SETUJU!!!!!

Sebenarnya kita juga harus berani mendesak pemerintah sebagai
pelaksana/penegak hukum. terutama bagaimana pemerintah dan aparatnya bisa
memberikan rasa aman kepada basyarakat agar hal yang buruk bisa terus
terjadi berulang-ulang.
Demo bisa dilakukan untuk memberikan signal kepada penegak hukum agar
melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Tapi harus lebih hati-hati jangan
sampai kecolongan (ada pihak lain yang memanfaatkan situasi ini agar Bali
kebih rusuh lagi, dan juga jangan sampai kita yang demo menjadi korban dari
orang-orang yang tidak bertanggung jawab).

Semoga pikiran-pikiran yang baik datang dari segala penjuru.


Salam

Komang S.

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf
Of Little Buddha
Sent: Friday, October 07, 2005 02:29
To: [email protected]
Subject: [BALInux] Re: Undangan


--- In [email protected], Agus Priyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> -----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
> Hash: SHA1
>
> polutan wrote:
> > mas.., klo mas terus berpikir seperti itu..., kapan negara kita
bisa bebas
> > teroris ??
> > haruskah kita biarkan negara dicap terus negara sing ngelah
butoh ?? (bhs

Pola pikir lebih banyak dipengaruhi oleh faktor emosional. Maka
sering orang bilang supaya kita bisa berfikir jernih untuk
menghadapi suatu masalah...., itu memang benar.

Mas Dion menurut saya ada benarnya. Hukum saat ini hanya cari
kambing hitam untuk menutupi kelemahan para penegaknya (lebih
tepatnya : penegak cari kambing hitam untuk menutupi kelemahan
mereka).
Bukan saja di bali / indonesia, lihat saja Inggris dg James Bond-nya
dan agen rahasia mereka yg piawai, apakah mereka mampu menangkap
para Islamis aliran keras yg meluluh-lantakkan beberapa stasiun
kereta dan Bus ??
Dan Amerika sampai saat ini hanya menuduh Al-Qaeda sebagai dalang
dibalik The Two Tour......
Apakah FBI mereka yg sebegitu keren di film-film tak mampu
mengungkap apa sebenarnya yg terjadi ????

Yg perlu dilakukan saat ini adalah lebih mawas diri dan lingkungan,
jangan handalkan pemerintah...pemerintah hanyalah para pengerok uang
rakyat dan memfungsikan jabatan sebagai media lahan kerja, bukan
sebagai abdi rakyat. Dan perlu dicatat, ini tidak saja terjadi di
negara kita yg kacau balau, Eropa sendiri pemerintahnya tak kalah
amburadul dg Indonesia, yg berbeda adalah Kontrol sosial dari
Rakyat, Pers dan Sekaumnya begitu kuat untuk menegakkan DEMOKRASI,
yg mana kata DEMOKRASI ini di Indonesia hanya ada tingkat SLOGAN.

Semoga Baliku tetap Bali dengan kemurahan senyum, harum dupa, alunan
gamelan dan yg pasti.... itu adalah dari hati yg tulus ikhlas...

Dami di hati, damai di dunia......






Yahoo! Groups Links











------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get Bzzzy! (real tools to help you find a job). Welcome to the Sweet Life.
http://us.click.yahoo.com/A77XvD/vlQLAA/TtwFAA/0XFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/balinux/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke