dear, all
saya sangat mendukung wacana debat pubilc bagi kadidat Bali 1 dan 2 agar 
masyarakat secara luas bisa melihat dengan jelas kemampuan calon pemimpinya 
dalam memaparkan permasalahan riil yang dihadapi masyarakat Bali serta solusi 
yang mereka tawarkan bagi masyarakat untuk kemajuaan Bali. walaupun tontonan 
kemampuan dalam debat tidak menjamin total leadership dari kandidat, setidaknya 
masyarakat bisa menjadikannya tambahan refrensi dalam menetapkan pilihannya. 
dengungkan terus wacana ini untuk membuka kran demokrasi yang lebih sehat agar 
Bali mendapatkan yang terbaik dari pilihan yang ada.
salam,
Gede Suardana
Yogjakarta

ngurah beni setiawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
 Pak De, Pak Putra...
  
 Ada satu hal yang saya catat dan menarik dari tulisan Pak Putra bahwa 
masyarakat sekarang termakan dengan profil CV calon aktor. Saya pikir debat 
terbuka adalah salah satu ide menarik yang layak dilakukan, rentetan gelar 
tidak menjamin seseorang siap menghadapi masyarakat toh?!
  
 Social sense of crisis seseorang jarang berkorelasi dengan academic 
competencies. Dua hal ini tidak bersifat implikasi ataupun bi-implikasi. 
Mudah-mudahan megnerti maksud saya.
  
 Jadi, debat terbuka? Saya dukung pelaksanaannya...
  
 Pak De, hanya satu yang saya rasa kurang dari acara debat terbuka MetroTV 
kemarin. Kenapa tidak membuka line telfon untuk masyarakat ya. Ah, mungkin 
mereka punya alasan sendiri yang tak terpikirkan oleh saya.
 
 salam,
 ngurah beni setiawan
 P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to
 

 ----- Original Message ----
From: Pan Bima <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, April 14, 2008 9:02:56 PM
Subject: [bali] Re: Debat Terbuka Calon Gubernur Bali, mungkinkah?

Debat kandidat, menurut saya, harus menjadi sebuah keniscayaan dalam alam 
demokrasi dan keterbukaan sekarang ini. Sekarang sudah ada election channel di 
metro tv yang baru-baru ini sudah memfasilitasi debat untuk jawa barat dan 
sumatera utara. Saya  pribadi banyak berharap agar metro tv juga bisa 
memfasilitasi debat kandidat untuk bali.

Saya bayangkan pasti seru, dan disana akan ketahuan siapa yang memiliki 
kemampuan dalam mengambil hati pemilih.

semoga saja ya.

salam
gde wisnaya

 2008/4/14 Frans freitas <[EMAIL PROTECTED]>:
  berdebat, tapi kalau berkenan saya hanya ingin memperbaiki kesalahan dalam 
tulis anda ini, yakni nama lengkat Alit Putra bukan Dewa Alit Putra -- yang 
benar adalah I Gusti Bagus Alit Putra (lebih lengkapnya Brigjen TNI (Purn) I 
Gusti Bagus Alit Putra; kesalahan kedua adalah penulisan kepanjangan CV 
(curricullum vitea) yang benar adalah CURRICULUM VITAE. Demikian koreksi saya, 
kalau kurang berkenan saya minta maaf atas koreksi yang saya lakukan.  
 

Putra Semarapura <[EMAIL PROTECTED]> wrote:     
Mengamati hasil dari pilkada jawa barat yang baru berakhir dan di menangkan 
oleh kandidat koalisi PKS + PAN, Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf, yang merupakan 
pendatang baru dalam kepemimpinan di dunia politik tanah air, masih berusia 
muda, serta keduanya berlatar belakang sipil. Sementara kandidat koalisi PDIP + 
PPP yang di percayakan kepada Agum Gumelar, politisi senior yang berlatar 
belakang Militer berpasangan dengan Nukman Abdul Hakim, birokrat yang saat ini 
merupakan incumbent wakil gubernur jawa barat, berada di posisi ke dua. di 
ikuti oleh koalisi Partai Golkar + Partai lainnya di posisi ketiga yang 
mempercayakan Dani Setiawan, birokrat yang saat ini merupakan incumbent 
gubernur jawa barat berpasangan dengan Iwan Sulanjana mantan Pangdam Siliwangi. 
Adapun factor kemenangan yang di raih kandidat Koalisi PKS + PAN tersebut 
mungkin lebih di akibatkan oleh keinginan  masyarakat jawa barat untuk memiliki 
"figure baru" diantara "stock lama" yang sudah pernah menjabat baik
 sebagai gubernur maupun wakil gubernur dan masih ikut berkompetisi di pilkada 
ini. 

Bercermin dari kekalahan kandidat PDIP di jawa barat, akan membuat Team Sukses 
Pemenangan Pilkada PDIP di Bali bekerja lebih extra keras lagi. Memenangi suara 
terbanyak dan memiliki jumlah wakil rakyat terbanyak di lembaga DPRD Bali 
tidaklah cukup untuk memberikan jaminan  akan memenangkan pilkada di bali yang 
akan berlangsung di bulan Juli 2008 nanti, karena dalam pemilihan langsung 
kepala daerah ini, rakyat memiliki hak dan di berikan kebebasan dalam memilih 
kandidatnya sesuai dengan hati nuraninya.

Lebih lanjut persaingan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur berikut:
1. Irjen Made Mangku Pastika + Anak Agung Puspayoga = PDIP
2. Cokorda Budi Suryawan + Nyoman Gede Suweta = Golkar + Koalisi Bali Dwipa
3. Profesor Dr. Drg. Winasa + Dewa  Alit Putra = Koalisi Kebangkitan Bali
akan memberikan warna tersendiri dalam perebutan kursi DK1 + DK2, karena latar 
belakang masing-masing kandidat yang selain berbeda juga memiliki rekam jejak 
yang berprestasi dalam karirnya masing-masing.

Dalam Pilkada langsung nanti, parameter yang di gunakan oleh rakyat bali dalam 
menentukan pilihannya hanyalah berdasarkan CV (Curricullum Vitea) dari para 
kandidat tersebut, yang "katanya" semuanya bagus-bagus. Sementara misi dan visi 
kandidat tersebut diketahui oleh masyarakat hanya melalui kampanye "satu arah" 
yang di lakukan para kandidat melalui media cetak lokal, yang mana di akhir 
artikelnya biasanya di tandai dengan tanda bintang " * "

Contoh berdemokrasi yang hampir menuju ke arah kesempurnaan sudah di tampilkan 
oleh senator barack obama berhadapan dengan senator hilary clinton dalam 
memperebutkan pengaruh masyarakat amerika untuk menjadi kandidat president dari 
partai demokrat melalui  kampanye yang melelahkan, pidato public yang bisa 
menghipnotis pendukungnya, serta debat terbuka antara kandidat di depan public 
yang sungguh sangat mencerdaskan baik para pendukungnya maupun lawan politik.

Semoga suatu saat nanti menjelang berlangsungnya pilkada bali ada lembaga 
maupun media local yang mau mensponsori untuk mempertemukan ketiga kandidat 
yang akan bertarung memperebutkan kursi DK1 untuk bisa "bertukar pikiran" 
maupun berdebat terbuka di depan public bali. sehingga masyarakat bali bisa 
mengetahui mana yang benar-beanr terbaik diantara ketiga kandidat yang 
bagus-bagus itu.

yang jadi pertanyaannya: mungkinkah debat terbuka itu bisa terwujudkan di 
negeri yang menganut adat ketimuran ini?
 


 
---------------------------------
 Gesendet von Yahoo! Mail. 
Der Lieblings-Mailbox der Welt. -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. 
Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : 
Berlangganan : Henti Langgan : 
  






-- 
Gde Wisnaya Wisna
Jl.Dewi Sartika Utara 32A
Singaraja-Bali
website : www.lp3b.com




         

 between 0000-00-00 and 9999-99-99        

Kirim email ke