di pasung aja di rumah, kan banyak yang seperti itu, daripada bayar rumah 
sakit....
  ----- Original Message ----- 
  From: Pan Bima 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, October 22, 2008 1:51 PM
  Subject: [bali] Re: Sedikit berita ringan


  Mungkin dana APBN tidak cukup untuk membangun rumah sakit Gila Herr  Lengkey, 
kalau semuanya harus dimasukkan rumkit orgil tsb. Menurut saya orgil yang 
berada diluar rumah sakit jauh lebih banyak dibandingkan yang sudah ada di 
rumkit tsb.

  Kadar kegilaan orang berbeda-beda kan.

  MFG
  gde wisnaya


  2008/10/21 lengkey <[EMAIL PROTECTED]>

    Wah,....jika di Media sudah diberitakan, kalau 25% Rakyat Indonesia 
sekarang mengidap sakit jiwa maka jumlah ini akan meningkat dong setelah 
pemilihan Caleg.

    Celakanya jika ada anggota yang terpilih nanti sudah mengidap sakit jiwa 
sebelumnya.........wahh.....wahh,....rakyat makin susah...deh.......

    Atau negara kita cuma akan dipimpin ama orgil-orgil baru.....hheeeee 
....hheeee....

    Pak Wis...., kita musti sedia payung sebelum hujan!!!!!!!......Caranya 
gimana ya.......?????? Aha...ada usul kecil......

    APBN...musti ditambah buat membangun Rumkit orgil...yang baru dan memadai 
serta menjangkau masyarakat luas!

    Gimana Pak Wis Komentarnya?


    MfG

    Th. Lengkey
      ----- Original Message ----- 
      From: Pan Bima 
      To: [email protected] 
      Sent: Tuesday, October 21, 2008 9:26 AM
      Subject: [bali] Sedikit berita ringan


      Ahli Jiwa: Kemungkinan Besar Caleg yang Tak Lolos Bisa Gila

      Anwar Khumaini - detikNews

      Jakarta - Politisi Golkar John Keban mengakui akan banyak caleg Golkar
      yang stroke atau bunuh diri karena harus bekerja keras meraih kursi.
      Ahli jiwa tidak menampik bahwa risiko sakit jiwa mengancam para
      politisi yang bertarung di Pemilu 2009.

      Prediksi mencengangkan ini diungkapkan oleh dokter ahli jiwa dari
      Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Teddy Hidayat. Menurut
      penelitiannya, kemungkinan besar para caleg yang tak lolos bisa gila
      karena frustasi.

      "Kami telah melakukan tes di berbagai kota/kabupaten. Hasilnya, daya
      tahan mereka (caleg) nggak bagus. Besar sekali kemungkinan mereka bisa
      stres. Artinya, tidak heran kalau banyak di antara mereka yang gila,"
      ujar Teddy kepada detikcom, Selasa (21/10/2008) .

      Fenomena banyaknya caleg yang stres ini, menurut Teddy, disebabkan
      karena berbagai hal. Di antaranya daya tahan mereka tidak kuat
      sehingga susah menerima kenyataan buruk bahwa mereka kalah dalam
      pemilu.

      "Tapi ada juga yang tahan banting. Jadi mereka tetap saja nggak
      masalah meski kalah," papar Kepala Bagian Psikiatri RSHS Bandung ini.

      Karena kalah dalam pemilu, menurut Teddy, para caleg bisa mengalami
      gangguan jiwa yang diawali dengan rasa cemas, susah tidur, gelisah,
      sedih, putus asa, merasa tak berguna, dan kemungkinan terburuk mereka
      bisa bunuh diri.

      "Atau karena kalah mereka berkhayal menjadi seorang presiden, anggota
      DPR, malaikat dunia, inilah yang disebut gila," ujar Teddy sambil
      tertawa lebar.

      Teddy menambahkan, sikap belum bisa menerima kekalahan ini ditunjukkan
      dengan menarik diri dari kehidupan sosial, seperti tidak mau bergaul
      dengan masyarakat.( anw/nrl)


      -- 
      Gde Wisnaya Wisna
      Jl.Dewi Sartika Utara 32A
      Singaraja-Bali
      website : www.lp3b.com




  -- 
  Gde Wisnaya Wisna
  Jl.Dewi Sartika Utara 32A
  Singaraja-Bali
  website : www.lp3b.com

Kirim email ke