Pak Suwela, 

Memang benar apa yang Pak Suwela sampaikan, semua orang dalam waktu yang
singkat menjadi akhli dalam pemerintahan, mereka Cuma bilang enggak setuju,
tapi enggak pernah kasi solusi, kalau anak saya bilang "kan Ngomong Enggak
Bayar".... Semua orang mau menjadi pahlawan, ya Mahasiswa, ya bekas pemimpin
mungkin mereka merasa bisa untuk mengatasi problem nya pemerintah.

 

Saya mencoba untuk tidak Cuma omong, saya mau menyampaikan satu solusi.
Begini Pak,  bagaimana jika harga Bensin Premium/solar dijual dengan dua
harga, untuk kendaraan plat kuning (angkutan umum) dijual dengan harga
subsidi seperti sekarang ini, namun, untuk kendaraan plat hitam (kendaraan
pribadi) dijual dengan harga umum (tidak disubsidi). Saya berpemikiran jika
plat kuning membeli bensin dengan harga subsidi maka ongkos tranportasi
tidak perlu naik, karena saat ini selalu harga transport naik dengan alasan
harga bensin yang naik. Jadi kendaraan pribadi mau isi premium silahkan saja
dan tidak berhak mendapatkan harga yang disubsidi. Kalau Pak Suwela lihat di
POM Bensin Pondok Indah dimana penduduk sekitar Pondok Indah itu adalah
orang yang "The Have" mereka menggunakan mobil mewah tapi enggak punya malu
ngantri beli Bensin yang di Subsidi. Saya yakin kalau Pemerintah mau
menghitung subsidi Bensin hanya untuk kendaraan Plat Kuning pasti tidaklah
besar, memang seberapa banyak sih kendaraan Plat Kuning di Indonesia?.

 

Kalau strategy ini dijalankan siapa lagi yang mau demo?, karena kan BBM
untuk angkutan rakyat kecil dan menengah tidak dinaikan, jadi mestinya
enggak ada alasan untuk demo membela wong cilik, kalau juga terjadi demo ya
pasti dilakukan oleh para pemilik mobil karena sudah tidak sanggup beli
bensin. Atau semua yang sebelumnya naik mobil pada rame rame pindah naik
sepeda motor seperti saya ini Pak.

 

Wasallam,

CN  

 

 

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
nyoman suwela
Sent: 19 Mei 2008 13:09
To: [email protected]
Subject: [bali] Re: Gelar Wicara Udara di RRI singaraja

 

KENAIKAN BBM

  Pemerintah baru rencana menaikkan BBM sudah ditanggapi dengan demo
dimana-mana terutama oleh mahasiswa. Tidak ketinggalan para politisi angkat
bicara, terutama bekas pejabat, tokoh partai yang tidak duduk di
pemerintahan, anggota DPR, bahkan Bupati, ikut teriak-teriak menentang
rencana pemerintah, seolah-olah mereka benar-benar memihak kepada rakyat.
Mereka menghakimi pemerintah sebagai gagal karena tidak berhasil menurunkan
harga-harga. Pernahkah ada pemerintah dengan sekian kali ganti Presiden,
harga-harga turun? Dari jaman Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati
dan sekarang SBY. Justru yang mengatakan pemerintah sekarang gagal adalah
beliau yang pernah memimpin negara ini. Apakah waktu beliau memimpin, harga
turun? Kami  sich mendukung banget pemerintah yang bisa menurunkan harga,
kalau mungkin SEMBAKO GRATIS, BBM gratis. Tapi apa mungkin?

    Mahasiswa demo bakar ban, nutup jalan, menyandera mobil tanki dan
menyegel pompa bensin. Apa itu akan merubah keadaaan kearah yang lebih baik?
Bukankah akan memperparah ekonomi, lebih menyusahkan rakyat?

