Bli, saya baca di Kompas 4 hari berturut-turut tentang panel surya.
LIPI sudah melakukan penelitian, cuman kesulitan masalah pasar saja.
Memang efisiensi masih kecil (10%) tapi sudah cukup ekonomis untuk
daerah tropis seperti Indonesia. Tapi anehnya tidak ada respond
apa-apa dari aparat berwenang tentang promosi ini. Cuman adanya proyek
dari pemerintah untuk penyediaan sumber energi bagi daerah terpencil
menggunakan panel surya. Sedangkan kebijakan untuk memasalkan
penggunaan panel surya ini belum ada. Jadi memang belum ada niat
pemerintah untuk serius menggunakan energi alternatif. Pemerintah
masih terninabobokan sama broker-broker kartel minyak. Mungkin buat
kepentingan oknum pertamina doang.
Selain itu kompas hari ini ada gambar penggunaan tenaga ombak untuk
pembangkit tenaga listrik. Sayang penggunaan tenaga alternatif ini
tidak serius. Bahkan PLTU sedang dibangun di Kubu Karangasem. Dengan
menggunakan batu bara. Padahal Kubu adalah daerah sangat panas yang
sangat potensial bagi penggunaan tenaga surya...
Mengenai usaha kampus, sudah sangat banyak penelitian mengenai energi
alternatif. Di kampus saya sudah ada penelitian tentang pengguanaan
biogas pagi peternak di Lembang. Saat ini sudah dikomersilkan dengan
harga 1.5 juta rupiah. Selain itu juga sudah dibuat produk panel
surya. Tapi ga ada yang beli. Jadilah produk gagal.
suksma

http://proletarman.wordpress.com


--- In [email protected], ngurah beni setiawan
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas heru,
> Energi terbarukan itu banyak dan memang mahal. Bukan karena
pemerintah tidak cerdas, tapi karena memang teknologi baru sarat
dengan mahalnya Hak Cipta.
> Seperti layaknya hal lain, Teknologi baru bukan mahal dalam hal
bahan baku, tapi lebih pada kekayaan intelektual. Seiring waktu, ini
pasti akan menjadi murah.
> Solar cell salah satunya, berkutat di cara untuk menghasilkan
high-storage battery. Micro-hydro yang sepertinya masih berkutat
meningkatkan efisiensi motor. Dan tentunya biofuel, mas Heru bisa
lihat postingan tyang sebelumnya tentang memilukan tentang hal ini.
> Jadi, agak pesimis rasanya jika mengharap teknologi baru akan
langsung murah. Yes, kalo dari segi bahan baku, tapi ada HAKI dibalik
teknologi baru itu.
> 
>  
> ngurah beni setiawan
> P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: siapa_heru <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, May 8, 2008 10:51:19 AM
> Subject: [baliblogger] energi terbarukan... was Re: welcome to new
dark ages
> 
> 
> tentang energi terbarukan yang katanya berbiaya mahal. persoalannya ya
> karena pemerintah gak cerdas. juga masih keenakan pakai energi habis
> pakai.
> 
> lagipula, begitu banyak sarjana teknik elektro dan teknik kimia di
> indonesia. masa' gak ada yang bisa menemukan produk energi terbarukan
> yang murah harganya.
> 
> mestinya kampus concern nih masalah beginian. jadikan tema wajib buat
> skripsi atau tesis. terus publikasikan. tinggal diambil hak ciptanya
> sama pemerintah, terus diproduksi. pasti ok. itu kalo pemerintahnya
> cerdas... :)
> 
> salam,
> heru
> http://kataheru. com
> 
> > ----- Original Message ----
> > From: ancak ramone <ancakramone@ ...>
> > To: baliblogger@ yahoogroups. com
> > Sent: Wednesday, May 7, 2008 4:33:18 PM
> > Subject: Re: [baliblogger] welcome to new dark ages
> > 
> > 
> > kenapa menghabiskan energi untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah?? ?
> > 
> > Anda lupa, kebijakan pemerintah itu poin penting jika kita ingin
> melakukan perubahan...
> > jika kita berbicara tentang penyelamatan lingkungan, mempengaruhi
> kebijakan adalah salah satu poin untuk dirubah.
> > 
> > Kenapa anda harus hemat energi, jika kebijakan pemerintah mendorong
> digunakannya energi terbarukan misalnya solar panel sehingga semua
> orang bisa pakai???
> 
>  
> 
> 
>      
____________________________________________________________________________________
> Be a better friend, newshound, and 
> know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now. 
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
>


Kirim email ke