Mungkin dana APBN tidak cukup untuk membangun rumah sakit Gila Herr Lengkey, kalau semuanya harus dimasukkan rumkit orgil tsb. Menurut saya orgil yang berada diluar rumah sakit jauh lebih banyak dibandingkan yang sudah ada di rumkit tsb.
Kadar kegilaan orang berbeda-beda kan. MFG gde wisnaya 2008/10/21 lengkey <[EMAIL PROTECTED]> > Wah,....jika di Media sudah diberitakan, kalau 25% Rakyat Indonesia > sekarang mengidap sakit jiwa maka jumlah ini akan meningkat dong setelah > pemilihan Caleg. > > Celakanya jika ada anggota yang terpilih nanti sudah mengidap sakit jiwa > sebelumnya.........wahh.....wahh,....rakyat makin susah...deh....... > > Atau negara kita cuma akan dipimpin ama orgil-orgil baru.....hheeeee > ....hheeee.... > > Pak Wis...., kita musti sedia payung sebelum hujan!!!!!!!......Caranya > gimana ya.......?????? Aha...ada usul kecil...... > > APBN...musti ditambah buat membangun Rumkit orgil...yang baru dan memadai > serta menjangkau masyarakat luas! > > Gimana Pak Wis Komentarnya? > > > MfG > > Th. Lengkey > > ----- Original Message ----- > *From:* Pan Bima <[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Tuesday, October 21, 2008 9:26 AM > *Subject:* [bali] Sedikit berita ringan > > Ahli Jiwa: Kemungkinan Besar Caleg yang Tak Lolos Bisa Gila > > Anwar Khumaini - detikNews > > Jakarta - Politisi Golkar John Keban mengakui akan banyak caleg Golkar > yang stroke atau bunuh diri karena harus bekerja keras meraih kursi. > Ahli jiwa tidak menampik bahwa risiko sakit jiwa mengancam para > politisi yang bertarung di Pemilu 2009. > > Prediksi mencengangkan ini diungkapkan oleh dokter ahli jiwa dari > Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Teddy Hidayat. Menurut > penelitiannya, kemungkinan besar para caleg yang tak lolos bisa gila > karena frustasi. > > "Kami telah melakukan tes di berbagai kota/kabupaten. Hasilnya, daya > tahan mereka (caleg) nggak bagus. Besar sekali kemungkinan mereka bisa > stres. Artinya, tidak heran kalau banyak di antara mereka yang gila," > ujar Teddy kepada detikcom, Selasa (21/10/2008) . > > Fenomena banyaknya caleg yang stres ini, menurut Teddy, disebabkan > karena berbagai hal. Di antaranya daya tahan mereka tidak kuat > sehingga susah menerima kenyataan buruk bahwa mereka kalah dalam > pemilu. > > "Tapi ada juga yang tahan banting. Jadi mereka tetap saja nggak > masalah meski kalah," papar Kepala Bagian Psikiatri RSHS Bandung ini. > > Karena kalah dalam pemilu, menurut Teddy, para caleg bisa mengalami > gangguan jiwa yang diawali dengan rasa cemas, susah tidur, gelisah, > sedih, putus asa, merasa tak berguna, dan kemungkinan terburuk mereka > bisa bunuh diri. > > "Atau karena kalah mereka berkhayal menjadi seorang presiden, anggota > DPR, malaikat dunia, inilah yang disebut gila," ujar Teddy sambil > tertawa lebar. > > Teddy menambahkan, sikap belum bisa menerima kekalahan ini ditunjukkan > dengan menarik diri dari kehidupan sosial, seperti tidak mau bergaul > dengan masyarakat.( anw/nrl) > > > -- > Gde Wisnaya Wisna > Jl.Dewi Sartika Utara 32A > Singaraja-Bali > website : www.lp3b.com > > -- Gde Wisnaya Wisna Jl.Dewi Sartika Utara 32A Singaraja-Bali website : www.lp3b.com
