Saya berpandangan sebaiknya kita tidak terlalu over acting menanggapi nama sesuatu. Kalau karya seni Bali yang dipatenkan negara lain atau daerah lain, sangat layak diprotes tetapi kalau sampai nama bintang dibahas untuk dipatenkan, rasa-rasanya kebablasan. Misalnya "sapi bali" atau "sapi timor". Saya kira "sapi timor" bukan perubahan dari nama "sapi bali". sebab di Pulau Timor baik Timor Barat (NTT) maupun Timor Leste juga terdapat binatang yang bernama sapi. Bahkan jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan sapi yang ada di Bali yakni diberi nama "sapi bali" itu. Di Bali paling-paling satu keluarga hanya punya satu atau dua ekor, tetapi di Pulau Timor, satu keluarga punya sapi mencapai ratusan ekor. Jadi, saya hanya ingatkan rekan-rekan semua jangan terlalu over actinglah. Kita di Bali cuma punya sapi sedikit kok kita mau memonopoli sapi yang di daerah lain seperti Timor jumlahnya jauh lebih banyak dari di Bali. Trim's
--- On Tue, 9/16/08, Wijaya Kusuma <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Wijaya Kusuma <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [bali] Re: Nama Sapi Bali Diubah Jadi Sapi Timor To: [email protected] Date: Tuesday, September 16, 2008, 8:44 PM #yiv2117140789 DIV { MARGIN:0px;} Nama hewan dan tumbuhan tidak perlu dipatenkan ;-)). Kan penyebutannya memakai bahasa latin yang sudah mengikuti aturan nomenklatur atau taksonomi. Sapi Bali adalah nama species, kalau nama varietas baru bisa ditambahkan dengan nama penemunya. Wijaya. ----- Original Message -----
