Salam

Ternyata, breaking newsnya seru yaa, sayang saya tidak banyak baca dari awal, 
soalne breaking news....
minggu lalu kami di sesetan dijadikan proyek percontohan tentang pluralisme 
oleh KAPAL perempuan yg bekerjasama dgn Bali sruti. Kami di Sesetan, sebuah 
wilayah di pinggiran kota denpasar yang sangat heterogen, dikelompokkan menjadi 
beberapa group. aad group perempuan, ada group pendatang, ada group heterogen 
(aslidan pendatang) dan group asli.
 Saya tergabung di group orang asli sesetan
dalam diskusi group kami dapat ditarik satu kesimpulan bahwa kami sebagai warga 
asli berusaha tidak membedakan pendatang secara khusus, kalau ada aturan 
kependudukan itu merupkan kebijakan dari atas. Kami warga asli sesungguhnya 
sudah mulai merasa curiga dengan para pendatang karena setiap ada kasus 
pencurian perkelahian yg berdarah sering kali pelakukanya adalah pendatang. dan 
kami warga asli menyadari bahwa akibat dari berkembangnya daerah kami adalah 
hilangnya rasa aman itu. karena di era 80-an saja kami di sesetan masih biasa 
meninggalkan rumah tanpa di kunci, hanya titip tetangga saja tetapi sekarang 
hal itu sudah tidak berani dilakukan lagi. Kesimpulan kami mengenai pluralisme 
, sangat baik dan berjalan dengan saling menghormati.
Dan hasil diskusi dari kelompok heterogen sama dengan kami pluralisme berjalan 
baik tetapi dari kelompok pendatang ternyata menganggap terjadi rasis atau 
pluralisme belum diterima secara utuh di sesetan. ternyata kecurigaan itu 
muncul karena kita sudah tidak lagi berkomunikasi dengan baik, sehingga sesuatu 
yg bagi warga asli sudah wajar berlaku menjadi tidak wajar bagi pendatang

dudik
www.dotpis.com
The real freedome is free from dome


--- On Mon, 11/10/08, Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: Asana Viebeke Lengkong <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [bali] Re: Betreff: BREAKING NEWS : Kontrol Terhadap pendatang
> To: [email protected]
> Date: Monday, November 10, 2008, 6:42 PM
> Mari kita lanjutkan diskusi secara positif ya P Ambara, kita
> berbicara tetang pemikiran dan kenyataan tapi selalu dalam
> kerangka 'ketidak sempurnaan' dari kemampuan kita
> sebagai manusia disamping sistem pendidikan dan sistem
> penyebaran informasi yang kita jadikan ketidak sempurnaan
> kita semua selaku penciptanya... tetapi selalu dalam spirit
> keinginan besar akan terjadinya perbaikan dengan
> perubahan.... jadi saya bisa melihat kehendak fundamental
> yang P Ambara inginkan adalah perbaikan di dalam upaya
> perubahan....
> 
> Soal ijin itu adalah keputusan politik yang melanggar
> peraturan yang sudah ada dan juga dilakukan oleh oknum kita
> orang Bali juga yang ada di pemerintahan dan juga di swasta.
>  
> - Ada upaya pembangunan Mesjid/Mushola dan malahan memang
> mereka mencari area yang bisa dijadikan cluster/kelompok
> kumpulan 15 kk untuk bisa mendapat ijin untuk membuat
> Mushola, kewaspadaan yang perlu adalah agar tidak terjadinya
> maksud 'tertentu' meng-islam-kan warga Hindu Bali.
> atau Gereja dengan maksud meng-kristen-kan warga Hindu Bali.
> 
> - Pembangunan yang dilakukan yang merusak ecosystem,
> pembangunan ini yang dilakukan oleh investor (dari agama apa
> saja) asing kerja sama dengan investor indonesia atau lokal
> Bali juga
> - Pembangunan yang dilakukan yang melemahkan posisi
> masyarakat local untuk melakukan kegiatan 'trading'
> seperti pasar rakyat yang mempengaruhi peluang masyarakat
> lokal untuk maju atau sekedar menjcari nafkah
> jadi intinya pembangunan dilakukan untuk keuntungan
> seorang, sepihak, sekelompok tanpa memperhatikan
> kesejahteraan bersama (lumrah di seluruh dunia karena
> keputusan sepihak yang dilakukan oleh orang atau kelompok
> tertentu (oligarky)
> Disini diskriminasinya ada di kekuasaan, kerakusan... uang
> dan uang bukan di agama....  karena pada dasarnya lebih
> banyak orang yang beragama (apapun yang tinggal di Bali)
> mendambakan hidup dengan aman, damai dan sejahtera.  Jadinya
> dasarnya adalah law enforcement dari zoning dan juga
> kepekaan dari para Klian Banjar untuk mendata penduduknya
> secara aktif.
> 
> Di Bali banyak tersebar islam dan kristen diantara hindu
> dan mereka hidup berdampingan dengan damai dan sejahtera.
> 
> Kalau soal persentase pada jaman Majapahit  itu berjalan
> dengan waktu era milinea - wah evolusi namanya, itu semua
> diluar dari kontrol kita semua ya ...tapi kan belum bisa di
> sebut sebagai sebuah kematian ataupun degradasi..... karena
> masih ada dan banyak juga kalau kita sambung dengan India
> misalnya... tapi kan Hindu di Bali tidak seperti Hindu di
> India toh karena sudah mengalami evolusi selama 1000
> tahun...jaman Shiva dan Buddha.... mungkin jadi Shiva Buddha
> ya pengaruhnya....
> 
> P Ambara jangan hidup beragama dengan penuh ketakutan dong
> kalau percaya dengan Sang Hyang Widhi, dan segalanya akan
> dilengkapi, dan kenapa harus takut dengan orang luar Bali???
> manusia juga kan... dan siapa bilang tidak ada kontrol di
> Bali, waktu setelah tragedi Bom I, kita mengadakan seminar
> kependudukan di Kuta untuk Bali dan kemudian Polisi
> memberikan sebuah workshop tentang strategi pengamanan itu,
> semua jalan walaupun tentunya tidak sempurna.  Di Bali juga
> tidak gampang bikin KTP lo Pak, malahan tidak ada lagi kalau
> tidak disertai data yang lengkap dan alasan yang logis. Saya
> banyak teman Klian, boleh boleh saja P Ambara bicara dengan
> mereka bagaimana mereka melakukan proses kontrol ini.
> 
> sekian dulu ya.... nanti sambung lagi....
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Ambara, Gede Ngurah (KPC) 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Monday, November 10, 2008 11:25 AM
>   Subject: [bali] Betreff: BREAKING NEWS : Kontrol Terhadap
> pendatang
> 
> 
>   Jangan begitu Mbak Asana.perjuangan tidak perlu dengan
> senjata..dengan penyebarluasan informasi, dan pendidikan
> adalah juga perjuangan..
> 
>   Saya anti terhadap kekerasan..
> 
>   Saat ini banyak warga Hindu di Bali tidak peduli dengan
> ijin-ijin membangun yang ada di sekitar kita..setiap
> perumahan baru yang muncul di Bali, dan pengembangnya adalah
> kebetulan orang-orang dari Luar Bali, biasanya selalu
> menambahkan dibangunnya Mesjid/Mushola di Bali..lama-lama
> Bali menjadi Pulau Seribu Mesjid dan bukan lagi Pulau Seribu
> Pura.Orang Bali sangat-sangat toleran terhadap nyame-nyame
> Selam (Islam) dan juga Kristen, tapi orang-orang Islam dan
> Kristen punya gerakan yang sistematis untuk Meng-Islam-kan
> ataupun Meng-Kristen-kan Bali, dan orang-orang Bali yang
> Hindu tidak sadar akan hal ini.Ajeg Bali akan percuma kalau
> tanpa Ajeg Hindu di Bali, karena seni-budaya Bali yang
> adiluhung didasari oleh Agama Hindu dan Bukan Agama yang
> lain..Hindu yang dahulu mayoritas jaman Majapahit (90%) dan
> sekarang tinggal 3% saja, yang sebagian besar tinggal di
> Bali, inipun tetap berusaha di-alih-agama-kan oleh
> agama-agama lain, mungkin maksudnya agar umat Hindu
> benar-benar habis di bumi Nusantara ini..tinggal 0%...