     Tidakkah ada jalan yang lebih baik untuk menyampaikan aspirasi tidak
setuju ini? Misalnya Pemerintah mengundang BEM semua Universitas, Rektor,
politisi, mantan pemimpin dan mreka yang menganggap dirinya pakar. Ajak
mereka berdiskusi, Pemerintah menyampaikan alasan menaikkan BBM. mereka yang
menolak diminta APA SOLUSI mereka, sehingga diperoleh kesepakatan. Tidak
perlu hanya bisa menyalahkan tanpa tahu memberikan yang benar itu yang
bagaimana. Tidak perlu menutup jalan, teriak-teriak, melempari polisi yang
hanya melaksanakan tugasnya menjaga ketertiban, seperti rakyat Palestina
melempari tentara Israel,   untuk apa? Hasilnya apa?  Memberi nasihat,
menyalahkan adalah keahlian yang tidak perlu dipelajari. 

      Sampai jumpa lagi rekan-rekan di Milis.

NS



Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Pagi P Wis,

 

proses demokrasi memang akan berjalan terus ya..... dengan beragam dinamika
masyarakatnya.

 

Ada yang berkepentingan, ada yang berkuasa, ada yang di korbankan dan ada
korban.... semuanya adalah gerakan.  Bergerak adalah kebutuhan dasar hidup,
kalau kita menahan gerak itu maka akan berdampak kepada berkembangnya otak
kita.

 

Semoga gelar wicara itu berimbang dari segala aspek dan tidak hanya sekedar
berbicara, berdiskusi saja.  Semoga ini semua perspektif ada dalam wilayah
Penyuluhan dan Pendidikan Politik dan kebijakan politik serta melihat
KENYATAAN KONDISI yang ada dan sedang di rasakan oleh masyarakat sekarang
ini dan terutama masyarakat yang belum berdaya.  

 

Dengan kenaikan BBM yang menurut pemerintah sangat penting untuk dilakukan;
untuk mereka yang kaya tidak akan berpengaruh, untuk mereka yang menengah
akan sangat berpengaruh dan untuk mereka yang miskin sudah biasa... jadi
kericuhan yang akan datang akan lebih rame.... 

 

Program dari pemerintah pusat untuk masyarakat miskin sangat mahal biaya
mobilisasinya... dan sangat rentan 'calo' ... dan yang paling parah adalah
tidak menjangkau dan tidak terjangkau oleh kebanyakan masyarkat miskin....

 

Semua ini membutuhkan komitment yang sangat tinggi dan lebih penting lagi
adalah 'POLA PIKIR'; apabila kita sudah MAU merubah POLA PIKIR maka kita
bisa merubah DUNIA sekalipun.

 

Selamat berjuang demi KEBANGKITAN NASIONAL.... tapi nggak usah naik MOGE ya
P Wis...

 

salam, viebeke

----- Original Message ----- 

From: Pan Bima <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

To: [email protected] 

Sent: Sunday, May 18, 2008 9:26 PM

Subject: [bali] Gelar Wicara Udara di RRI singaraja

 

Kepada teman2 member milist LP3B yang tinggal di Bali,

Melalui email ini saya sampaikan, bahwa hari senin, 19 mei 2008, LP3B
Buleleng akan menyelenggarakan acara Gelar Wicara Udara.
Acara ini akan disiarkan langsung oleh RRI Singaraja mulai jam 9.30 s/d
12.00 wita. Siaran ini dapat ditangkap di seluruh Bali.
Topik yang akan diangkat : Mengantisipasi dan Mencegah Konflik Akar Rumput
di Buleleng pada Pilgub 2008.
Narasumber : Prof.Dr.Nengah Bawa Atmaja (Undiksha), Dr. Gede Made Metera
(Unipas), Wayan Rideng,SH,MH (Ketua KPU Buleleng) danPutu Sugi Ardana ,
SH,MH ( Ketua Panwas Pilgub Buleleng).

Bagi yang punya waktu dan juga berminat dengan topik ini, silakan mendengar
dan bisa memberikan masukan lewat telpon (interaktif).

Terima kasih.

-- 
Gde Wisnaya Wisna
Jl.Dewi Sartika Utara 32A
Singaraja-Bali
website : www.lp3b.com <http://www.lp3b.com/>  

 

  

Kirim email ke