Memang seharusnya seperti itu..Masyarakat harus dididik untuk mandiri
terhadap energi. Sehingga tidak perlu membangun pembangkit listrik
yang besar..Cukup yang kecil dan bersumber dari kekayaan lokal,
seperti limbah tahu tadi.. 

Di desa-desa di Bali banyak juga peternak, tapi karena tidak tahu,
maka kotorannya hanya dijadikan pupuk kandang saja. Padahal ini sangat
potensial jika diolah menjadi biogas. Selain itu Bali  ada Subak,
sehingga kaya akan saluran air mini (parit). Ini sangat potensial
untuk mikrohidro. Daerah pesisir Bali cukup panas sehingga potensial
untuk sel surya (pa lagi buleleng yang terkenal dengan gumi panes).
Dan bagian selatan yang berhadapan dengan Samudera Hindia, sering
terkena ekor badai sehingga potensial untuk pembangkit listrik tenaga
angin.. 
Kalau ini dilaksanakan, tidak mustahil Bali akan mandiri secara energi
dan tidak sampai membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang
bermasalah bagi lingkungan dan mungkin rencana Pembangunan Pembangkit
Listrik Tenaga Uap dengan bahan bakar batubara di Kubu, Karangasem
tidak diperlukan lagi (PLTU batubara sangat membahayakan kesehatan
pernapasan penduduk sekitar PLTU)

suksma
http://proletarman.wordpress.com



Kirim email ke