Hallo Pak Made Wirata!

Di tahun 1994 saya mendapat tugas untuk menghitung keseluruhan "Wirkungsgrad der gesamten Anlage" (tech. efficiency) dari Kraftwerk Rostock KNG mbH dan saya mendapat Training langsung dari ABB-Swedia di Rostock khusus untuk penyaringan gas-cole (Rauchgasentstickungsanlage und Rauchgasentschwefelungsanlage)
dengan system tegangan tinggi (Hochspannungssystem).
Dan Technik yang kami dapat, pada waktu itu adalah technik yang termodern dan sampai sekarang masih diakui keunggulannya. PLTB Rostock ini pada waktu dibangun, merupakan PLTB yang termodern didunia, sehingga saya kira cukup untuk menjadi standard bagi PLTB yang baru dibangun.

Silahkan baca lebih jelas, di Link ini (bahasa Jerman) www.kraftwerk-rostock.de Dari penjelasan Pak Direktur PLN itu, sayapun akan masih bertanya-tanya seperti pak Made, Apa sebenarnya yang dimaksud?

" dia membantah
dan menambahkan bahwa sudah disaring dengan baik / ada teknologi terakhir yang sudah
tdk masalah katanya."

Perkataan yang sangat kurang memuaskan dan tidak membawa masyarakat menjadi pintar, sebenarnya masyarakat musti di berikan informasi yang cukup dan dapat dimengerti. Masyarakat harus mendapat jaminan, bahwa kesehatan mereka tidak akan terganggu atau tumbuh-tumbuhan tidak hanya disekitar PL bahkan sampai puluhan atau bahkan ratusan kilometer
tidak akan terganggu.
Jadi jika ada perubahan Ecosystem masyarakat dan para ahlipun dapat cepat bertindak. Begitu juga dari pihak PLN.

Oya ...bagaimana pengalaman pak Made dengan PLTD di Pemaron?



Salam
Thomas Lengkey






----- Original Message ----- From: "Made Wirata" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, May 23, 2008 9:15 AM
Subject: [bali] Re: quit coal - greenpeace in the Philippines


Mbak Silvia,

skedar info: saya skitar sebulan lalu kebetulan ada pertemuan di Bandung dengan salah seorang Direktur PLN yang bertanggung jawab untuk kawasan non Jawa termasuk dalam pembangunan 10rb MW, menurut dia di Bali yang sudah konfirm / segera dilaksanakan adalah PLTG 2x100MW di daerah telukan bawang, dimana BBM-nya dari Coal. Saya sempat menanyakan kekhawatiran tentang polusi yang ditimbulkan disekitarnya, dia membantah dan menambahkan bahwa sudah disaring dengan baik / ada teknologi terakhir yang sudah
tdk masalah katanya.

Ditempat lainnya sekitar Tianyar juga masih ada plan untuk itu, tapi belakangan
pelaksanaannya.

Terima kasih

Made Wirata
--
Open WebMail Project (http://openwebmail.org)


---------- Original Message -----------
From: "Kubu Lalang" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thu, 22 May 2008 11:56:45 +0200 (W. Europe Daylight Time)
Subject: [bali] quit coal - greenpeace in the Philippines

Dear friends,
the rainbow warrior ship of Greenpeace is on the Philippines to fight
against coal fired power plants. They are on the tour in South East Asia.
Following some links with information. What about Bali? Still planning
firing coal in Berombong????

http://www.greenpeace.org/seasia/en/quit-coal/
http://www.greenpeace.org/seasia/en/news/rainbow-warrior-docks-at-albay
http://www.greenpeace.org/seasia/en/news/thousands-protest-against-plan

Salam hangat dari Austria,
Silvia.
------- End of Original Message -------


--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>


-- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke