Waks..

Duuhh, saya jadi ngga enak nihh Bang Nengah. Syukur dehh istrinya ngga 
kenapa-napa yaa.

Makasih untuk infonya yaa...

Sehat dan bahagia selalu..
D

I Nengah Sumerta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                   
  Hallo Bung Dodie, maaf atas keterlambatan balasanya….
  Istri saya kecelakaan motor, padahal dia lagi hamil 9 bulan, saya harus 
bolak-balik bawa dia ke dokter untuk check-up, syukurlah gak ada yang serius….
   
  Back to Topic, saya akan segera mengupload Freedom or security-nya Robert 
Taro Kiyosaki, tapi Speedy di Ubud lagi jammed! Untuk referensi awal mungkin 
akan sangat bagus kalo bung Dodie bisa dengerin The cashflow quadrant dulu, itu 
sudah saya pasang di multiply saya.
   
  Sekedar gambaran awal, audio books ini ingin menyampaikan apa yang harus 
dilakukan oleh seorang warga Negara untuk kebaikan Negara dan dirinya sendiri, 
  Disc 1
  http://pejot1joshy.multiply.com/music/item/18/Cashflow_Quadrant_Disc_1
   
  Disc 2
  http://pejot1joshy.multiply.com/music/item/45/Cashflow_Quadrant_Disc_2
   
  Disc 3
  http://pejot1joshy.multiply.com/music/item/45/Cashflow_Quadrant_Disc_3
  itu bisa di play, dan bisa di download pake Realplayer
   
  Selamat mendengarkan!
   
   
      
---------------------------------
  
  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of 
Dodie Christian
 Sent: Monday, May 26, 2008 3:14 PM
 To: [email protected]
 Subject: Re: Balasan: Re: [baliblogger] Sepuluh Tahun Lalu...
  
   
        Dear Bung Nengah Sumerta,
 
 Seneng deh bertukar pikiran sama anda, pembicaraan ini sudah mulai melebar ke 
bentuk wacana. Thats great!!!
 
 Yang masalah "telan mentah-mentah" itu di skip aja yaa, kalo anda berpikir 
anda tidak seperti demikian, bagus lahh..!!!
 
 Saya dah browse kemana-mana tapi ga nemu karya si Robert Taro Kiyosaki (Robert 
Caro Kiyosaki??) yang anda maksud, jadi kalo ada saya mau dong =) 
 
 Pembicaraan kita menitikberatkan pada Information Age. Tentu aja untuk menilik
 tentang apa itu 'Information', mau tidak mau kita harus bersinggungan langsung 
 dengan struktur sosial di dalam suatu lingkungan tertentu. Karena perkembangan
 'Age' yang kita bahas kemaren adalah merupakan perkembangan aktivitas sosial 
yang terjadi secara nyata dan langsung.
 
 Saya belum tahu bagaimana isi e-book nya Kiyosaki dalam membedah masyarakat 
sosial apakah dia membedah berdasarkan kondisi di 'western' sana?? atau 
mana...??
 
 Jadi ingat dengan bukunya Fukuyama ttg The End of History, dimana dia 
beranggapan bahwa manusia akan menggapai kontrol atas dirinya sendiri dibawah 
demokrasi liberal, namun kenyataannya...?? manusia mana yang mampu memegang 
kontrol atas hidupnya, jika tanah dan hutannya telah dikuasai oleh perusahaan 
komoditas?? 
 
 Nah, email saya yang lalu itu menjabarkan bagaimana Infomation itu merupakan 
 interaksi sosial yang dimediasi oleh media-media elektronik. Dan media 
elektronik tersebut merupakan representasi dari interaksi sosial. Dimana segala 
yang merupakan hasil kerja manusia telah mencuri kehidupan manusia dan berubah 
menjadi kehidupan manusia itu sendiri. 
 
 Selain menjadi representasi, media tersebut juga menjaga agar terus seperti 
ini. Ilustrasinya: selain hidup dalam mimpi tetapi juga selalu ingin untuk 
tetap tidur... 
 
 Sadar atau tidak sadar... kehidupan manusia telah dimediasi oleh semacam 
kepasifan, yang memisahkan manusia dengan interaksi langsungnya, 
 semisal yaaa BBC kita ini..
 
 Mungkin saja Bung Nengah melupakan, bahwa informatif yg bung Nengah jelaskan 
dalam "pemerintah tidak akan mengurangi subsidi BBM, kalau tidak tahu kalau 
harga minyak dunia naik, dalam hal ini, informasi menjadi hal yang
 PALING menentukan..." - ini tetap mengarah pada kebutuhan Industri dunia.
 
 Jadi saya bukan menekankan bentuk media-nya tetapi bagaimana media tersebut 
menjadi alat pemisah manusia untuk menjadi pasif, dan interaksi keseharian kita 
terakumulasi kedalam bentuk media representatif itu tadi.
 
 Demi kepentingan siapa..?? Saya pikir sudah cukup jelas...
 
 
 well, panjang yaa cuap-cuapnya..=), 
 *yang bagi sebagian orang mungkin membosankan...*
 
 
 
 SupJamur
 D
 
 
 I Nengah Sumerta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        Hall bung Doddie! 
 
 Terima kasih atas sumbang-saran-nya, ini adalah bentuk intelektualitas
 praktis, berdebat dalam kedewasaan, I loved it
 
 Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih memuaskan tentang mengapa saya
 ikut berpikir bahwa pola hidup kita sudah di information age, 
 
 Saya sarankan anda untuk mendengarkan audio book dari Robert Taro
 Kiyosaki yang berjudul FREDOM or SECURITY.
 
 Saya mendapatkan penjelasan yang sangat logis tentang mengapa pola
 tingkah laku yang terbiasa kita lakukan di Industrial Age will not
 work in Information Age
 
 Klo Bung Doddie mau, saya bisa uploadkan di Free server dan bisa di
 download bebas selama 1 bulan.
 
 Saya sepakat dengan yang Bung dodie sebutkan di bawah, tapi ada yang
 kurang masuk dalam pola pikir saya.
 
 Bagi saya information age adalah, ketika segala sesuatunya dilakukan
 dan direncanakan dan diputuskan dengan pertimbangan informative, atau
 telaah informasi tentang sesuatu itu sendiri. Anggap saja seperti ini:
 pemerintah tidak akan mengurangi subsidi BBM, kalau tidak tahu kalau
 harga minyak dunia naik, dalam hal ini, informasi menjadi hal yang
 PALING menentukan, Saya kurang sepakat kalau bung Doddie bilang "Dunia
 Infomasi; ketika pecakapan dan segala interaksi itu telah dimediasi
 oleh komputer, internet, telpon seluler, teknologi GPS, internasional
 brand, kehebatan MLM" (contohnya: goyangan ngebor Inul Daratista
 sangat terkenal dipelosok Indonesia, padahal Inul sama sekali tidak
 menyewa agen periklanan untuk memasarkan goyangannya. Tetapi melalui
 "mulut-ke-mulut" oleh masyarakat kita)
 
 Ini kontradiktif, Information age menitikberatkan pad INFORMASI-nya
 bukan MEDIA-nya!
 
 Kalau di industrial age, andamemelihara sapi, atau menanam cabai tanpa
 melakukan analisis pasar dulu toh?? Tapi langsung gitu aja!
 
 Tapi coba lihat sekarang….petani aja mencari informasi
 sejelas-jelasnya tentang suatu produk pertanian sebelum terjun ke
 dalamnya.
 
 Untuk point-nya bung Dodie akan bisa gambarkan grafiknya sendiri
 setealh mendengar audio books tersebut.
 
 Untuk tulisan yang bung Doddie anggap saya telan mentah-mentah: saya
 punya kesenyawaan pola pikir dengan entah siapa yang menulisnya. Bagi
 saya sangat naif jika kita sibuk bernostalgia tentang masa lalu: dulu
 waktu saya begini....dulu waktu jaman saya jadi ini....
 apa yang bisa dilakukan dengan kata dulu??!! hidup ini untuk masa
 depan, dengan bercermin dari masa lalu.
 Thanks for sharing 
 
 Nengah
 
 --- In [email protected], Dodie Christian
 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Dear Nengah Sumerta..
 > 
 > Seandainya anda mau membedah apa itu Indusrial Age, atau setidaknya
 memahami sehingga tidak semakin memperkeruh apa yang anda ucapkan sendiri.
 > 
 > Dunia Infomasi; ketika pecakapan dan segala interaksi itu telah
 dimediasi oleh komputer, internet, telpon seluler, teknologi GPS,
 internasional brand, kehebatan MLM, bahkan obrolan tiap hari pun telah
 berubah menjadi pasar untuk peredaran produk (contohnya: goyangan
 ngebor Inul Daratista sangat terkenal dipelosok Indonesia, padahal
 Inul sama sekali tidak menyewa agen periklanan untuk memasarkan
 goyangannya. Tetapi melalui "mulut-ke-mulut" oleh masyarakat kita)
 > 
 > Dimanakah poin bahwa sekarang kita telah meninggalkan dunia Industri?? 
 > 
 > 
 > dan juga
 > 
 > 
 > Untuk pernyataan:
 > "BUTA LEBIH BAIK DARIPADA MELIHAT ROMANTISME KEAKUAN, TULI LEBIH
 BAIK DARIPADA MENDENGAR ROMANTISME KEAKUAN"
 > pernyataan tsb sangat-lah pasif dan mengajak untuk tidak melakukan
 apa2 dan mari mati dengan tidak melakukan apapun. Sama seperti "kalo
 kamu bukan A maka kamu adalah B" - "jika kamu mempunyai anggota
 keluarga komunis, maka kamu adalah komunis..."
 > 
 > sedangkan pernyataan anda:
 > Berhentilah mengharapkan kebahagiaan palsu yang dijanji-janjikan
 oleh incumbent, Jika anda punya tanah, rajinlah menanam, jika anda
 mengerti teknologi, berkreasilah untuk berbagi, jika anda seorang
 mahasiswa, kritislah terhadap perubahan, tapi akan lebih humanistis
 jika mengkritisi sesuatu menggunakan cara mahasiswa.
 > ini justru mengajak melakukan sebuah aksi progress. ini keren!!!
 namun sangat kontras dengan pepatah diatas...
 > 
 > Sekedar usul saja (kalo boleh siih), sebaiknya setiap permasalahan
 sebaiknya di bedah dulu berdasarkan komposisinya, dan kalo ada tulisan
 yg ga dikenal siapa penulisnya jangan asal ditelan mentah-mentah...
 > 
 > 
 > PunkRockSong
 > D
 > 
 > 
 > 
 > I Nengah Sumerta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
 
 > Hallo Semeton
 > 
 > Ijinkanlah saya menutip sebuah tulisan yang pernah tertulis oleh
 orang tak dikenal di Kusen dan Tiang ruang Senat Faksas Unud:
 > "BUTA LEBIH BAIK DARIPADA MELIHAT ROMANTISME KEAKUAN, TULI LEBIH
 BAIK DARIPADA MENDENGAR ROMANTISME KEAKUAN"
 > 
 > Bagi saya pribadi, masa depan hanya bisa dihadapi dengan
 perencanaan untuk kesejahteraan pribadi, kita wajib berjuang untuk
 menyambung hidup kita sendiri.
 > Berhentilah mengharapkan kebahagiaan palsu yang dijanji-janjikan
 oleh incumbent, Jika anda punya tanah, rajinlah menanam, jika anda
 mengerti teknologi, berkreasilah untuk berbagi, jika anda seorang
 mahasiswa, kritislah terhadap perubahan, tapi akan lebih humanistis
 jika mengkritisi sesuatu menggunakan cara mahasiswa.
 > 
 > Kita tidak lagi berada di AGRICULTURAL atau INDUSTRIAL AGE, kita
 sudah di information AGE, jadi sadarlah…..bahwa sudah bukan saatnya
 seorang warga Negara berdemo ke pemerintah, untuk memaksa pemerintah
 menambah hutang, dan memaksa agar anak cucu kita yang bahkan belum
 lahir untuk menanggungnya.
 > 
 > Janganlah membicarakan daya beli yang turun…kita harus berjuang
 sendiri untuk menngkatkan daya beli kita sendiri….
 > 
 > TUNDUK KELAPARAN, ATAU BANGKIT MENCARI NAFKAH, KARENA DIAM ADALAH
 SIMBUL KEMALASAN
 > 
 > Nengah
 > 
 > 
 > ---------------------------------
 > 
 > From: [email protected]
 [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of yoskebe
 > Sent: Wednesday, May 21, 2008 1:10 AM
 > To: [email protected]
 > Subject: Balasan: Re: [baliblogger] Sepuluh Tahun Lalu...
 > 
 > 
 > Semeton Blogger, Pan Gendo dan Pan Tri...
 > 
 > Sudah kodrat alam, jika engkau putus hubungan dengan pacar lama
 > kemudian memutuskan menjalin hubungan dengan orang baru maka akan
 > terucap janji-janji dan cita-cita baru dan tidak berusaha mengalami
 > pengalaman pahit dengan mantan.
 > 
 > Sudah kodrat alam pula jika kemudian dalam hubungan dengan pacar baru
 > terdapat kesulitan-kesulitan yang dilihat lebih parah dengan yang
 > dialami maka ROMANTIKA MASA LALU pun muncul dan kemudian dalam benak
 > tertanam "ah.. ternyata dia lebih baik walaupun dia suka memnampar aku
 > kalo kami berbeda pendapat"
 > 
 > Dalam kontek jawaban Bli Tri maka tidak ada yang salah dengan
 > ROMANTIKA ORDE BARU kawan, hal yang wajar. 
 > 
 > Ini semata karena salah menilai kenyataan yang ada dan melihat
 > kesulitan saat ini disebabkan oleh situasi saat ini semata bukan
 > menanyakan secara kritis kenapa ini terjadi ! Hanya yang perlu kita
 > kritisi adalah kenapa keadaan sekarang ini "lebih buruk dengan keadaan
 > yang lalu" !
 > 
 > ...edited
 > ...edited
 > ...edited
 > 
 > Ah... singkat kata daripada berbicara panjang lebar, bagi yang lagi
 > asyik masyuk dengan Romantika Orde Baru cuman satu yang ingin saya
 > tanyaken :
 > 
 > apakah hukum "atas petunjuk daripada bapak presiden" bisa menurunkan
 > harga minyak dunia dan harga pangan global ?
 > 
 > Jika memang bisa, mari kita pilih salah satu anak Soeharto sebagai
 > presiden !
 > 
 > Matur suksma,
 > 
 > Yos Kebe
 > mosalaki.multiply.com
 > 
 > quote :
 > "atas petunjuk daripada bapak presiden yaitu harga cabe keriting lima
 > rupiah maka besok di pasar harga cabe semua lima rupiah !" harmoko
 > dalam kick andi
 > 
 > --- In [email protected], wayan suardana <che_gendovara@>
 > wrote:
 > >
 > > Kalo ada yang rindu dengan keadaan seperti sebelum sepuluh tahun
 > lalu.. di saat premium masih di kisaran seribuan per liter, atau
 > bahkan merindukan masa jauh sebelum itu.. disaat merasakan bensin 500
 > rupiah/liter.
 > > 
 > > maka kita ada pada kerinduan yang sama tapi dengan keinginan yang
 > berbeda!
 > > saya sanmgat tidak ingin keadaan seperti sebelum atau bahkan jauh
 > sebelum 10 tahun lalu...
 > > 
 > > betul harga bensun murah....
 > > betul harga sembako murah...
 > > tapi semua adalah keadaaan MURAH yang seolah-seolah,
 > > nyatanya semua itu disubsidi dengan hutang luarnegeri yang terus
 > menerus menumpuk.
 > > hutang-gutang yang selalu dikorup oleh kroni2 ORBA .
 > > 
 > > lalu ketika jatuh tempo...maka kiamatlah bagi rakyat Indonesia.
 > Orang2 yang tidak tau apa2 tentang utang luar negeri tapi kemudian
 > disuguhi dengan bayaran utang yang melimpah 7 juta per orang.
 > > 
 > > Gila!!!!! itukah kondisi yang kita inginkan?? kemakmuran semu. 
 > > sesungguhnya keadaan sekarang, keadaan yang selalu anda sesali ini
 > adalah keadaan sesungguhnya pada zaman sebelum 10 tahun lalu.
 > > 
 > .....deleted
 > > 
 > > hanya satu yang bener2 murag dan bukan tipuan rezim pada waktu
 > sebelum 10 tahun yang lalu yaitu: HARGA NYAWA RAKYAT !!
 > > thx
 > > 
 > .... deleted
 > 
 > > "www.TonnyTrisnawan.com" <saya@> wrote: 
 > 
 > Dan Ironis nya.. setelah aksi demo pro reformasi sepuluh tahun lalu..
 > nasib bangsa ini tidak kunjung membaik.. dan boleh dibilang semakin
 > terpuruk. Kita jadi berpikir.. ah... seandainya seperti sebelum
 > sepuluh tahun lalu.. di saat premium masih di kisaran seribuan per
 > liter, bahkan jauh sebelum itu.. saya masih sempat merasakan bensin
 > 500 rupiah/liter.
 > 
 > > Seandainya seperti sebelum sepuluh tahun lalu.. di saat hanya
 > dengan uang Rp 600, saya bisa beli sate kuah lengkap dengan nasi putih
 > dan teh botol nya dibilangan GOR Ngurah Rai Denpasar.
 > > 
 > 
 > > Hari ini 100 tahun kebangkitan Nasional, pemerintah memberikan kado
 > istimewa berupa rencana kenaikan BBM tiga hari lagi. Beberapa hari
 > yang lalu, saya mendapat forward-an email dari salah satu teman.
 > Mungkin teman2 di sini juga sudah dapat. saya sendiri juga nggak tahu
 > tingkat keakuratan dan kebenaran isi attachment nya. attachment berisi
 > lebih kurang semacam perhitungan yg menyatakan bahwa BBM tidak
 perlu naik.
 > > 
 > > Jadi teringat cerita cupak grantang ngadek Ratu... Cupak yg pertama
 > jadi Raja.. yg haus kekuasaan dan keserakahan.. lalu digulingkan oleh
 > I Grantang. Lalu I Grantang naik tahta jadi Raja. Apa yg terjadi?
 > Lama-kelamaan, lambat laun, Wajah I Grantang berubah secara perlahan..
 > lama2 kok muka nya jadi mirip Cupak ya.. :D
 > > 
 > > Selamet gen.... jeg benyahang mekejang Ru!!
 > > 
 > > 
 > > T.
 > > 
 > > 
 > > 
 > > 2008/5/20 yoskebe <yosskebe@>:
 > > Semeton Blogger...
 > > 
 > > Sepuluh tahun yang lalu, pasti masih melekat disemua ingatan
 bulan Mei
 > > 1998 merupakan bulan penuh dengan gempita demonstrasi di seluruh
 > > pelosok negeri, terutama di kampus-kampus. Salah satunya di kampus
 > 
 > ............deleted
 > 
 > 
 > 
 > No virus found in this incoming message.
 > Checked by AVG.
 > Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.23.21/1455 - Release Date:
 5/19/2008 5:04 PM
 >
  
  
     
      
  
  
            No virus found in this incoming message.
 Checked by AVG.
 Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.24.1/1466 - Release Date: 5/25/2008 
6:49 PM
 



     
                                       

       

Kirim email ke