahun hingga 1500 tahun yang lalu. Citra 
satelit menunjukkan bongkahan tersebut mulai bergerak sejak 28 Februari 2008.  

  "Ini adalah akibat pemanasan global," ujar David Vaughan, ilmuwan Survei 
Antartika Inggris (BAS). Pecahan es ini akan melelah di perairan yang lebih 
hangat, pecah menjadi beberapa bagian, dan habis sama sekali. Namun, peluangnya 
tetap bertahan juga ada karena saat ini sudah memasuki periode akhir musim 
panas di Antartika dan suhu mulai mendingin.  

  Meskipun peristiwa pecahnya bongkah es dari tepian Antartika sering terjadi, 
kejadian yang menyebabkan pecahan sebesar ini termasuk jarang. Bongkah es yang 
lebih besar baru terjadi dua kali yakni di tahun 2022 dan 1995. Namun, para 
ilmuwan khawatir kejadian seperti itu akan semakain sering terjadi akibat 
peningkatan suhu atmosfer.  

  "Pecahnya mirip kaca yang dipukul palu," ujar Vaughan. Ia memprediksi beting 
es Wilkins akan habis dalam 15 tahun ke depan jika tren kenaikan suhu tidak 
dapat dicegah. Meskipun bagian yang telah hilang dari beting es tersebut baru 4 
persen, hal tersebut tetap dapat memicu retakan lebih besar.  

  Para ilmuwan baru melihat kejadian tersebut sebagai akbat pemanasan global. 
Pada hal masih ada ancaman berikutnya karena pelelahan es Antartika akan 
menyumbang terhadap kenaikan muka air laut di seluruh dunia.(AP/WAH)


   


  ngurah beni setiawan

  pi = 3.14 
  love just like 'pi'...it's natural, irrational and very important 


------------------------------------------------------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

Kirim email ke