Seorang pakar politik menatakan: konflik diselesaikan dengan perundingan 
melalui jalur diplomasi. Dalam perundingan mereka berdebat, beragumentasi untuk 
membuktikan bahwa mereka yg benar. Argumentasi tentunya dengan kata2 alias pake 
mulut. Kalau pake mulut gagal tinggal pake mulut meriam. Siapa yang menang, itu 
yg benar.
Nyoman Suwela
-----------------------------------------
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Asana Viebeke Lengkong" <[email protected]>

Date: Fri, 4 Sep 2009 00:20:11 
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Subject: [bali] Artikel: Si Vis Pacem, Para Bellum




Si Vis Pacem, Para Bellum

     Damai lewat kekuatan (peace through strength; a strong society being 
arguably less likely to be attacked by enemies). Maka, "if you wish for peace, 
prepare for war." Begitulah makna Si Vis Pacem, Para Bellum.

     Lalu, apa kita mau perang? Ya, begitulah… Buku klasik pemasaran dari Al 
Ries & Jack Trout (1986) pasang judul terang-terangan soal bertempur, 
Positioning: The Battle for Your Mind. Judul buku berikutnya: Marketing 
Warfare! 

     Sekedar mengingatkan saja, ada dua prinsip dalam Marketing Warfare, 
defensif dan ofensif. Dalam principles of defensive dikatakan: 1) only the 
market leader should consider playing defense, 2) The best defensive strategy 
is the courage to attack yourself, 3) Strong competitive moves should always be 
blocked. Sedangkan dalam principles of offensive disebutkan: 1) The main 
consideration is the strength of the leader’s position, 2) Find a weakness in 
the leader’s strength and attack at that point, 3) Launch the attack on as 
narrow a front as possible. 

***

     Dalam ranah seni, setelah lagu ‘Rasa Sayange’ dan dulu beberapa corak 
batik diklaim negeri jiran sebagai heritage mereka, maka kini tari Pendet dari 
Bali disasarnya pula. Jika saat ini yang diklaim adalah tanda atau simbolnya, 
maka – jika proses pembiaran ini terus berlangsung – besok jangan heran jika 
yang diklaim adalah justru referensi tanda itu, alias teritori atau negerinya. 
Kasus Ambalat merupakan prelude saja nampaknya.

***

2)b�8���"x �֋?pAjX���'zȚ>���F��m����  
iݺ+��+�*a������Zwn��t�z����&j)m����jz����%�v��'Az�Z����j)m����˛���m�iݺ+��ޞ؋jx
 jy��[hm�b�{.n�+����v��'

Kirim email ke