Pan Nengah Sudja yang bijak,

untuk sementara mungkin bisa berkunjung ke 
http://imadesudiana.wordpress.com/2008/10/12/balang-tamak/
kisah lainnya juga ada disana 
(http://imadesudiana.wordpress.com/category/satua-bali/), sekedar penghilang 
dahaga sesaat.
 
cheers,
ngurah beni setiawan
P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to




________________________________
Dari: Nengah Sudja <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Senin, 6 April, 2009 16:48:27
Topik: [bali] Re: Bls: cerita dongeng punah?


M Vieb, P Ngurah Beni, Semeton 
 
Sementaraini ingin banget baca Pan Balang Tamak dalam Bahasa Bali .
Ceritakritik social asli dari Bali pada jamannya,  sudah jarang kita ketemukan 
lagi.
Kalauada copy-nya, ongkos saya ganti.
Mohondiberi tahu.
 
Suksama.
 
SALAM.
NengahSudja.
 

________________________________

From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Asana 
Viebeke Lengkong
Sent: Tuesday, April 07, 2009 3:15 AM
To: [email protected]
Subject: [bali] Re: Bls: cerita dongeng punah?
 
P Nengah Sudja,
 
Mau yang bahasa Inggris??? Bisa saya kirim ke email langsung cerita cerita yang 
diinginkan itu, kalau bahasa indonesianya banyak juga tapi berupa buku dan bisa 
di beli di Gramedia.... saya kan ada program baca melalui skype dengan anak 
anak di amerika, jadi saya banyak koleksi buku buku cerita sampai ke 
bharatayuda versi komik.. 
 
Salam, vieb
 
From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Nengah 
Sudja
Sent: 05 April 2009 22:04
To: [email protected] ; [email protected]
Subject: [bali] Re: Bls: cerita dongeng punah?
 
Semeton,
 
Sayang ya budaya mesatue akan hilang. 
Budaya tidak  statis tapi  dinamis,  terus berubah dari budaya masyarakat 
agraris ke industri modern.
Bahasa Latin juga akhirnya jadi bahasa mati, tapi tetap bisa  jadi acuan baca 
tulis, berkat dokumentasi yang baik.
 
Mohon  tanya dimana  bisa diperoleh buku cerita seperti : dari i bawang lan i 
kesuna, siap selem, i sugih lan i lacur, i belog, cerucuk kuning dll kemudian 
cerita-cerita yang bermuara dari cerita panji; itihasa , terutama pan baling 
tamak yang berisi banyak kritik social yang selalu menggugah saya sejak dulu ?
 
Karena itu system dukumentasi penting!
 
Suksama.
 
SALAM.
Nengah Sudja.
 
 

________________________________

From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of ngurah 
beni setiawan
Sent: Monday, April 06, 2009 10:57 AM
To: [email protected] ; [email protected]
Subject: [bali] Bls: cerita dongeng punah?
 
Mbo,
 
Tyang setuju, percaya atau tidak. Setiap pulang ke Bali tyang selalu sempatkan 
main ke Toko Buku Garuda Wisnu jl. Teuku Umar beli buku Satua Bali yang sangat 
sederhana.
Harganya 5000 rupiah per buku dengan 4-5 kisah didalamnya.
 
Saat ini sudah ada 10 buku yang tyang koleksi di Bandung . Karena beberapa seri 
buku sudah tidak ada lagi di Garuda Wisnu.
 
salam,
ngurah beni setiawan
PSave a tree...please don't print this e-mail unless you really need to
 
 

________________________________

Dari:Asana Viebeke Lengkong <[email protected]>
Kepada: [email protected]; [email protected]
Terkirim: Selasa, 7 April, 2009 01:14:57
Topik: [bali] cerita dongeng punah?
Subject: tradisi mendongeng di bali, punah (?)
 
Tradisi mendongeng dengan bahasa Bali hampir dipastikan akan segera menjadi 
kisah lalu. Ratusan bahkan mungkin ribuan versi cerita-cerita yang biasanya 
dituturkan di rumah-rumah akan segera memasuki fase mati suri. Sebaliknya 
tradisi membaca, tidaklah menjadi pengganti kekosongan tradisi mendongeng ini. 
kekosongan proses pengayaan rasa ini makin menguat dan tidak bisa lagi dianggap 
tidak serius. 
       Pola asuh keluarga Bali kini jauh dari tradisi mesatue; yang biasanya 
dilakukan oleh nenek, tante ataupun seorang tetangga yang dituakan. Dalam 
tradisi mesatue itu dituturkan berbagai cerita untuk membangun wawasan mengenai 
hidup: dari i bawang lan i kesuna, siap selem, i sugih lan i lacur, i belog, 
cerucuk kuning dll kemudian cerita-cerita yang bermuara dari cerita panji; 
itihasa, mahabrata dan ramayana juga berbagai mitologi di berbagai desa yang 
pelahan tidak sempat lagi dituturkan.
         Hilangnya tradisi mesatue ini akan berdampak pada kekayaan bahasa bali 
juga kualitas penggunaan bahasa bali, yang relatif menurun digunakan dalam 
proses komunikasi, dampak terdekat dari kondisi ini adalah rasa bahasa bali 
masyarakat bali akan segera menurun.Kemudian hilangnya materi cerita yang dalam 
tradisi mesatue menjadi penuh variasi dan improvisasi, pada kondisi ini; 
hilangnya alih kemampuan bertata krama dan berkomunikasi yang berdampak pada 
proses komunikasi di dalam pergaulan.
         Ancaman yanag serius dari tradisi yang hilang ini adalah percepatan 
terhadap punahnya bahasa bali, walaupun di sekolah dan  wilayah publik telah 
dilakukan upaya menguatkan tradisi penggunaan bahasa bali ,namun bangunan rasa 
itu tidak terbangun dari akar pengasuhan yakni di rumah dan di dalam keluarga.
         Dan apabila  kelak ini menjadi kenyataan maka proses tradisi yang 
dimanis serta proses budaya akan stagnan; barangkali ini perlu dicermati sebab 
Bali sangatlah bergantung kepada proses kreatif; yang berakar tidak saja pada 
tradisi agraris (yang juga pelahan lenyap) juga berakar kuat kepada budaya 
tuturnya.
 
salam
cok sawitri
 
 

________________________________

Lebih aman saat online. 
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!


      Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka 
browser. Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke