KENAIKAN BBM
    Pemerintah baru rencana menaikkan BBM sudah ditanggapi dengan demo 
dimana-mana terutama oleh mahasiswa. Tidak ketinggalan para politisi angkat 
bicara, terutama bekas pejabat, tokoh partai yang tidak duduk di pemerintahan, 
anggota DPR, bahkan Bupati, ikut teriak-teriak menentang rencana pemerintah, 
seolah-olah mereka benar-benar memihak kepada rakyat. Mereka menghakimi 
pemerintah sebagai gagal karena tidak berhasil menurunkan harga-harga. 
Pernahkah ada pemerintah dengan sekian kali ganti Presiden, harga-harga turun? 
Dari jaman Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati dan sekarang SBY. 
Justru yang mengatakan pemerintah sekarang gagal adalah beliau yang pernah 
memimpin negara ini. Apakah waktu beliau memimpin, harga turun? Kami  sich 
mendukung banget pemerintah yang bisa menurunkan harga, kalau mungkin SEMBAKO 
GRATIS, BBM gratis. Tapi apa mungkin?
      Mahasiswa demo bakar ban, nutup jalan, menyandera mobil tanki dan 
menyegel pompa bensin. Apa itu akan merubah keadaaan kearah yang lebih baik? 
Bukankah akan memperparah ekonomi, lebih menyusahkan rakyat?
       Tidakkah ada jalan yang lebih baik untuk menyampaikan aspirasi tidak 
setuju ini? Misalnya Pemerintah mengundang BEM semua Universitas, Rektor, 
politisi, mantan pemimpin dan mreka yang menganggap dirinya pakar. Ajak mereka 
berdiskusi, Pemerintah menyampaikan alasan menaikkan BBM. mereka yang menolak 
diminta APA SOLUSI mereka, sehingga diperoleh kesepakatan. Tidak perlu hanya 
bisa menyalahkan tanpa tahu memberikan yang benar itu yang bagaimana. Tidak 
perlu menutup jalan, teriak-teriak, melempari polisi yang hanya melaksanakan 
tugasnya menjaga ketertiban, seperti rakyat Palestina melempari tentara Israel, 
  untuk apa? Hasilnya apa?  Memberi nasihat, menyalahkan adalah keahlian yang 
tidak perlu dipelajari. 
        Sampai jumpa lagi rekan-rekan di Milis.
  NS
  

Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Pagi P Wis,
   
  proses demokrasi memang akan berjalan terus ya..... dengan beragam dinamika 
masyarakatnya.
   
  Ada yang berkepentingan, ada yang berkuasa, ada yang di korbankan dan ada 
korban.... semuanya adalah gerakan.  Bergerak adalah kebutuhan dasar hidup, 
kalau kita menahan gerak itu maka akan berdampak kepada berkembangnya otak kita.
   
  Semoga gelar wicara itu berimbang dari segala aspek dan tidak hanya sekedar 
berbicara, berdiskusi saja.  Semoga ini semua perspektif ada dalam wilayah 
Penyuluhan dan Pendidikan Politik dan kebijakan politik serta melihat KENYATAAN 
KONDISI yang ada dan sedang di rasakan oleh masyarakat sekarang ini dan 
terutama masyarakat yang belum berdaya.  
   
  Dengan kenaikan BBM yang menurut pemerintah sangat penting untuk dilakukan; 
untuk mereka yang kaya tidak akan berpengaruh, untuk mereka yang menengah akan 
sangat berpengaruh dan untuk mereka yang miskin sudah biasa... jadi kericuhan 
yang akan datang akan lebih rame.... 
   
  Program dari pemerintah pusat untuk masyarakat miskin sangat mahal biaya 
mobilisasinya... dan sangat rentan 'calo' ... dan yang paling parah adalah 
tidak menjangkau dan tidak terjangkau oleh kebanyakan masyarkat miskin....
   
  Semua ini membutuhkan komitment yang sangat tinggi dan lebih penting lagi 
adalah 'POLA PIKIR'; apabila kita sudah MAU merubah POLA PIKIR maka kita bisa 
merubah DUNIA sekalipun.
   
  Selamat berjuang demi KEBANGKITAN NASIONAL.... tapi nggak usah naik MOGE ya P 
Wis...
   
  salam, viebeke
    ----- Original Message ----- 
  From: Pan Bima 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, May 18, 2008 9:26 PM
  Subject: [bali] Gelar Wicara Udara di RRI singaraja
  

Kepada teman2 member milist LP3B yang tinggal di Bali,

Melalui email ini saya sampaikan, bahwa hari senin, 19 mei 2008, LP3B Buleleng 
akan menyelenggarakan acara Gelar Wicara Udara.
Acara ini akan disiarkan langsung oleh RRI Singaraja mulai jam 9.30 s/d 12.00 
wita. Siaran ini dapat ditangkap di seluruh Bali.
Topik yang akan diangkat : Mengantisipasi dan Mencegah Konflik Akar Rumput di 
Buleleng pada Pilgub 2008.
Narasumber : Prof.Dr.Nengah Bawa Atmaja (Undiksha), Dr. Gede Made Metera 
(Unipas), Wayan Rideng,SH,MH (Ketua KPU Buleleng) danPutu Sugi Ardana , SH,MH ( 
Ketua Panwas Pilgub Buleleng).

Bagi yang punya waktu dan juga berminat dengan topik ini, silakan mendengar dan 
bisa memberikan masukan lewat telpon (interaktif).

Terima kasih.

-- 
Gde Wisnaya Wisna
Jl.Dewi Sartika Utara 32A
Singaraja-Bali
website : www.lp3b.com 

       

Kirim email ke