> 
>   Sedih sekali menyaksikan perkembangan yang ada di
> Bali..jumlah pendatang yang makin banyak dan tidak
> terkontrol masuk ke Bali, kejahatan dan kriminalitas
> meningkat.pencurian dan pencopet dan perampokan makin banyak
> dan kasus terakhir mutilasi di Gianyar? Mimih dewa ratu.
> 
>   Bali belum mempunyai system keamanan yang terpadu,
> padahal pintu-pintu masuk ke Bali lebih mudah dikontrol
> dibandingkan daerah lain.
> 
>   Balikpapan saja sebagai kota multi-etnis, telah
> melakukannya sejak dahulu, kenapa Bali belum?
> 
>   Kota Balikpapan adalah kota multi-etnis dan banyak dihuni
> oleh para pekerja asing (expatriate), untuk itu Walikota-nya
> menerapkan control pendatang yang sangat ketat..
> 
>   Tidak mudah bikin KTP Balikpapan misalnya, tidak semudah
> bikin KTP Samarinda atau kota-kota lain di Kaltim.
> 
>   Setiap hari ada ribuan orang masuk melalui pelabuhan laut
> Balikpapan, tapi setiap hari juga control petugas di
> pelabuhan ini sangat ketat, orang-orang yang tanpa identitas
> dan tanpa uang jaminan tidak bisa masuk, dan mereka tidak
> bisa tinggal di Balikpapan tanpa ada sponsor atau keluarga
> yang menanggung, dan mereka yang tidak jelas identitasnya
> ini langsung dipulangkan lagi dengan kapal yang sama, bahkan
> didenda senilai ticket kapal (Surabaya-Balikpapan) sekitar
> 200 ribu rupiah.
> 
>   Akibatnya Kota Balikpapan relative aman, dibandingkan
> kota-kota lain di Indonesia.karena sejak dipintu masuknya
> pun sudah dikontrol..tidak seperti di pintu-pintu masuk ke
> Bali.Proposal tentang "Bagaimana Mengamankan Bali lebih
> Baik Pasca Bom Bali I dan II"  sudah saya siapkan, saya
> sedang mencari cara untuk bisa langsung ketemu dengan Pak
> Gubernur Mangku Pastika, dan tidak sekedar kirim proposal
> via surat.
> 
> 
> 
>   Suksme
> 
>   GNA  
> 
> 
> 
>   -----Original Message-----
>   From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Asana Viebeke
> Lengkong
>   Sent: Monday, November 10, 2008 10:16 AM
>   To: [email protected]
>   Subject: [bali] Re: Betreff: BREAKING NEWS
> 
> 
> 
>   tambahin lagi sedikit ya.... saya jadi ngeri juga dengan
> P Ambara ini, karena pendapat saya... kalau P Ambara baange
> bedil... jeg telah kedas anak selame di Kalimantan atau
> Indonesia?????
> 
> 
> 
>   Wah kok terkesan militan sekali ya.... aduh P Ambara....
> eling.... eling.......
> 
> 
> 
>   salam, vieb
> 
>     ----- Original Message ----- 
> 
>     From: Ambara, Gede Ngurah (KPC) 
> 
>     To: [email protected] 
> 
>     Sent: Monday, November 10, 2008 7:55 AM
> 
>     Subject: [bali] Re: Betreff: BREAKING NEWS
> 
> 
> 
>     Mbak Asana dan rekan-rekan lain
> 
> 
> 
>     Fundamentalis saya kira adalah bagus karena kembali
> keajaran yang mendasar, yang tidak baik adalah Extremist .
> 
>     Sebagai orang Hindu wajib memahami ajarannya dengan
> baik, dan tidak sepenggal-sepenggal.jangan hanya misalnya
> seperti praktek di Bali, saat ditanya
> 
>     Kenapa mesti pakai banten seperti ini? Lalu jawabnya
> "mule-keto" (sudah seperti itu sejak dahulu),
> artinya ada kemalasan untuk menggali sumber-sumber referensi
> Hindu khususnya Veda, kenapa muncul tradisi semacam itu.dan
> semangat untuk terus belajar itu yang penting tidak saja
> bagi umat Hindu tapi juga bagi umat lain..
> 
>     Saya tidak kenal dengan Pak Karma..kalau saya sering
> berteriak lantang tentang deskriminasi dan penindasan kaum
> mayoritas (Islam) terhadap Hindu khususnya di Indonesia,
> karena itu berdasarkan fakta-fakta yang kami kumpulkan di
> lapangan, karena sebagai pengola salah satu majalah Hindu
> kami banyak punya responden dan penyumbang artikel dari
> banyak daerah di Indonesia.seperti kasus terakhir
> Pengrusakan Pura Sangkareang di Lombok oleh umat Islam.
> 
>     Nah kalau ada orang Hindu ataupun orang lain termasuk
> Mbak Asana tidak mengganggap hal ini adalah pelanggaran
> fundamental terhadap Hak Asasi dan Undang-Undang Dasar 45,
> dan juga kasus pidana yang serius..saya berarti tidak bisa
> memahami jalan pikiran Mbak Asana atau teman-teman lain di
> mailing list ini.
> 
>     Paling tidak dari mailing list ini tidak pernah saya
> dapatkan rasa prihatin ataupun simpati terhadap kasus
> Pengrusakan Pura Sangkareang oleh teman-teman baik Hindu
> maupun agama lain.
> 
>     Hindu dan umat Hindu di Indonesia adalah cinta damai,
> tapi kalau diinjak-injak dan ditindas tentu harus/wajib
> untuk bangkit.tentu secara Hukum dan bukan main haki
> 
>     Sendiri..
> 
> 
> 
>     Suksme
> 
>     GNA
> 
> 
> 
>     -----Original Message-----
>     From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Asana Viebeke
> Lengkong
>     Sent: Saturday, November 08, 2008 7:35 PM
>     To: [email protected]
>     Subject: [bali] Re: Betreff: BREAKING NEWS
> 
> 
> 
>     ya, nggak penting lah siapa yang bayar..... lebih bagus
> lagi kalau kita bisa ketemu bersama dengan P Wis.....
> 
> 
> 
>     Ngomong-ngomong, kita di Bali-Bali milis juga ada teman
> yang dari Kalimantan Nengah Karma, P Ambara kenal nggak? 
> komentarnya dan cara berpikirnya sama sebangun dengan P
> Ambara, saya jadi penasaran jangan jangan di Kalimantan ada
> kumpulan Fundamentalis Hindu ya.... ini tanya aja lo....
> jangan marah, atau mungkin bisa dijelaskan sedikit bagaimana
> mekanisme saudara saudara Hindu Bali kita di Kalimantan
> bersilaturahmi???? Karena saya ingat P Ambara pernah
> memberikan saya majalah Hindu...  Sekali lagi P Ambara
> jangan tersinggung atau curiga dengan pertanyaan saya, saya
> hanya ingin tau sejujurnya, mungkin kalau kita tau sedikit
> mengenai latar belakang saudara2 Hindu Bali kita disana,
> bisa membantu saya, kami untuk paham?
> 
> 
> 
>     salam,
> 
>     vieb
> 
>       ----- Original Message ----- 
> 
>       From: Ambara, Gede Ngurah (KPC) 
> 
>       To: [email protected] 
> 
>       Sent: Friday, November 07, 2008 2:16 PM
> 
>       Subject: [bali] Re: Betreff: BREAKING NEWS
> 
> 
> 
>       Mbak Asana
> 
> 
> 
>       Belum ada rencana cuti, mungkin Desember.Berarti
> ditraktir lagi nich ya Mbak?
> 
>       Baiklah nanti kalau pulang ke Bali saya akan kontak..
> 
> 
>       Tapi mungkin lebih baik gantian : giliran saya yang
> traktir.. 
> 
> 
> 
>       Suksme
> 
>       GNA 
> 
> 
> 
>       -----Original Message-----
>       From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Asana Viebeke
> Lengkong
>       Sent: Friday, November 07, 2008 2:02 PM
>       To: [email protected]
>       Subject: [bali] Re: Betreff: BREAKING NEWS
> 
> 
> 
>       YES YES YES..... maju terus.... semili, secenti,
> setengah langkah, selangkah.... tidak penting tapi maju....
> dengan pikiran terbuka.....
> 
> 
> 
>       karena kita membutuhkan pemerintah yang di pimpin
> oleh orang pintar (berkualitas lahir bathin) -
> meritocracy....... akan sampai waktunya di Indonesia....
> mungkin not in my lifetime tapi akan.... saya yakin..... 
> 
> 
> 
>       orang hitam di America seperti Jesse Jackson juga
> sama sekali tidak membayangkan bahwa dalam kurun waktu dia
> masih hidup.. amerika akan ada presiden kulit hitam....
> tapi..... kenyataan berbicara.....
> 
> 
> 
>       what to say...... kita butuh lembaga di luar dari
> pemerintah atau politik untuk memperhatikan kinerja
> pemerintah....
> 
> 
> 
>       Pekerjaa Obama tidak mudah dengan kondisi dunia
> seperti ini.... tapi ada kemenangan spirit perubahan yang
> luar biasa yang sudah terjadi dan tidak bisa mundur
> lagi.....
> 
> 
> 
>       P Ambara.. jangan stress... pulang aja ke Bali, kita
> makan di Canggu Club lagi yuk..... anda punya potensi sangat
> besar..... jadi jangan sampai pesimism anda membawa anda
> lupa akan anugerah luar biasa....
> 
> 
> 
>       vieb
> 
>         ----- Original Message ----- 
> 
>         From: Pan Bima 
> 
>         To: [email protected] 
> 
>         Sent: Friday, November 07, 2008 12:16 PM
> 
>         Subject: [bali] Re: Betreff: BREAKING NEWS
> 
> 
> 
>         P. Ngurah Ambara,
>         Untuk mencapai sesuatu, tidak boleh terbersit rasa
> pesimis hanya karena agama kita "anu" atau bukan
> dari agama mayoritas. Atau suku kita "anu", bukan
> dari suku mainstream dll. Itu sebetulnya yang ingin saya
> tekankan.
> 
>         Bahwa Presiden RI dari Bali atau Makasar atau NTT
> akan menjadi cermin bahwa Indonesia sudah siap maju, karena
> kenyataan tsb akan menunjukkan bahwa paradigma berfikir
> orang Indonesia tidak lagi terkotak-kotak. Suatu saat hal
> ini pasti akan terjadi, hanya soal waktu. Persis seperti
> manusia pada akhirnya mampu membuat pesawat yang mampu
> menembus kecepatan suara.
> 
>         Amerika sekarang sudah berhasil memecahkan mitos
> bahwa Presiden AS harus dari WASP (White Anglo Saxon
> Protestant). Kennedy memulai dengan memecahkan huruf
> terakhir "P", karena dia seorang katholik. Kini
> Obama memecahkan huruf pertama "W", karena dia
> seorang kulit hitam. Jadi Mbak Vieb, bisa-bisa WHITE HOUSE
> akan berubah menjadi BLACK HOUSE, karena penghuninya black
> man.
> 
>         Di Indonesia juga ada mitos yang tidak tertulis,
> bahwa Presiden RI harus dari JAWA-ISLAM. Kapan mitos ini
> akan pecah ? Nanti akan muncul orang-orang yang membuat
> sejarah !! Tuhan akan mengirimnya.
> 
>         salam
>         gde wisnaya
> 
>         2008/11/6 Ambara, Gede Ngurah (KPC)
> <[EMAIL PROTECTED]>
> 
>         Pak Gede W dan rekan-rekan
> 
> 
> 
>         Kalau memang kita tidak terpengaruh lagi sama
> suku/ras/agama, kenapa harus mempermasalahkan presiden-nya
> adalah dari kaum mayoritas/minoritas?
> 
>         Saya sendiri tidak peduli Presidennya mau orang
> Jawa, Bali, Sunda atau Makasar, mau agamanya Islam, Kristen
> atau Hindu..tapi yang penting
> 
>         Sang Presiden ini mesti orangnya Jujur, tidak
> korupsi, dan mampu mensejahterakan rakyatnya.that's what
> the leader need to do.
> 
>         Jadi keinginan agar orang Bali bisa menjadi
> Presiden adalah keinginan yang absurd dan tidak punya makna
> yang penting/essential..
> 
>         Yang essential adalah keinginan agar Sang Pemimpin
> adalah Orang Yang JUJUR, Bijaksana dan mampu mensejahteraka
> rakyat tak peduli agama/ras/sukunya .
> 
> 
> 
>         Suksme
> 
>         GNA 
> 
> 
> 
>         -----Original Message-----
>         From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Pan Bima
> 
>         Sent: Friday, November 07, 2008 11:23 AM
>         To: [email protected]
>         Subject: [bali] Re: Betreff: BREAKING NEWS
> 
> 
> 
>         Yes , we can !! We believe in !!
> 
>         Saya setuju dengan untaian kata-kata itu. Segala
> sesuatu dapat terjadi, dan kita harus percaya dengan hal
> itu. Saya yakin hal ini tidak hanya berlaku di Amerika. Di
> Indonesia juga bisa !! Dan sebagai orang Bali, orang Jawa,
> Orang Bugis, Orang Maluku dll perlu berfikir seperti itu.
> Kita tidak boleh merasa terkungkung atau pesimis hanya
> karena kesukuan , agama/keyakinan, ras, kasta dll. Kita
> penuh sebagai manusia ciptaan Tuhan, sebuah karunia yang
> luar biasa, diberikan kesempatan berfikir tanpa batas. Semua
> hal yang tidak mungkin dapat diwujudkan menjadi mungkin jika
> kita serius menggali potensi diri kita, baik melalui
> pendidikan formal maupun non-formal. Tidak henti0hentinya
> harus belajar. Jika dalam usia kita pencapaian tersebut
> belumterwujud, maka kita membangun estafet optimisme ke
> generasi berikutnya.
> 
>         salam
>         gde wisnaya
> 
>         2008/11/6 Bhagawan Dwija
> <[EMAIL PROTECTED]>
> 
>         Amerika dengan Indonesia itu beda, beda, beda,
>         Minoritas di Amerika dengan minoritas di Indonesia
> itu
>         beda, beda, beda,beda
>         Pola berpikirnya juga beda, beda,beda
>         Rata-rata tingkat pendidikan warga negaranya juga
>         beda, beda, beda
>         Peluangnya juga beda, beda, beda
>         Dan lain-lain : beda, beda, beda
>         Jadi :
>         Kalau Indonesia bisa menjadi seperti India, dll
> dimana
>         negara tidak ngurusin terlalu jauh soal agama yang
>         dipeluk warganya (negara sekuler) barangkali bisa
>         orang Hindu-Bali, atau Protestan atau Katolik, dll
>         jadi Presiden. Di India, suatu ketika presidennya
>         orang Islam, sedangkan mayoritas penduduknya
> beragama
>         Hindu.
> 
>         Silahkan berpikir dan berdiskusi
> 
> 
> 
>         --- Asana Viebeke Lengkong
> <[EMAIL PROTECTED]>
>         wrote:
> 
> 
>         > naaaaaaaa pikiran seperti inilah bukti bahwa
> sampai
>         > 1000 tahunpun orang Bali tidak bisa jadi
> presiden
>         > kalau pikirannya masih begini ini.....
>         >
>         > Barack itu jelas orang hitam tapi berjiwa
> 'out of
>         > many we are one' coba dengar deh pidatonya
> kalau
>         > bisa bahasa inggris lo... kalau nggak ya nggak
>         > ngerti.....
>         >
>         > tidak peduli agama apa, tidak peduli warna
> apa, homo
>         > atau hetero, cacat atau tidak...... itulah
> secuplik
>         > pidatonya.... sekarang yang penting CIA dan
> FBI nya
>         > harus kuat saja supaya tidak ada yang membunuh
>         > dia...
>         >
>         > 200 tahun yang lalu seorang wanita di amerika
> tidak
>         > bisa ikut dalam pemilihan umum hanya karena 2
>         > alasan, dia adalah seorang wanita dan berkulit
>         > hitam; sekarang wanita itu bisa melihat
> 'perubahan
>         > bersejarah'
>         >
>         >
>         > maaf ya kalau nggak berkenan, vieb
>         >   ----- Original Message -----
>         >   From: Ambara, Gede Ngurah (KPC)
>         >   To: [email protected]
>         >   Sent: Wednesday, November 05, 2008 5:04 PM
>         >   Subject: [bali] Re: Betreff: BREAKING NEWS
>         >
>         >
>         >   Orang Bali tentu bisa Pak menjadi presiden
> asal
>         > Beragama ISLAM,.tapi kalau beragama Hindu,
> tidak
>         > akan mungkin sampai 100 tahun kedepan..
>         >
>         >   Sukarno presiden pertama adalah orang Bali :
>         > Ibu-nya Bali, walaupun bapaknya Jawa.
>         >
>         >
>         >
>         >   -----Original Message-----
>         >   From: [EMAIL PROTECTED]
>         > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
> Pan
>         > Bima
>         >   Sent: Wednesday, November 05, 2008 3:49 PM
>         >   To: [email protected]
>         >   Subject: [bali] Re: Betreff: BREAKING NEWS
>         >
>         >
>         >
>         >   Orang Negro sudah bisa menjadi Presiden
> Amerika.
>         > Sebuah sejarah setelah 200 th Amerika merdeka.
> Kapan
>         > orang Bali bisa jadi Presiden Indonesia ?
> Mungkinkah
>         > setelah 200 th Indonesia merdeka ?
>         >
>         >
>         >   salam
>         >   gde wisnaya
>         >
>         >   2008/11/4 Kubu Lalang
> <[EMAIL PROTECTED]>
>         >
>         >         This is very good news:-), for the
> whole
>         > globe, and it gives so much hope - YES, CHANGE
> IS
>         > POSSIBLE!  if in America why not also in our
> country
>         > here!
>         >
>         >         Silvia.
>         >
>         >
>         >
>         >
>         >
>         >         -------Originalmeldung-------
>         >
>         >
>         >
>         >         Von: Asana Viebeke Lengkong
>         >
>         >         Datum: 05.11.2008 13:19:16
>         >
>         >         An: [EMAIL PROTECTED];
>         > [email protected]
>         >
>         >         Betreff: [bali] BREAKING NEWS
>         >
>         >
>         >
>         >         SEJARAH DUNIA LAGI...
>         >
>         >
>         >
>         >         B OBAMA PRESIDENT AMERICA.......
>         >
>         >
>         >
>         >         na... kalau sudah begitu.... ada
> american
>         > dream....tidak bisa lagi sinical soal race....
> maka
>         > orang indonesia musti juga berani muncul di
> era
>         > global... supaya nggak keliatan seperti orang
>         > primitif..... sorry yang nggak berkenan.....
>         >
>         >
>         >
>         >         satu orang mutilasi orang lain.... itu
> yang
>         > ada di halaman pertama balipost.... duh...
> kita ini
>         > ada 35 jut orang di Bali saja 220 juta di
>         > Indonesia..... ngomong tentang transformasi...
>         > ngomong tentang bagaimana kita bisa jadi
> pressure
>         > group untuk menagih janji para politisi ketika
>         > kampanye.... ngomong tentang bagaimana
> kebijakan
>         > public dilaksanakan secara transparan dan
>         > akuntable.....
>         >
>         >
>         >
>         >         sudahi kemunafikan.....
>         >
>         >
>         >
>         >         salam,
>         >
>         >         vieb
>         >
>         >
>         >
>         >
>         >
>         >
>         >
>         >
>         >
>         >
>         >
>         >
>         >
>         >
>         >   --
>         >   Gde Wisnaya Wisna
>         >   Jl.Dewi Sartika Utara 32A
>         >   Singaraja-Bali
>         >   website : www.lp3b.com
>         >
> 
> 
> 
>              
> 
> 
> 
> 
>         -- 
>         Gde Wisnaya Wisna
>         Jl.Dewi Sartika Utara 32A
>         Singaraja-Bali
>         website : www.lp3b.com
> 
> 
> 
> 
>         -- 
>         Gde Wisnaya Wisna
>         Jl.Dewi Sartika Utara 32A
>         Singaraja-Bali
>         website : www.lp3b.com


      

--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke