P Nengah Sudja yang baik,

ya PLN hanya mengalirkan 1phase saja ke desa desa, jadi kalau kita tidak 
menggunakan untuk kebutuhan pompa maka PLN tidak bersedia untuk mengalirkan 
listrik dengan 3phase, dan ini juga melalui petisi dan lain lain yang kita 
upaya dengan masyarakatnya.  

Sekarang tinggal pompa yang sanggup untuk menaikkan air karena ketinggian 328 
meter luruh horizontal, jadi kita butuh 900 meter pipa kalau landainya sampai 
keatas.  3 pompa juga tidak masalah tapi apakah bisa guarantee bisa cukup air 
sampai diatas??? pompanya yang mahal dan technologynya belum ada di bali untuk 
tarik air dengan satu pompa dengan ketinggian segitu.  

Kalau pakai pompa yang tidak terlalu mahal pipanya harus pakai pipa pp, mahal 
sekali jatuhnya dengan las dan lain-lainnya 250.000 per meter jadi untuk pipa 
saja butuh 225 juta. Airnya yang kita dapatkan hanya 100 m3 sampai ke 
penampungan paling atas (jadi tetap pakai 3 pompa estafet), tapi 100 m3??? ada 
167 KK diatas, jadi sangat kurang sekali.  

Saya pernah ikut seminar tentang renewable energy yang dilakukan oleh Bapenas, 
di Grand Bali Beach, ada juga pamerannya, tapi ketika saya tantang mereka untuk 
memasang di Br. Madia, semua mundur, terlalu jauh lah, nggak tau dimana lah... 
ah cape deh.... mendingan coba coba saja dengan cari info sebanyak sebanyaknya 
dan kalau perlu pakai technology lain yang pokoknya bisa menghantar air ke atas 
gunung tempat mereka tinggal.

Masyarakat tinggal spreading, jadi tidak cluster, ini adalah masalah juga, 
untuk merubah ini juga tidak mudah karena seperti biasa ada masalah 
kepemilikan, saya sudah sempat membahasnya dengan tokoh2 disana.

kegiatan disana saya stop sementara dari january lalu dimana kita mengadakan 
pelatihan biogas disana, soalnya banyak 'caleg' yang masuk disana, konon kalau 
caleg dapat suara di Terunyan sudah pasti menang di Bangli, jadi saya mundur 
dulu agar tidak kena domplengan hehehe.  Jadi kalau boleh GR sedikit, kalau 
saya mau 'nyaleg' wah pasti deh dapat semua suaranya..... hahahahaha mimpi kali.

kembali ke urusan air.... wait and see...

salam,
vieb
  ----- Original Message ----- 
  From: Nengah Sudja 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, March 30, 2009 5:22 PM
  Subject: [bali] Re: AIR untuk br. Madia, Terunyan


  Yth M Vieb,

   

  Seperti pernah saya sarankan dulu  (ketika Anda menyelesaikan jalan 
keTerunyan) , sebaiknya mintakan sambungan listrik ke PLN.

  Sekarang Anda menulis PLN menyanggupi penyambungan listrik 3 phase. Tapi 
kapan selesai di bandingkan dengan penyelesaian pompa solar energy?

  Beda biayanya?

   

  Jadi ada alternative teruskan minta pompa listriknya (semula dari solar 
energy) di feeding dengan listrik PLN sedangkan solar panel untuk penerangan 
desa, apa begitu maunye ?

   

  Tapi saya heran mengapa PLN mau beri sambungan hanya untuk pompa air, tapi 
tidak untuk kebutuhan lain (seperti penerangan misalnya)? Berapa sebenarnya 
kebutuhan listrik desa untuk penerangan ? Maaf, bisa saya diberi data berapa 
banyak jumlah rumah tangga di desa itu? Secara teknik  merencanakan sambungan 
listrik untuk kebutuhan lebih besar seharusnya lebih ekonomis. Atau PLN 
menginginkan untuk sementara sambungan untuk penerangan di tunda dulu? (PLN 
dinilai lagi sedang kurang pasokan ?). Atau panel surya bisa ditunda, satu 
alternative  lain?

   

  Sementara itu saya dengar Pemerintah/Dirjen LPE/BPPT melalui Pemerintah 
Daerah bagi-bagi solar panel ?!! Bisa di check dengan Pem Daerah Bali?!.

   

  Nah ini sekedar tambahan masukan. Benar sebaiknya tunggu masukan dari yang 
lain dulu , seperti  EWB/ Amrik.

   

  Semoga berhasil !!! 

   

  SALAM.

  Nengah Sudja.

   


------------------------------------------------------------------------------

  From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Asana Viebeke Lengkong
  Sent: Monday, March 30, 2009 12:10 PM
  To: [email protected]
  Subject: [bali] Re: AIR untuk br. Madia, Terunyan

   

  P Ngah Sudja yang baik,

   

  1.  Saya menyesal sekali tidak bisa bertemu dengan Bapak ketika ada di Bali, 
begitu hecticnya sampai akhirnya saya collapse juga selama seminggu terachir 
ini, syukurlah ada Nyepi yang mau tidak mau berpuasa dan tinggal di rumah dalam 
kegelapan 'lampu' tapi terang benderang bintang-bintang.  Saat Nyepi yang 
selalu saya rindukan tiap tahunnya.

   

  2.  Terima kasih sekali inputnya, saya sedang berhubungan dengan 
Energywithoutborders.com dari America yang sudah siap dengan pompa.

   

  3.  Saya baru saja selesai bicara dengan Mark dari solarpowerindonesia.com di 
Bali dan memberikan beberapa info yang termasuk dari P Nengah Sudja juga.

   

  Kita lihat sekarang bagaimana collaborasi ini dapat berlanjut dan tujuannya 
tercapai.  PLN sudah menyatakan siap untuk mengalirkan listrik 3 phase tapi 
dengan syarat untuk kebutuhan pompa air saja.  Kemudian tawaran untuk 
menggunakan solar panels tersebut juga menjadi sangat menarik.  Saya baru saja 
meneruskan link Bali dengan Amerika dan tunggu hasil diskusi mereka dan 
kebutuhan yang bisa di lengkapi oleh semua pihak.

   

  Kita tunggu ya....

   

  Selanjutnya hari Rabu, lusa ini saya akan berkunjung ke Singaraja untuk 
mendistribusikan beasiswa ke 28 murid yang akan dikumpulkan oleh P Wis di SMA 1 
Singaraja; lanjut kita ke SD 4 di Kaliasem di atas bukit, harus jalan kaki kira 
kira 300 meter di atas bukit.  Kemudian saya diundang oleh Rotary singaraja 
untuk menjadi guestspeaker di Hotel Damai, Kayuputih jam 12.00 siang...

   

  Semoga semua berjalan lancar.

   

  Salam,

   

  vieb

    ----- Original Message ----- 

    From: Nengah Sudja 

    To: [email protected] ; [email protected] 

    Sent: Monday, March 30, 2009 12:42 PM

    Subject: [bali] Re: AIR untuk br. Madia, Terunyan

     

    Yth Mbak Vieb,

     

    Sekedar masukan.

    Menaikkan air setinggi 328 meter perlu energi relative besar, tergantung 
dari aliran debit air  m3/detik yang akan  dipompa.

    Untuk itu perlu diketahui berapa besar daya (kW), putaran (rpm)  pompa EWB 
yang akan digunakan?. Pompanya saya kira tetap pompa listrik, listriknya 
dibangkitkan dengan panel surya (solar cell). Karena itu perlu dipilih / 
ditetapkan  berapa luas (m2) panel surya yang diperlukan untuk dapat 
menggerakkan pompa listrik yang dipakai?

     

    Saran saya, perlu ada rencana lengkap terkait dengan paket proyek ini !. 

     Rencana design mencakup: 

    -    rangkaian arus listrik ( besaran pompa, besaran panel surya, rangkaian 
circuit listrik, dengan tombol skakelar, system pengamanannya). Mungkin perlu 
pula  mau diadakan  penerangan listrik sekedarnya untuk instasi panel atau 
sampai ke bale banjar ?

    -    rangkaian arus air (besaran penampang pipa (cm) , penyimpanan air, 
pipa distribusinya ( ?? kalau diinginkan ).

      

    Kalau rencana design ini lengkap , komponennya bisa dipesan satu per satu 
(seperti panel surya  tersebut).

     

     

    Saran ini sekedar untuk lebih memastikan keberhasilan proyek, saran seluruh 
paket perencanaan  proyek diserahkan dulu ke EWB misalnya ?.

     

    Saya cari di mesin google : solar panel. Dan saya temukan al. ada yang jual 
panel surya di Jakarta tapi tidak di Bali. Silahkan ulangi lagi Mbak Vieb.

     

    Semoga berhasil, maaf tak bisa menjawab langsung pertanyaan Mbak.

     

    SALAM.

    Nengah Sudja.

     


----------------------------------------------------------------------------

    From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Asana Viebeke Lengkong
    Sent: Saturday, March 28, 2009 10:52 AM
    To: [email protected]; [email protected]
    Subject: [bali] AIR untuk br. Madia, Terunyan

     

    Temans yang baik,

     

    Saya mohon informasi tentang Solar panel di Bali.  Saya bekerja sama dengan 
Energywithoutborders sedang mengupayakan pengadaan air dari danau ke dusun 
Madia yang terletak 328 meter diatas desa Terunyan.  EWB sudah siap dengan 
system pompa yang menggunakan solar energy.  Pompa akan dibawa dari US dan 
Solar Panel diharapkan ada di Bali.  

     

    Apa ada yang punya informasi detail tentang Solar Panel di Bali? dimana 
bisa dibeli dan siapa ahlinya?

     

    thanks,

     

    vieb

Kirim email ke