Artikel yang sangat menarik dan menggugah..

Semoga bermanfaat..

Salam bahagia,

Made Sariada
www.madesariada.com 

----- Original Message ----- 
From: Anna 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Sunday, April 06, 2008 10:49 AM
Subject: [InspirasiIndonesia] Gaji Papa Berapa?


        Gaji Papa Berapa?

        Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di
        sebuah perusahaan swasta terkemuka
        di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,
        Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan 
pintu
        untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
        "Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.
        Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga 
ketika
        ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
        Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku
        nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"
        "Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
        "Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
        "Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam
        dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari 
kerja.
        Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa
        dalam satu bulan berapa, hayo ?"
        Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara
        Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak
        menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. "Kalo
        satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa
        digaji Rp.
        40.000,- dong" katanya.
        "Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew
        Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti 
pakaian,
        Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak
        ?"
        "Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
        begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
        "Tapi Papa..."
        Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya
        mengejutkan
        Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
        Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di
        kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati 
sedang
        terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.
        Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
        "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang
        malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan 
Rp.
        5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
        "Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan 
kalau
        sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
        "lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
        "Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
        puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.
        Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.
        15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka
        setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang 
Rp.
        5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
        Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu
        erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan
        harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli"
        kebahagiaan
        anaknya.


        Sumber: dari milis tetangga. 




--------------------------------------------------------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost. 

 

Kirim email ke