Dear All,

A new article aublished at the Indonesian Peacekeepers' website at
http://pralangga.org, you may wish to share your thoughts on comment-links
available online.

Kind regards from West Africa.
-- 
Luigi Pralangga
c/o. United Nations Mission in Liberia (UNMIL)
Procurement Section, Via Diplomatic Mail
PO Box 4677 Grand Central Station
New York, NY 10163-4677, USA
Web - http://pralangga.org
-----------------------------------------------------------------------
   PRALANGGA.ORG - Our Peacekeeing Journey <http://www.pralangga.org/> [image:
Link to PRALANGGA.ORG - Articles] <http://www.pralangga.org/>

Sebuah jangkar bagi peacekeepers
ini..<http://feeds.feedburner.com/~r/pralangga-org/~3/264673677/sebuah-jangkar-bagi-peacekeepers-ini>

Posted: 05 Apr 2008 12:36 PM CDT

*Kau adalah darahku*
*Kau adalah jantungku*
*Kau adalah hidup ku lengkapi diriku oh sayang engkau begitu sempurna ..
sempurna*

Ya, itulah bait-bait *reff* dari *Andra and The Backbone*, yang harus diakui
mampu membuat bulu-roman ini bangkit berdiri-merinding-dengan-hebat
dibuatnya.

*Man, that song is so powerful for this lonesome guy..*

Sejak 4 tahun lalu, kedua kaki ini menginjakkan diri di tanah negeri permata
afrika barat.. tidak pernah terbayangkan bahwa tantangan terberat dari
penugasan ini adalah BUKAN ancaman keamanan setempat, dan bejibun-nya beban
pekerjaan yang menumpuk mengharuskan badan ini bekerja sampai malam, dan
wabah malaria yang meluas, segudang *mission hardship* lainnya – namun
melainkan rasa rindu/kangen yang menyayat hingga ke tulang sumsum ini.

*Nggak percaya khan? – Well, that's the fact – dude!*

Saya pikir, saya adalah jagoan.. ah, kangen khan bisa telepon.. ngobrol
bentar, ketawa-ketiwi..lalu lepas deh dahaga jiwa ini akan mereka yang
terkasih di seberang lautan sana.. dan kembali menjalani rutinitas. _Easier
said than done, my friend.. _

Nampaknya yang terjadi adalah tidak seperti itu. Kenyataan-nya tidaklah
setiap dari kita disini itu 'sibuk' bekerja 24 jam. Fakta berbicara bahwa,
setiap orang mesti punya saat anti-klimaks dalam keseharian-nya..

Ya saya mengalaminya saat badan ini sudah tiba dirumah, lepas dari bekerja,
entah sekitar jam 7,8, atau 9PM..mendapati diri diruang tidur yang kosong,
kawan satu-rumah mungkin sedang sibuk kongkow-kongkow di resto makan malam,
atau hang-out di bar dengan kepulan asap rokok itu.. acapkali memang saya
yang paling awal tiba dirumah dan mendapatinya dalam keadaan kosong
melompong.

Butuh sekitar 5-10 menit, termenung di kamar mandi, sembari membolak-balik
majalah yang ditaruh di wese itu. Bacaan itu tidaklah dilihat, hanya di
bolak-balik saja lembar halaman-nya sembari melirik berita bergambarnya
saja. Namun kadang untaian peristiwa yang terjadi pada hari itu, seperti
kemudian diputar ulang, play-back dalam benak ini.. apa sajakah yang sudah
dikerjakan diri ini?

*Oh iya, hari ini saya ngomel-ngomel di telepon ada beberapa vendor*
*Oh iya, saya lupa menelpon si idung pesek itu pagi tadi*
*Oh iya, belum menghubungi ibu di kampung*
*Oh iya, tadi ikut training tentang advanced security training*
*Oh iya, tadi saya kena semprot (baca: kena marah) via email dari orang
logistik belum ditindak-lanjutin*
*Oh iya, Abaigail (Putri Bungsu) bertanya ditelepon: Ayah kapan pulang?*

.. dan berjuta-juta untaian peristiwa itu deras mengalir – seperti sebuah
pertunjukan dokumenter.. hanya saja dia berlangsung di kamar mandi.

Dari situ, kadang banyak pertanyaan bermunculan.. ragu, bingung, kesal, dan
sedih.. selain dari pencapaian-pencapaian positif hari itu, bergumul menjadi
satu.. ya, sebuah evaluasi diri untuk hari itu.

4 tahun berlalu, Liberia – sebuah negara kecil di afrika barat, sudah
menjadi saksi nyata bahwa endurans dan keuletan telah dan terus diuji.
Kesabaran untuk terus berjuang menciptakan perbaikan langkah kedepan, buat
siapa? – ya buat mu.. dan buat kita berempat.. kamu, dan kedua malaikat
kecil itu dan saya..

*Kau adalah darahku*
*Kau adalah jantungku*
*Kau adalah hidup ku lengkapi diriku oh sayang engkau begitu sempurna ..
sempurna*

Wah, memang lagu ini kok ampuh sekali ya merobohkan keangkuhan diri ini..
bila saya mendengarkannya di kamar sendirian.. hari sudah gelap, dan suara
generator dibelakang itu meski bisingnya bukan kepalang, lagu ini
benar-benar nyaring benar melantun nyaring di kepala ini..

Dalam hitungan kurang dari satu menit.. dada ini menjadi sesak..
kedua mata ini menjadi berat karena kumpulan air-mata..
berat membebani mendorong keluar untuk jatuh..
nafas ini menjadi panjang dan berat sekali..
andai saja dirimu tahu.. rindu ini begitu hebat menjajah ruang jiwa..

Ah, sudah!
Everything is going to be alright. Bantah saya dalam hati.
Insyallah..

Kembalilah saya mendengarkan lagu itu.

*Hanya bersama mu ku akan bisa*
*Kau adalah darahku*
*Kau adalah jantungku*
*Kau adalah hidup ku lengkapi diriku oh sayang engkau begitu sempurna ..
sempurna*

Saya rindu genggaman tangan mu.. saya rindu genggaman tangan anak-anak itu..
gelak canda-tawa mereka sebelum tidur.. dan pertanyaan-pertanyaan itu..
akankah kamu masih mencintai saya, mau menunggu saya untuk membawa kalian
ikut serta menjalani kehidupan bersama dalam satu atap?
—————————————————
Dari beberapa jepretan lensa ini, menjumpai kawan dari berbagai kebangsaan
dan negeri yang datang bertugas pada misi pemulihan perdamaian ini, setiap
daripada kita, pasti punya mereka yang terkasih berada ribuan mil jauhnya..
apart from the uniforms that encapsulate us, making us look tough and proud
– we are only human in the inside, where us and those loved ones – the
hearts beat as one.

Tidak bisa dipungkiri bahwa: *Keluarga, Cinta,* dan *Kampung halaman* ibarat
sebuah Jangkar atau Sauh bagi *peacekeepers* yang sedang mengarungi samudera
dengan didera amuk gelombang dan angin kencang ini. Mungkin hal serupa juga
dirasakan oleh masing-masing dari mereka yang bertugas dan menggeluti
profesi sebagai peacekeepers/humanitarian workers..

Until the day I got you all wrapped around by these two hands and feeling
your heart beats as one with mine.. I am holding on, enduring the days
ahead, and keeping myself and my love in one piece.

Guys, I am sure you must have this missing feeling of the loved ones back
home. Care to share on how you guys go through the experience of such?
Really appreciate it. :-)

*PS: Thanks berat buat Dini Daniella di Surabaya – Seorang sahabat dan
pembaca setia blog ini yang telah berbaik hati berbagi file Mp3 lagu
"sempurna" ini.*

Connecting people : Karaoke Night in Khartoum
[2]<http://feeds.feedburner.com/~r/pralangga-org/~3/264538356/connecting-people-karaoke-night-in-khartoum>

Posted: 05 Apr 2008 06:07 AM CDT

Mulai tanggal 1 March 2008 kemarin; resmilah saya di pindahkan dari Port
Sudan yang menjadi duty station saya hampir 9 (sembilan) bulan lamanya.
Walaupun *short notice* dari Chief General Services bener-bener *shorter
than my current hair style*; namanya perintah ya harus dijalankan.

Kesimpang-siuran atas penempatan tugas saya yang baru sudah saya rasakan
begitu ada e-mail dari sekretaris di Headquarters. Chief Unit pernah bilang
kalau saya akan dipindah-tugaskan ke *Wau* (*Salah satu Sector di Southern
Sudan, sekedar info; Mbak Eva rencananya mau di tugaskan di sini; mungkin
mau ketemu ADAM?*) yang mana saya akan sangat senang hati menerimanya.
Anehnya *Chief of Section* bilang kalau saya sementara bertugas di Khartoum.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa saya tidak begitu "senang" dengan
Khartoum?. Khartoum buat saya seperti sosok yang tidak akan pernah saya bisa
mengerti. Selain karena luas wilayahnya sendiri; UNMIS Headquarters juga
bukanlah tempat yang mudah untuk dijelajahi, khususnya bagi staff pendatang
baru (*new arrivals*) in town seperti saya. Kantor UNMIS yang kelihatan *"agak
bertebaran"* dimana Unit Container Offices yang banyak dan "Most likely
every bodies are chiefs"…he..he.. membuat saya kurang antusias untuk bekerja
di UNMIS – Khartoum HQ.

Agak *corny* ya alasannya? Tetapi tentu saja saya suka beberapa hal mengenai
Khartoum. Karena keuntungannya adalah kita bisa menikmati sedikit "Normal
life" di Khartoum. Restaurants dengan berbagai cita rasa dan variasi jenis
hidangan. (walaupun kalau soal harga mereka sepertinya sepakat; untuk
berharga mahal). Bicara soal harga; *Khartoum is slightly less expensive
compare with the other places in Sudan*,(*Ms Eko; daftar harga sembako nya
di share ke kita ya?*)

Supermarket juga banyak pilihan dari yang agak mahal sampai yang naujubilleh
harganya! Cuman karena tidak ada pilihan lain, ya belanja juga deh sambil
berdoa moga-moga
*MSA*<http://www.un.org/Depts/OHRM/salaries_allowances/allowances/msa.htm>naik
bulan depan. He..he… according to Yuanita; indeed!

Cuman sekarang setelah sekian lama di Khartoum (tepatnya dua minggu) sudah
mulai terasa kerasannya. Walaupun *Scope of Work* mesti nyempil di
mana-mana, paling tidak dengan adanya teman Indonesia yang lebih banyak,
lumayan mengobati kekesalan akan kepindahan ini.

Apalagi baru-baru ini sempat juga *"temu anjangsana"* (ngutip istilah umum
yang di pakai jaman ORBA) dengan rekan-rekan setanah air, baik dari
civilian, kepolisian, personil Milobs TNI, dan juga staff KBRI. Atas
dukungan Yuanita, jadilah kita *berkaraoke-nite*, walaupun terus terang
waktu itu tidak banyak yang ikutan nyanyi (entah karena kurang pede; atau
belum mau merubah lahan keja untuk menjadi penyanyi) tetapi tujuan utama
untuk ngumpul paling tidak terlaksana.

Acara berlanjut lumayan seru juga malam itu. Banyak orang yang bisa datang
dengan masa pemberitahuan yang sehari sebelumnya (coordinated by Yuanita :-)
thanks ya Nit!). Kalau diijinkan untuk absent, nih mereka-mereka yang sudah
mau spending their precious time buat gabung; Staff Civilian; Mas Sulung,
Mbak Eko yang tinggalnya di Westberg…he…he…, Mbak Dian penguasa El-Fasher di
*Darfur* <http://unamid.unmissions.org/Default.aspx> pastinya juga ada Mbak
Yuanita (our favorite singer)

Dari POLRI ada; Mas Ary Laksmana (sesepuh POLRI di UNMIS), Mas Budi, Mas
Tommy, Mas DaCosta (tambahin dong kalo ada lagi)

Dari TNI ada; Mas Sarwono,juga ada Mas Tri

Dari KBRI; pastinya pasangan Sophan Sophiaan/Widyawati versi Khartoum, Mas
Iman dan Mbak Tari

Juga jangan lupa the only one and always our favorite and reliable
Indonesian in Khartoum Mas Taufik, yang walaupun bukan UNMIS/UNAMID buat
kita sudah kayak motto salah satu brand mobile phone "Connecting People"

Buat yang udah ngebantu dengan camilan and the gank, thanks berat. Buat yang
belum sempet ngumpul bareng; kita broadcast nanti kalau ada acara
lagi…he…he…

*buat mas-mas di TNI dan POLRI; sorry kalau jabatan dan kepangkatannya tidak
ditulis, masalahnya saya tidak begitu mengerti istilah-istilah kepolisian
dan kemiliteran,sekali lagi mohon maaf!*
  You are subscribed to email updates from PRALANGGA.ORG -
Articles<http://www.pralangga.org/>
To stop receiving these emails, you may unsubscribe
now<http://www.feedburner.com/fb/a/emailunsub?id=5178864&key=T7Dd0G3YyY>
. Email Delivery powered by FeedBurner If you prefer to unsubscribe via
postal mail, write to: PRALANGGA.ORG <http://pralangga.org/> - Articles, c/o
FeedBurner, 20 W Kinzie, 9th Floor, Chicago IL USA 60610

Kirim email ke