Ancak,
Saya hanya melihat paragraf terakhir tulisan anda
Saya akan tetap mengkampanyekan hemat energi 
saya pikir itu yang paling layak dilaksanakan...
 
ngurah beni setiawan
P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to



----- Original Message ----
From: ancak ramone <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, May 7, 2008 4:33:18 PM
Subject: Re: [baliblogger] welcome to new dark ages


kenapa menghabiskan energi untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah?? ?
 
Anda lupa, kebijakan pemerintah itu poin penting jika kita ingin melakukan 
perubahan...
jika kita berbicara tentang penyelamatan lingkungan, mempengaruhi kebijakan 
adalah salah satu poin untuk dirubah.
 
Kenapa anda harus hemat energi, jika kebijakan pemerintah mendorong 
digunakannya energi terbarukan misalnya solar panel sehingga semua orang bisa 
pakai???
 
Kenapa kita harus hemat BBM jika pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk 
memfasilitasi transportasi publik, sehingga kita tidak perlu lagi naik mobil 
atau motor pribadi???
 
 
"jika saling tuntut akan berdampak buruk bagi budaya masyarakat.. "
dampak buruk yang seperti apa yang disebabkan kalau kita menuntut hak kita 
kepada pemerintah yang seharusnya melayani kita???
 
Pemerintah bukanlah tuhan yang harus kita anggap selalu benar dan justru 
sebaliknya.. .jika kita terlalu permisif pada negara, maka kita akan menjadi 
korban negara karena dia punya alat kekerasan... sedangkan rakyat tidak 
memiliki senjata, hanya berteriak dan protes yang menjadi jalan bagi rakyat 
untuk menyatakan ketidak puasannya saat ini...
 
Begitu juga kebijakan internasional juga bukan Tuhan yang tabu untuk kita 
kritik...dia tidak datang begitu saja dari langit...tapi lahir dari 
kepentingan- kepentinga. ..
 
Saya akan tetap mengkampanyekan hemat energi selain itu akan mendorong negara 
memfasilitasi pilihan-pilihan yang lebih baik bagi rakyatnya... karena 
atomisasi bukan jawaban atas semua permasalahan. ..
 
Ancak

--- On Wed, 5/7/08, ngurah beni setiawan <setiawan_beni@ yahoo.com> wrote:

From: ngurah beni setiawan <setiawan_beni@ yahoo.com>
Subject: Re: [baliblogger] welcome to new dark ages
To: baliblogger@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, May 7, 2008, 2:15 AM


Ancak,
 
Senang mendengar bahwa makin banyak kawan yang sadar akan hemat energi. Kenapa 
tidka melakukan kampanye hemat energi saja daripada menghabiskan tenaga untuk 
berusaha mempengaruhi keputusan pemerintah.
 
Lagipula, jika sikap saling tuntut terus dijalankan ini akan berdampak buruk 
bagi budaya masyarakat. Kita akhirnya hanya akan bisa menuntut orang untuk 
memperhatikan kita tanpa ada usaha untuk memperbaiki diri.
 
Kampanyekan saja gerakan hemat energi, itu lebih berpikir jauh kedepan. 
lagipula, seperti sebelumnya saya katakan, demo tidak akan pernah efektif. Anda 
tidak saja berusaha mengubah sikap pemerintah tapi juga berhadapan dengan 
kebijakan dunia.
 
Mulailah tengok diri sendiri.

 
ngurah beni setiawan
P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to



----- Original Message ----
From: ancak ramone <ancakramone@ yahoo.com>
To: baliblogger@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, May 7, 2008 3:47:46 PM
Subject: RE: [baliblogger] welcome to new dark ages


Saya sepakat dengan Bli Artana
terkadang kita memandang remeh apa yang orang lain lakukan.
 
Untuk Ngurah Beni,
Anda bertanya, apakah orang yang turun ke jalan melakukan penghematan? ?
 
Saya bekerja di WALHI dan mengkampanyekan penghematan konsumsi SDA dan energi 
lewat World SIlent Day...dan saya bersama organisasi telah melakukannya jauh 
hari sebelum BBM direncanakan untuk naik
 
Jadi anda tidak perlu sangsikan lagi...jika anda tidak percaya silahkan datang 
ke WALHI Bali sendiri...
 
Namun tentang kenaikan BBM adalah prihal yang berkaitan dengan tanggung jawab 
negara terhadap pemenuhan hak-hak dasar warga negaranya..tidak mungkin 
menaikkan harga BBM tanpa memberi pilihan-pilihan bagi warga negara...
 
misalnya kita yang hidup di urban bisa saja melakukan penghentikan penggunaan 
motor atau mobil pribadi jika kita diberikan pilihan berupa jalur sepeda dan 
transportasi publik...begitu juga nelayan, usaha rumah tangga, tukang ojek, 
supir truk, harus diberikan pilihan energi pengganti yang membuat mereka tetap 
dapat berproduksi. ..

Karena memang tanggung jawab dari negara ini untuk memfasilitasi warga 
negaranya... karena kita telah bayar mahal mereka untuk melayani kita,...jika 
mereka tidak becus, kenapa harus punya NEGARA???
 
ANcak
 

--- On Mon, 5/5/08, Artana <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: Artana <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: RE: [baliblogger] welcome to new dark ages
To: baliblogger@ yahoogroups. com
Date: Monday, May 5, 2008, 12:21 PM


Setiap orang punya cara yang menurut pribadinya cocok. 
Kita hargai semua itu, toh semua bertujuan untuk kebaikan kita bersama. Walau 
sekecil apapun tindakan dan perilaku kita, (sepanjang arahnya benar) BUKANLAH 
suatu pekerjaan yang SIA-SIA (termasuk turun ke jalan). Efektifitas dan 
kebenaran suatu tindakan tidak bisa kita ukur dari kacamata kita sendiri yang 
(mungkin) punya jalan dan idealisme  yang berbeda. Tidak perlu kita 
mempertanyakan, apalagi apriori pada cara yang ditempuh orang lain, karena itu 
adalah sebuah pilihan.
Satu hal,
Kita harus sadari bahwa pilihan turun kejalan diambil tidak terlepas dari 
budaya kita yang masih perlu tekanan untuk bisa berubah. Perubahan tidak akan 
pernah terjadi tanpa sebab. Jadi menurut saya hal itu masih PERLU walaupun itu 
semua ada konsekuensinya, sama seperti pilihan atau cara lain yang  kita yakini 
benar.
 
Salam damai,
Wayan Artana.
 
 
----- Original Message ----- 
From: ngurah beni setiawan 
To: baliblogger@ yahoogroups. com 
Sent: Tuesday, May 06, 2008 6:22 PM
Subject: Re: [bali-bali] RE: [baliblogger] welcome to new dark ages

Kawan,
 
Hemat energi seperti salah satu poin yang disampaikan asn adalah salah satu 
gerakan yang kerap kita lupakan.
Turun ke jalan dan demo anti kenaikan BBM tidak pernah efektif selama ini.
 
kenapa tidak mulai dari diri sendiri untuk ber-Hemat. Selama ini kita selalu 
sibuk memikirkan sesuatu yang menjadi kewajiban orang lain. Kita berusaha 
mati-matian mengubah sebuah sikap dan kita lupa akan kewajiban kita sendiri. 
Ya, berhemat itu maksudnya.
 
to be honest, saya selalu mengusahakan hemat energi sejak kuliah dulu sampai 
sekarang.
Apakah anda juga hemat energi? termasuk kawan-kawan yang turun ke jalan

salam, 
ngurah beni setiawan
P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to

. 
 

________________________________
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. 
________________________________
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.  

________________________________
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.  


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke