Setuju, Pangkas gaji pejabat negara dan parlemen. Ubah mental boss Pertamina untuk jadi "kuli" *satu catatan bli gendo, saya salah satu contoh yang kena pajak progresif tapi selalu mangkel karena sing ada ape di pembangunan! ngurah beni setiawan P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to
----- Original Message ---- From: wayan suardana <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, May 21, 2008 3:28:45 PM Subject: Balasan: Re: [baliblogger] Sepuluh Tahun Lalu... saya tidak trauma bung!! tidak ada satu alasanpun yang membuat saya harus trauma. anda betul bahwa Saya memang tidak sepakat dengan kenaikan BBM bahkan sampai detik ini. Logika mana yang menjelaskan bahwa kalo tetap mensubsidi BBM maka hutang makin meningkat? maaf, kalo kita bicara analisis kenaikan BBM oleh Rezim SBY-KALLA seharusnya kita tidak hanya menganalisis dipermukaan. tidak sebatas melihat seolah2 ada korelasi yang kuat antara pencabutan subsidi dengan penambahan hutang. anda patut tahu bahwa keduanya tidak selalu paralel. harga BBM naik karena negara defisit???? kalo demikian kenapa tidak melakukan efisiensi anggara dengan memotong dana anggaran RUTIN dalam APBN maupun APBD???? 60% APBN dan APBD habis untuk anggaran rutin. harga BBM naik karena negara tidak mampu mensubsidi?? ? Kalau demikian, kenapa uang pajak rakyat yang dikelola oleh Bank Indonesia dibuang2 untuk menutupi BLBI (para banker yang memakai uangnya untuk "judi" valas dan ketika kalah langsung bangkrut) Lalu kalau sedang defisit, kenapa bunga utang para pengemplang BLBI di putihkan???? kalau Harga BBM dinaikan karena negara tidak mampu mensubsidi rakyat??? lalu kenapa Presiden, Wapres DPR dan pejabat negara mengalami kenaikan tunjangan dan fasilitas mewah yang selalu digelontorkan? ??? Kalau BBM dinaikan agar negara tidak mensubsidi orang kaya? lalu kenapa tidak memberlakukan pengenaan pajak progresif. lalu bagaimana imbasnya?? Kenaikan harga BBM akan memberikan efek domino terhadap sektor yang lain termasuk harga-harga barang publik akan naik. lalu daya beli masyarakat menurun pengangguran tambah banyak tenaga kerja menjadi murah ...modal asing dengan berkedok investasi akan datanng rame2 karena mendapat tenaga kerja yang sangat....sangat murah. Trus, kalo melihat potensi bangsa ini, kenapa rezim SBY-KALLA tidak pernah menyiapkan infra dan supra struktur untuk menghadapi dampak kenaikan harga minyak?? 1. kenapa tidak memangkas korupsi di Pertamina yang menjual BBM dengan harga tangan ketiga? serta tidak memangkas calo2 BBM di Petamina? 2.mengapa pula tidak memanfaatkan Potensi SDA sendiri. mengapa harus menambah kontrak karya freeport selama 20 tahun dan juga kontrak karya dengan PT Newmont. anda patut tahu emas ditambang di NTT oleh Newmont dengan menggelontor hutan rakyat dan rakyat kehilangan corak produksi. Sementara limbah NEwmont itu dibuang kelaut Indonesia sebanyak 100.000 TON per hari!!! sementara rakyat dapat bengeknya mereka dapet teteknya. gaji Dirutnya aja 35 Milyard sebulan (hahhaha adil ga??) 3. Logika yang lain, hari ini GARUDA INDONESIA udah mulai untung ...kok ma;ah mau dijual emangnya aset harus dijual. bedaiin dunk ngurus perusahaan dengan ngurus aset negara. dan bayangkan kalo itu dikelola negara sendiri?? berapa duit yang bisa didapatkan untuk mensubsidi rakyat? Pernah mendengar Washington Konsensus??? ? Kesepakatan yang diprakarsai oleh WORLD BANK, IMF dan DEPARTEMEN KEUANGAN USA. ada 8 point yang ditawarkan dalam washington Consensus diantaranya: 1. Pencabutan Subsidi bagi rakyat oleh negara 2. Menaikan harga barang-barang kebutuhan publik 3. mengutamakan investasi asing Inilah syarat -syarat yang harus dipenuhi oleh SBY-JK jika ingin mendapatkan HUTANG BARU !!!!! makanya SBY-KALLA selalu berusaha menaikan harga2 publik dengan mencabut subsidi. ini logika impelrialisme dan neoliberalisme. Saat ini kebetulan menemukan momentum dan alasan pembenar akibat kenaikan harga minyak dunia. lalu apa alasan yang anda sampaikan, bahwa menolak kenaikan harga BBM dan menolak pencabutan Subsidi = Pro terhadap hutang luarnegeri?? ? kalau anda paham tentang washington consensus maka anda juga akan paham jawabannya bahwa Menolak kenaikan harga BBM adalah = menolak hutang baru !!!!!! kalau anda mau lebih jelas silahkan baca buku saya "MENGAPA SAYA BAKAR GAMBAR ESBEYE" (maaf sambil promosi hehehehe), disana anda dapat membaca dan mencermati analisis saya dan kawan2 demonstrans lainnya tentang alasan kami menolak kenaikan harga BBM serta solusi yang kami tawarkan dengan nama 9 jalan kebajikan. dan sebagai penutup, kalau negara krisis jangan cma rakyat yang disuruh ikat pinggang kenceng2.... pejabat juga dunk !!! TRIMS GENDO http://gendo. multiply. com I Nengah Sumerta <nengah.sumerta@ gmail.com> wrote: So?? What do you think friend??! Gendo tidak sepakat dengan kenaikan harga BBM khan?? Tapi Gendo sndiri tahu klo subsidi hanya akan menambah hutang Negara?? Kok kontradiktif? ?! Trauma ya??!! Pejot PS 1 # ________________________________ From:baliblogger@ yahoogroups. com [mailto: baliblogger@ yahoogroups. com ] On Behalf Of wayan suardana Sent: Tuesday, May 20, 2008 11:46 PM To: baliblogger@ yahoogroups. com Subject: Balasan: Re: [baliblogger] Sepuluh Tahun Lalu... Kalo ada yang rindu dengan keadaan seperti sebelum sepuluh tahun lalu.. di saat premium masih di kisaran seribuan per liter, atau bahkan merindukan masa jauh sebelum itu.. disaat merasakan bensin 500 rupiah/liter. maka kita ada pada kerinduan yang sama tapi dengan keinginan yang berbeda! saya sanmgat tidak ingin keadaan seperti sebelum atau bahkan jauh sebelum 10 tahun lalu... betul harga bensun murah.... betul harga sembako murah... tapi semua adalah keadaaan MURAH yang seolah-seolah, nyatanya semua itu disubsidi dengan hutang luarnegeri yang terus menerus menumpuk. hutang-gutang yang selalu dikorup oleh kroni2 ORBA . lalu ketika jatuh tempo...maka kiamatlah bagi rakyat Indonesia . Orang2 yang tidak tau apa2 tentang utang luar negeri tapi kemudian disuguhi dengan bayaran utang yang melimpah 7 juta per orang. Gila!!!!! itukah kondisi yang kita inginkan?? kemakmuran semu. sesungguhnya keadaan sekarang, keadaan yang selalu anda sesali ini adalah keadaan sesungguhnya pada zaman sebelum 10 tahun lalu. harga-harga murah adalah alat tipu rezim. harga murah yang dibangun dari utang. mereka selalu membangga-banggakan utang luar negeri...... ... Ngutang kok bangga dan ga segan-segan berkata di media massa "kita bangsa yang terhormat karena asing percaya memberikan bantuan utang ke kita!" (hauhauauahua laknat). hanya satu yang bener2 murag dan bukan tipuan rezim pada waktu sebelum 10 tahun yang lalu yaitu: HARGA NYAWA RAKYAT !! thx gendo (hanya seorang multiplyer, hehehe) http://gendo. multiply. com/ "www.TonnyTrisnawan .com" <[EMAIL PROTECTED] .com> wrote: Dan Ironis nya.. setelah aksi demo pro reformasi sepuluh tahun lalu.. nasib bangsa ini tidak kunjung membaik.. dan boleh dibilang semakin terpuruk. Kita jadi berpikir.. ah... seandainya seperti sebelum sepuluh tahun lalu.. di saat premium masih di kisaran seribuan per liter, bahkan jauh sebelum itu.. saya masih sempat merasakan bensin 500 rupiah/liter. Seandainya seperti sebelum sepuluh tahun lalu.. di saat hanya dengan uang Rp 600, saya bisa beli sate kuah lengkap dengan nasi putih dan teh botol nya dibilangan GOR Ngurah Rai Denpasar. Hari ini 100 tahun kebangkitan Nasional, pemerintah memberikan kado istimewa berupa rencana kenaikan BBM tiga hari lagi. Beberapa hari yang lalu, saya mendapat forward-an email dari salah satu teman. Mungkin teman2 di sini juga sudah dapat. saya sendiri juga nggak tahu tingkat keakuratan dan kebenaran isi attachment nya. attachment berisi lebih kurang semacam perhitungan yg menyatakan bahwa BBM tidak perlu naik. Jadi teringat cerita cupak grantang ngadek Ratu... Cupak yg pertama jadi Raja.. yg haus kekuasaan dan keserakahan. . lalu digulingkan oleh I Grantang. Lalu I Grantang naik tahta jadi Raja. Apa yg terjadi? Lama-kelamaan, lambat laun, Wajah I Grantang berubah secara perlahan.. lama2 kok muka nya jadi mirip Cupak ya.. :D Selamet gen.... jeg benyahang mekejang Ru!! T. 2008/5/20 yoskebe <[EMAIL PROTECTED] com>: Semeton Blogger... Sepuluh tahun yang lalu, pasti masih melekat disemua ingatan bulan Mei 1998 merupakan bulan penuh dengan gempita demonstrasi di seluruh pelosok negeri, terutama di kampus-kampus. Salah satunya di kampus Udayana. Cengkeraman kuku-kuku rejim Orde Baru yang semakin kalap berusaha menekan setiap elemen yang berusaha menyuarakan ketidakadilan yang semakin menjadi-jadi ditengah keterpurukan bangsa. Saya tidak bercerita tentang heroik binti nasionalisnya semua yang bergerak mengepalkan tangan dan melepas suara hingga habis demi menjadi bagian dari "voice of the voiceless" dan mewujudkan "vox populi vox dei" namun ada sisi menarik dari semua gegap gempita itu. Panggung demonstrasi dan ajang turun ke jalan kemudian menjadi satu lahan empuk bagi beberapa gelentir orang untuk unjuk muka disaat itu. Semua upaya unjuk muka itu entah dilatar belakangi oleh tujuan apa tak seorang pun bisa menebak, karena itulah dunia politik, penuh dengan intrik bermuka sepuluh. Maka tak heran, pada rapat2 persiapan demo dan dalam percakapan dikalangan terbatas muncul istilah 'SELEBRITI AKSI" yang ditujukan pada oknum2 yang berusaha mencari eksistensi diri demi melabelkan diri sebagai orang yang terdepan menyuarakan amanat penderitaan rakyat. Sungguh dan sungguh lucu jika melihat kelakuan para selebriti aksi itu. Pada saat panggung dibuka, mereka dengan sigap berdiri didepan kemudian jika suasana beralih ke warming up untuk head to head dengan barisan polisi anti huru hara posisi pindah menuju barisan paling belakang, nah pada saat pentungan pertama beradu dengan batok kepala maka para selibriti aksi dengan sigap mengambil langkah seribu menyelamatkan diri. Apa yang terjadi setelah semua adu pentungan dan harumnya gas air mata reda ? Selebriti aksi dengan gagah rupawan berada dibarisan depan dengan memasang tampang penuh percaya diri untuk siap berbicara didepan kamera, tape recorder para pemburu berita. Ah.. andaikata koran di kota kita sudah memberi ruang berita dengan tanda bintang (xx*) pasti sang selebriti aksi tak perlu sampai membuat rambutnya kacau baliau karena tertiup angin saat lintang pukang mencari persembunyian. Dari tingkah polah selebriti aksi itu aku sendiri bisa menilai siapa sebenarnya yang benar-benar menyuarakan semua ketidakadilan tanpa bermain sandiwara diatas penderitaan orang lain. Dari sana aku sendiri bisa menilai siapa yang konsisten akan sikap dan keberanian untuk mengambil segala risiko atas setiap cara-cara yang dipakai oleh sebuah rejim dalam memberangus kemerdekaan berpikir dan penyeragaman sosial di negara ini. Selibriti aksi tak mesti ada hanya diajang demontrasi jalanan, ia pun kadang hadir dalam kehidupan sehari-hari kita bahkan didunia yang ada persis di depan mata. Duduk diam dengan manis demi keselamatan diri sendiri disaat rejim baru mulai memberangus kemerdekaan kita dalam menyampaikan pendapat, sekalipun kita bisa mempertanggungjawab kannya, merupakan salah satu perbuatan yang dilakukan oleh selebriti aksi disepuluh tahun yang lalu. Matur suksma, Yos Kebe mosalaki.multiply. com -- ------------ --------- --------- --------- ----- www.tonnytrisnawan. com Do not print this email, save your paper! paperless... paperless... paperless... ________________________________ Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga. No virus found in this incoming message. Checked by AVG. Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.23.21/1455 - Release Date: 5/19/2008 5:04 PM ________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

