2008-04-07
Hello, Made Sariada,

Humm .... ini tamparan yg keras buat para pemain IT yang bisanya nggak tahu 
waktu hehehe. Begadangan terus, nggak tahu berapa jam terlewatkan.

Selamat Berkarya !
Best regards.
                                 
Saputro, Hendra W
-------------------------------------------
http://www.hendra.ws
T. 62361-8515900
M. 628123676861

======= At 2008-04-06, 14:56:00 you wrote: =======

>Artikel yang sangat menarik dan menggugah..
>
>Semoga bermanfaat..
>
>Salam bahagia,
>
>Made Sariada
>www.madesariada.com 
>
>----- Original Message ----- 
>From: Anna 
>To: [EMAIL PROTECTED] 
>Sent: Sunday, April 06, 2008 10:49 AM
>Subject: [InspirasiIndonesia] Gaji Papa Berapa?
>
>
>        Gaji Papa Berapa?
>
>        Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di
>        sebuah perusahaan swasta terkemuka
>        di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti 
> biasanya,
>        Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan 
> pintu
>        untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
>        "Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.
>        Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga 
> ketika
>        ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
>        Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku
>        nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"
>        "Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
>        "Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
>        "Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 
> jam
>        dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari 
> kerja.
>        Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa
>        dalam satu bulan berapa, hayo ?"
>        Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar 
> sementara
>        Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak
>        menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. "Kalo
>        satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam 
> Papa
>        digaji Rp.
>        40.000,- dong" katanya.
>        "Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew
>        Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti 
> pakaian,
>        Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak
>        ?"
>        "Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
>        begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
>        "Tapi Papa..."
>        Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya
>        mengejutkan
>        Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
>        Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di
>        kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati 
> sedang
>        terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.
>        Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
>        "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta 
> uang
>        malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan 
> Rp.
>        5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
>        "Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan 
> kalau
>        sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
>        "lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
>        "Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
>        puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat 
> berharga.
>        Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.
>        15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- 
> maka
>        setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang 
> Rp.
>        5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
>        Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu
>        erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan
>        harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli"
>        kebahagiaan
>        anaknya.
>
>
>        Sumber: dari milis tetangga. 
>
>
>
>
>--------------------------------------------------------------------------------
>You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
>Access, No Cost. 
>
> 

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = =





                        





Kirim email ke