duh P Wis,

kaden kucit lo....
----- Original Message ----- From: "Pan Bima" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, March 27, 2008 9:45 PM
Subject: [bali] Re: Global Warming Effect


Memang ngeri ya.

Orang-orang yang ada dalam foto terlampir (attached) mau berpose
seperti itu  juga mungkin akibat global warming ya. Ada uang nemenin
nggak ? hehehe

salam
gw

On 3/27/08, Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Hi Ngurah Ben,

ngeri juga ya beritanya.... tapi kan kalau sampai menenggelamkan kita semua,
kan bareng ya kita tenggelam????? ada yang nemenin nggak???hehehe

vieb


----- Original Message -----
From: ngurah beni setiawan
To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected]
Sent: Thursday, March 27, 2008 12:25 PM
Subject: [bali] Global Warming Effect




Iseng sembari kerja dapat info berikut. Sekedar berbagi informasi.
Barangkali sudah pernah ada yang baca, maaf kalo repost ^_^
http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.03.26.11171334&channel=10&mn=53&idx=89


Bongkah Es Antartika Pecah Sepertiga Luas Jakarta







Rabu, 26 Maret 2008 | 11:17 WIB

WASHINGTON, SELASA - Lapisan es Antartika di Kutub Selatan kembali mengalami kondisi kritis. Bagian barat benua beku tersebut pecah sehingga bongkah es
seluas tujuh kali Kota Manhattan, AS atau sekitar sepertiga luas Jakarta,
lepas ke lautan lepas.

Bagian yang pecah merupakan tepan beting es Wilkins yang telah terbentuk di
Antartika bagian barat sejak ratusan tahun hingga 1500 tahun yang lalu.
Citra satelit menunjukkan bongkahan tersebut mulai bergerak sejak 28
Februari 2008.

"Ini adalah akibat pemanasan global," ujar David Vaughan, ilmuwan Survei
Antartika Inggris (BAS). Pecahan es ini akan melelah di perairan yang lebih
hangat, pecah menjadi beberapa bagian, dan habis sama sekali. Namun,
peluangnya tetap bertahan juga ada karena saat ini sudah memasuki periode
akhir musim panas di Antartika dan suhu mulai mendingin.

Meskipun peristiwa pecahnya bongkah es dari tepian Antartika sering terjadi,
kejadian yang menyebabkan pecahan sebesar ini termasuk jarang. Bongkah es
yang lebih besar baru terjadi dua kali yakni di tahun 2022 dan 1995. Namun,
para ilmuwan khawatir kejadian seperti itu akan semakain sering terjadi
akibat peningkatan suhu atmosfer.

"Pecahnya mirip kaca yang dipukul palu," ujar Vaughan. Ia memprediksi beting es Wilkins akan habis dalam 15 tahun ke depan jika tren kenaikan suhu tidak
dapat dicegah. Meskipun bagian yang telah hilang dari beting es tersebut
baru 4 persen, hal tersebut tetap dapat memicu retakan lebih besar.

Para ilmuwan baru melihat kejadian tersebut sebagai akbat pemanasan global.
Pada hal masih ada ancaman berikutnya karena pelelahan es Antartika akan
menyumbang terhadap kenaikan muka air laut di seluruh dunia.(AP/WAH)



ngurah beni setiawan

pi = 3.14
love just like 'pi'...it's natural, irrational and very important

 ________________________________
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
now.


--
Gde Wisnaya Wisna
Jl.Dewi Sartika Utara 32A
Singaraja-Bali
website : www.lp3b.com





-- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke