hai mbak intan, aku nggak bilang kalo peran orangtua tidak diperlukan. Siapa yang bilang kalo aku mengabaikan peranan orangtua? Orangtua juga amat sangat berperan kok dalam mendidik dan membesarkan anak. Justru lingkungan belajar anak itu kan di mulai di rumah. Aku hanya menyayangkan aja, kenapa kok kita diam diri sementara di luar sana banyak sekali hal-hal yang bisa merusak anak kita.
tolonglah kita jangan melihat situasi di rumah, karena di rumah, udahlah pasti kita sebagai orangtua, apalagi di jaman yang serba ada ini, kita jauh lebih mengertilah apa yang terbaik yang harus kita lakukan buat anak-anak kita. Justru yang harus kita perhatikan adalah yang ada di luar sana. Apa yang diluar sana banyak atau sedikit mendukung kita memberikan yang terbaik buat anak-anak kita? mbak intan sendiri bisa bilang kalo tayangan tv ga cuma smack down aja yang negatif...tapi kenapa mbak intan masih mencoba untuk 'menutup mata' dan membiarkan hal ini berjalan seperti tidak memberikan dampak apa-apa bagi kita... frustasi sih udah pasti ada lah kefrustasian didiri aku melihat perkembangan tayangan tv akhir-akhir ini...dimana aku aja yang belum punya anak aja merasa ngeri kok melihat tayangan2 tv lokal sekarang2 ini..sampai2 aku tidak membiasakan diri untuk nonton acara tv lokal. frustasi? memang...kenapa ngga? kita punya tv tapi kita ga punya ketegaran utk melihat acara2 tv yang semakin ga terkontrol. dan hanya karna banyak dari kita yg takut menyuarakan keinginan kita sebagai konsumen. kalo menurutku, ada yang protes menginginkan smack down atau apalah dicabut dari jam tayangnya, itu wajar-wajar aja kok. ngga ada yang salah dari itu. bukan berarti mereka menyalahkan produk itu, tidak...hanya saja...kita sebagai orang Indonesia, yang kebanyakan masih banyak yang tidak bersekolah tinggi, yang tidak mengerti mana yang baik mana yang jelek, yang masih banyak orang stress di luar sana, dan masih banyak lagi...akan lebih parahlah bangsa kita apabila disuguhi tayangan-tayangan semacam itu. cobalah utk lebih bijak dalam melihat permasalahan...jangan melulu cari benar dan salahnya...semua itu bisa benar dan semua itu bisa salah kok...tergantung situasi dan kondisi kita bicara mayoritas di sini...dan kita ga bisa pungkiri kalo mayoritas bangsa kita berada di bawah garis kemiskinan...bisa kebayang kan kalo mereka sering dicekoki dengan tayangan2 yang kasar, keras dan tidak berperikemanusiaan semacam ini, akan jadi apa nantinya... *aku yg kelak ingin memberikan yg terbaik buat anak-anak dan cucuku, walaupun itu aku harus berperang melawan banyaknya hal-hal yang bisa menjerumuskan keturunanku -----Original Message----- From: intan dima [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, November 28, 2006 2:46 PM To: [email protected] Subject: Re: [balita-anda] bubarkan Smek don ! mbak rini, hihihi akhirnya gatel jua ya pengen reply komen saya :D iya mbak, saya juga wanita yg terpaksa mengambil jalan sebagai pekerja kantoran dibanding dirumah saja mengurus anak... tapi saya gak mau panik menyalahkan pihak lain kalau ada apa2 terjadi pada keluarga saya... karena bagaimanapun, dunia luar gak akan bisa jadi dunia yg ideal bagi anak2 kita... boleh lahhh usaha.. asal jangan jadi frustasi :) sementara ini, kita hanya bisa menjadikan rumah tangga sebagai dunia yang ideal buat anak2 kita... ajarilah dan berikan contoh pada anak2 kita untuk belajar bertanggung jawab pada diri sendiri.. bahwa semua keputusan pasti ada kebaikan dan sisi buruknya.... jangan menghabiskan energi pada hal2 yang mungkin mustahil untuk kita capai... cuma, kalo minta smekdon dihentikan, pasti gampang.... cuma, masih buanyyakkkkk tayangan2 yg tidak kurang menyedihkan.... tidak hanya di televisi, tapi tayangan "live" yg dijumpai anak sehari2 (contoh extreme: kerja di kantor yg full koruptor) sangat sangat banyak dijumpai, dan ini diluar kontrol kita.... lalu kita mau menyalahkan sapa lagi kalo seandainya anak kita jadi koruptor? jadi, pakailah eneergi positif kita untuk mendidik anak dengan sebaik2nya... jangan keluarkan energi negatif seperti ini.... terima kasih juga ----- Original Message ----- From: "Rini Sumadi" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Tuesday, November 28, 2006 2:08 PM Subject: RE: [balita-anda] bubarkan Smek don ! Mbak Intan, Siapa sih yang mau kerja kantoran sementara melihat anaknya merengek-rengek minta selalu ditemani? Siapa sih yang mau kerja kantoran, sementara mungkin kita bisa lebih banyak menyiapkan waktu untuk mengurus makannya anak dan suami? Siapa sih Mbak yang nggak mau semua itu??? Ibu-ibu bekerja kantoran itu kan pasti ada alasannya, Mbak. Dan alasannya itu pasti lebih besar dari pengorbanan yang harus dia terima. Pengorbanan dimana dia harus rela dan tega melihat anaknya menangis sementara ia berangkat bekerja. Tidakkah Mbak Intan tau perasaan yang ada di hati mereka? Pastilah mereka juga menangis di dalam hatinya. Tapiii...apa yang mereka kerjakan itu pasti ada alasannya, dan pasti ada tujuannya. Dan alasan dan tujuan itu pastilah amat sangat besar manfaatnya dibanding pengorbanannya. Tolong sekali lagi...jangan kemudian hak orang dirampas...hak untuk bertahan hidup...hak untuk menambah penghasilan dari suami yang kemungkinan penghasilannya pas-pasan untuk jaman yang serba mahal ini...jangan kemudian kaum ibu yang dijadikan kambing hitam dalam permasalahan ini... Kita memang butuh tv...kita butuh orang2 tv kok. Tapi kita juga minta dong agar mereka juga bisa ngertiin apa maunya kita. Kalo kita anggap itu pantas dan bisa diberikan buat kita tanpa kemudian merusak jiwa dan moral serta pikiran kita, ya silahkan saja ditayang, tapi kalo ternyata itu hanya membuat kita gila, membuat kita bobrok mental dan moral serta pikiran kita buat apa kita pertahankan? Semua itu kan harus saling menguntungkan dong, baik bagi pihak tv maupun dari pihak konsumen. Sebenernya Smack Down itu tidak menguntungkan kok bagi pihak TV karna jarang kok yg nonton acara itu. Cuma karna pihak TV sudah membayar "besar" hanya untuk membeli program acara itu yaaa otomatis mereka ga mau rugi dengan kemudian tidak menayangkan acara tersebut. Nah, sbenernya ada keegoisan kan disini? Egois dr pihak tv tentunya. Dengan jatuhnya korban, orang2 tv seolah mencoba untuk menutup mata hanya karna sudah keluar duit banyak. Thanks. -------------------------------------------------------------- Kirim bunga, http://www.indokado.com Info balita: http://www.balita-anda.com Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED] menghubungi admin, email ke: [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------------------------- Kirim bunga, http://www.indokado.com Info balita: http://www.balita-anda.com Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED] menghubungi admin, email ke: [EMAIL PROTECTED]

