sebelumnya saya minta maaf karena baru kali ini saya ikut millis balita-anda
yang saya ingin tanya berkaitan dengan 13 jenis Snack mengandung MSG
Mengancam kesehatan Anak

Apa ya.. kepanjangan dari MSG itu?
mohon penjelasannya kepada rekan-rekan balita-anda, karena saya benar-benar
tidak tahu...

Saya tunggu ya...
thank's
----- Original Message -----
From: infobdg <[EMAIL PROTECTED]>
To: balita-anda <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: badan-dua <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, August 05, 2003 4:54 PM
Subject: [balita-anda] 13 Jenis Snack Mengandung MSG Mengancam Kesehatan
Anak


> Maaf jika sdh pernah diposting......
>
> 13 Jenis Snack Mengandung MSG Mengancam Kesehatan Anak
>
>
> Sejumlah tujuh makanan ringan dalam kemasan (snack) yang biasa
> dikonsumsi anak-anak tidak mencantumkan kandungan MSG, sementara
> diyakini MSG bila dikonsumsi dalam jumlah tertentu akan mengancam
> kesehatan anak.
>
> Nurhasan, dari Pirac (Public Interest Research and Advocacy Center)
> di Jakarta, Kamis mengatakan, pihaknya sudah meneliti ke-13 contoh
> makanan ringan yang beredar luas itu.
>
> Dari ke-13 jenis makanan ringan, tujuh di antaranya mengandung MSG
> (monosodium glutamate), tetapi tidak mencantumkannya dalam kemasan,
> sedangkan empat produk lagi dinyatakan mengandung penyedap dan
> penambah rasa, namun tidak menyebutkan mengandung MSG dan dua produk
> lainnya mencantumkan MSG, tapi tidak menyebut jumlah kandungannya.
>
> Ketujuh produk tersebut adalah Cheetos (1,20 persen), Chitato dengan
> rasa sapi panggang (1,06 persen), Chiki dengan rasa keju (0,76
> persen), Happytos Torpilachips (0,71 persen), Golden Horn dengan rasa
> keju (0,46 persen), Smax dengan rasa ayam (0,57 persen), dan Taro
> Snack dengan rasa rumput laut (0,62 persen).
>
> Keempat produk yang menyatakan mengandung penyedap dan penambah rasa,
> tetapi tidak menyebutkan mengandung MSG, adalah Zetz dengan rasa ayam
> bumbu mamamai (0,50 persen), Twistko dengan rasa jagung barbeque
> (1,59 persen), Double Decker Snack dengan rasa ayam (0,48 persen) dan
> Twistee Corn (0,47 persen).
>
> Keempat produk itu dinilai dan dianggap menyesatkan, karena
> menyebutkan mengandung penyedap rasa, tetapi tidak menyebutkan
> mengandung MSG.
>
> Dua produk yang mencantumkan MSG, tetapi tidak menyebutkan jumlah
> kandungannya, adalah Gemez dengan rasa ayam panggang (0,59 persen)
> dan Anak Mas dengan rasa keju (0,52 persen).
>
> MSG, kata Nurhasan, dapat menembus plasenta pada saat kehamilan,
> menembus jaringan penyaring antara darah otak, dan menyusup ke lima
> organ circumventricular.
>
> Pelindung darah otak yang terkontaminasi dapat mengakibatkan kelainan
> hati, trauma, hipertensi, stress, demam tinggi dan mengganggu proses
> penuaan.
>
> MSG juga memicu reaksi gatal, bintik-bintik merah di kulit, mual, dan
> muntah-muntah, sakit kepala, migren, asma, gangguan hati,
> ketidakmampuan belajar dan depresi.
>
> "Penggunaan MSG lebih beresiko terhadap bayi dan anak-anak," katanya.
>
> Ke-13 produk tersebut dinilai melanggar pasal 30 ayat 2 tentang label
> pada UU No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU PK). Produk
> tersebut juga dinilai melanggar Pasal 3 ayat 2 PP No.69/1999 tentang
> Label dan Iklan Pangan.
>
> Pasal 33 UUPK dan pasal 5 PP 69/1999 yang menyatakan setiap produk
> kemasan harus memuat keterangan dengan benar dan tidak menyesatkan.
>
> Pirac minta pemerintah untuk mengawasi standarisasi penggunaan MSG
> pada makanan dalam kemasan. Produsen juga hendaknya diwajibkan
> menggunakan ukuran miligram dan bukan persentase.
>
> Pemerintah juga hendaknya mewajibkan produsen makan ringan yang
> menggunakan MSG untuk mencantumkan bahaya penggunaan MSG pada anak-
> anak dalam jumlah tertentu.
>
> "Jika produsen tersebut melanggar UUPK, maka dikenakan sanksi sesuai
> peraturan perundangan yang berlaku," kata Nurhasan.
>
> Dia juga minta Badan Pengawasan Obat dan Makanan untuk memerintahkan
> ke-13 produsen makanan ringan tersebut agar menarik produknya dan
> menggantikannya dengan kemasan yang sudah direvisi.
>
> Produsen makanan dalam kemasan sebenarnya wajib mencantumkan denga
> benar kandungan dan komposisi produknya dan hak konsumen yang
> menentukan apa akan membeli atau tidak.
>
> Dikatakannya, percobaan pada binatang, seperti ayam, yang mengonsumsi
> MSG sebanyak empat miligram akan tampak mengantuk dan kemudian
> terkapar. Ada dua jenis MSG yang beredar di Indonesia, yakni alami
> dan buatan (sintetik).
>
>


---------------------------------------------------------------------
>> Mau kirim bunga hari ini ? Klik, http://www.indokado.com/
>> Info balita, http://www.balita-anda.com
>> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke