kemarin calon pasangan pastika puspayoga berdialog dengan masyarakat densel, denpasar selatan. beliau memaparkan apa yg akan mereka lakukan bagi bali ini. saya salut dengan pemaparan pak mangku, sangat bagus untuk masalah keamana, pendidikan dan peningkatan pendapatan perkapita masyarakat.... hanya sayangnya karena dialog ini diadakan oleh partai pengusung beliau ... yang hadir adalah para pendukung parpol ini sehingga dialog jadi tidak seimbang, yang muncul hanya-yg bagus-bagus saja, semua yg hadir setuju bahwa ini calon yang paling tepat untuk memimpin bali, meskipun menyebut calon yg lain baik juga tetapi calon pastika puspayoga adalah yg paling tepat saat ini. Mereka merupakan kombinasi bali utara dan bali selatan, Pastika cukup sukses menjadi kapolda di beberpa daerah, puspayoga cukup berhasil memimpin kodya..dstnya sayangnya pertanyaan yg tajam dan mengkritisi para calon tidak muncul, ya.. itu tadi karena yg hadir adalah masa pendukungnya sendiri....coba debat terbuka yang dihadiri oelh masyarakat umum, pasti rakyat yg non kader partai bisa memilih dengan lebih bijak
www.yandude.blogspot.com The real freedome is free from dome ----- Original Message ---- From: suardana gede <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, April 16, 2008 4:16:36 AM Subject: [bali] Re: Debat Terbuka Calon Gubernur Bali, mungkinkah? dear, all saya sangat mendukung wacana debat pubilc bagi kadidat Bali 1 dan 2 agar masyarakat secara luas bisa melihat dengan jelas kemampuan calon pemimpinya dalam memaparkan permasalahan riil yang dihadapi masyarakat Bali serta solusi yang mereka tawarkan bagi masyarakat untuk kemajuaan Bali. walaupun tontonan kemampuan dalam debat tidak menjamin total leadership dari kandidat, setidaknya masyarakat bisa menjadikannya tambahan refrensi dalam menetapkan pilihannya. dengungkan terus wacana ini untuk membuka kran demokrasi yang lebih sehat agar Bali mendapatkan yang terbaik dari pilihan yang ada. salam, Gede Suardana Yogjakarta ngurah beni setiawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pak De, Pak Putra... Ada satu hal yang saya catat dan menarik dari tulisan Pak Putra bahwa masyarakat sekarang termakan dengan profil CV calon aktor. Saya pikir debat terbuka adalah salah satu ide menarik yang layak dilakukan, rentetan gelar tidak menjamin seseorang siap menghadapi masyarakat toh?! Social sense of crisis seseorang jarang berkorelasi dengan academic competencies. Dua hal ini tidak bersifat implikasi ataupun bi-implikasi. Mudah-mudahan megnerti maksud saya. Jadi, debat terbuka? Saya dukung pelaksanaannya... Pak De, hanya satu yang saya rasa kurang dari acara debat terbuka MetroTV kemarin. Kenapa tidak membuka line telfon untuk masyarakat ya. Ah, mungkin mereka punya alasan sendiri yang tak terpikirkan oleh saya. salam, ngurah beni setiawan P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to ----- Original Message ---- From: Pan Bima <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, April 14, 2008 9:02:56 PM Subject: [bali] Re: Debat Terbuka Calon Gubernur Bali, mungkinkah? Debat kandidat, menurut saya, harus menjadi sebuah keniscayaan dalam alam demokrasi dan keterbukaan sekarang ini. Sekarang sudah ada election channel di metro tv yang baru-baru ini sudah memfasilitasi debat untuk jawa barat dan sumatera utara. Saya pribadi banyak berharap agar metro tv juga bisa memfasilitasi debat kandidat untuk bali. Saya bayangkan pasti seru, dan disana akan ketahuan siapa yang memiliki kemampuan dalam mengambil hati pemilih. semoga saja ya. salam gde wisnaya 2008/4/14 Frans freitas <[EMAIL PROTECTED]>: berdebat, tapi kalau berkenan saya hanya ingin memperbaiki kesalahan dalam tulis anda ini, yakni nama lengkat Alit Putra bukan Dewa Alit Putra -- yang benar adalah I Gusti Bagus Alit Putra (lebih lengkapnya Brigjen TNI (Purn) I Gusti Bagus Alit Putra; kesalahan kedua adalah penulisan kepanjangan CV (curricullum vitea) yang benar adalah CURRICULUM VITAE. Demikian koreksi saya, kalau kurang berkenan saya minta maaf atas koreksi yang saya lakukan. Putra Semarapura <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mengamati hasil dari pilkada jawa barat yang baru berakhir dan di menangkan oleh kandidat koalisi PKS + PAN, Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf, yang merupakan pendatang baru dalam kepemimpinan di dunia politik tanah air, masih berusia muda, serta keduanya berlatar belakang sipil. Sementara kandidat koalisi PDIP + PPP yang di percayakan kepada Agum Gumelar, politisi senior yang berlatar belakang Militer berpasangan dengan Nukman Abdul Hakim, birokrat yang saat ini merupakan incumbent wakil gubernur jawa barat, berada di posisi ke dua. di ikuti oleh koalisi Partai Golkar + Partai lainnya di posisi ketiga yang mempercayakan Dani Setiawan, birokrat yang saat ini merupakan incumbent gubernur jawa barat berpasangan dengan Iwan Sulanjana mantan Pangdam Siliwangi. Adapun factor kemenangan yang di raih kandidat Koalisi PKS + PAN tersebut mungkin lebih di akibatkan oleh keinginan masyarakat jawa barat untuk memiliki "figure baru" diantara "stock lama" yang sudah pernah menjabat baik sebagai gubernur maupun wakil gubernur dan masih ikut berkompetisi di pilkada ini. Bercermin dari kekalahan kandidat PDIP di jawa barat, akan membuat Team Sukses Pemenangan Pilkada PDIP di Bali bekerja lebih extra keras lagi. Memenangi suara terbanyak dan memiliki jumlah wakil rakyat terbanyak di lembaga DPRD Bali tidaklah cukup untuk memberikan jaminan akan memenangkan pilkada di bali yang akan berlangsung di bulan Juli 2008 nanti, karena dalam pemilihan langsung kepala daerah ini, rakyat memiliki hak dan di berikan kebebasan dalam memilih kandidatnya sesuai dengan hati nuraninya. Lebih lanjut persaingan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur berikut: 1. Irjen Made Mangku Pastika + Anak Agung Puspayoga = PDIP 2. Cokorda Budi Suryawan + Nyoman Gede Suweta = Golkar + Koalisi Bali Dwipa 3. Profesor Dr. Drg. Winasa + Dewa Alit Putra = Koalisi Kebangkitan Bali akan memberikan warna tersendiri dalam perebutan kursi DK1 + DK2, karena latar belakang masing-masing kandidat yang selain berbeda juga memiliki rekam jejak yang berprestasi dalam karirnya masing-masing. Dalam Pilkada langsung nanti, parameter yang di gunakan oleh rakyat bali dalam menentukan pilihannya hanyalah berdasarkan CV (Curricullum Vitea) dari para kandidat tersebut, yang "katanya" semuanya bagus-bagus. Sementara misi dan visi kandidat tersebut diketahui oleh masyarakat hanya melalui kampanye "satu arah" yang di lakukan para kandidat melalui media cetak lokal, yang mana di akhir artikelnya biasanya di tandai dengan tanda bintang " * " Contoh berdemokrasi yang hampir menuju ke arah kesempurnaan sudah di tampilkan oleh senator barack obama berhadapan dengan senator hilary clinton dalam memperebutkan pengaruh masyarakat amerika untuk menjadi kandidat president dari partai demokrat melalui kampanye yang melelahkan, pidato public yang bisa menghipnotis pendukungnya, serta debat terbuka antara kandidat di depan public yang sungguh sangat mencerdaskan baik para pendukungnya maupun lawan politik. Semoga suatu saat nanti menjelang berlangsungnya pilkada bali ada lembaga maupun media local yang mau mensponsori untuk mempertemukan ketiga kandidat yang akan bertarung memperebutkan kursi DK1 untuk bisa "bertukar pikiran" maupun berdebat terbuka di depan public bali. sehingga masyarakat bali bisa mengetahui mana yang benar-beanr terbaik diantara ketiga kandidat yang bagus-bagus itu. yang jadi pertanyaannya: mungkinkah debat terbuka itu bisa terwujudkan di negeri yang menganut adat ketimuran ini? Gesendet von Yahoo! Mail. Der Lieblings-Mailbox der Welt. -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : Berlangganan : Henti Langgan : -- Gde Wisnaya Wisna Jl.Dewi Sartika Utara 32A Singaraja-Bali website : www.lp3b.com between 0000-00-00 and 9999-99-99 ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
