Gangguan kesehatan ini seringkali timbul tanpa keluhan. Padahal,
komplikasinya bisa berakibat fatal. Di sinilah pentingnya deteksi dini. 
Hernia terjadi karena melemahnya otot dinding perut. Akibatnya, timbul
benjolan atau sebagian isi dari perut keluar. Gangguan ini dapat terjadi
pada semua umur. Tapi, faktor penyebabnya berbeda-beda. 
Seringkali terabaikan 
Pada bayi dan anak, hernia dapat terjadi pada beberapa bagian tubuhnya.
Meski begitu, yang umum dikeluhkan oleh para orang tua adalah: 
1. Hernia pada pusar (umbilikus) 
Ketika si kecil berada dalam kandungan, ada bagian dinding perut yang
terbuka di bawah pusarnya. Seharusnya, lubang tersebut tertutup setelah
lahir. Namun, pada beberapa bayi, proses penutupan tidak berlangsung
sempurna. Bila terjadi peningkatan tekanan dalam rongga perut, misalnya
karena menangis atau mengejan, daerah sekitar pusar tampak membesar atau
menonjol. 
Catatan: Hernia ini terjadi pada sekitar 20% bayi baru lahir. 
2. Hernia pada lipatan paha 
Hernia jenis ini lebih sering dialami oleh bayi/anak laki-laki. Ini antara
lain karena saluran tempat turunnya testis* dari rongga perut ke kantung
testis pada sekitar 4% bayi laki-laki (dan lebih dari 30% bayi prematur)
tetap terbuka saat lahir. Ukuran lubang cukup besar, sehingga sebagian usus
bayi bisa turun 'mengikuti' buah pelir membentuk benjolan (kurang-lebih
sebesar ibu jari orang dewasa). 
Catatan: Hernia lipatan paha sering dikira sebagai hidrokel (cairan di
kantung buah pelir). Padahal, itu adalah dua hal yang berbeda. Hanya dokter
yang bisa membedakan kedua hal ini. 
3. Hernia diafragmatik 
Pada hernia yang terjadi di sekat rongga dada dan perut ini, sebagian usus
(dan dapat disertai isi rongga perut lain) masuk ke dalam rongga dada.
Akibatnya, bayi baru lahir sering langsung sesak dan biru. Bila ini yang
terjadi, ia perlu penanganan segera oleh dokter. 
Adanya benjolan di tempat-tempat tersebut seringkali terabaikan oleh para
orang tua. Apalagi, bila si kecil tidak mengeluh atau merasa sakit.
Kurangnya perhatian orang tua ini mungkin saja terjadi karena benjolan
adakalanya hilang (misalnya ketika berbaring) dan timbul kembali (misalnya
jika berdiri atau menangis). 
Hati-hati, bisa terjadi komplikasi 
Secara garis besar, hernia terdiri dari cincin, kantung dan isi hernia
(misalnya usus atau jaringan penyangga usus).
Biasanya, bayi/anak yang mengalami hernia baru merasa sakit atau nyeri bila
isi hernia terjepit oleh cincin hernia. Bila tidak segera ditangani, jiwa si
kecil mungkin saja terancam .
Khusus hernia lipatan paha yang dapat keluar masuk sendiri (hilang-timbul),
risiko untuk usus terjepit cincin hernia jadi lebih kecil ketimbang bila
usus tersebut keluar saat si kecil batuk atau mengejan. Hernia bisa hilang
timbul bila cincin hernianya relatif lebih longgar. 
Cuma, bila usus yang terjepit, gejala yang timbul menyerupai gejala usus
yang mengalami sumbatan. Misalnya, muntah, perut kembung, serta gangguan
buang air besar. Jika tidak segera ditangani, jepitan cincin hernia bisa
mengganggu aliran darah ke usus. Akibatnya, bisa terjadi kerusakan jaringan
usus. 
Makanya, begitu teraba atau terlihat ada benjolan di pusar atau lipatan paha
si kecil, sebaiknya segera bawa ia ke dokter. Apalagi, bila benjolan
tersebut tiba-tiba membesar, mengeras atau warnanya jadi gelap. Tindakan
Anda ini bisa mencegah terjadinya komplikasi. 
Benarkah harus operasi? 
Saat pemeriksaan, dokter akan meraba isi hernia dengan ujung jarinya. Dengan
begitu, ia bisa tahu apakah isi hernia masih bisa dimasukkan kembali ke
tempatnya semula tanpa operasi atau tidak. 
Pada bayi/anak, proses masuknya kembali isi hernia bisa terjadi secara
spontan. Ini karena cincin hernia pada anak masih elastis, terutama bila
lubang hernia pusarnya lebih kecil dari 1 cm. Umumnya, cincin hernia pada
pusar yang tanpa komplikasi ini akan tertutup sendiri ketika ia berusia
12-18 bulan. 
Jadi, si kecil tidak perlu dioperasi. Tutup saja lubang hernia dengan kain
kasa yang diberi uang logam di dalamnya, lalu tempelkan di atas pusar.
Operasi baru dilakukan bila ukuran lubang hernia si kecil sekitar 1,5 cm
atau lebih. Pada kondisi seperti ini, lubang tidak mungkin menutup sendiri.
Meski begitu, operasi bisa saja dilakukan secara terencana bila hernia tetap
ada sampai anak memasuki usia sekolah. 
Untuk hernia pada lipatan paha, operasi adalah terapi terbaik. Karena, pada
hernia jenis ini risiko untuk terjadi jepitan jauh lebih besar. Operasi
harus segera dilakukan untuk menyelamatkan organ yang terjepit dalam kantung
hernia. Biasanya, operasi dilakukan bila hernia menetap sampai si kecil
berusia 3 bulan. 
Usai operasi, orang tua sebaiknya tetap memantau kondisi si kecil. Sebab,
hernia dapat kambuh lagi bila terjadi peningkatan tekanan di dalam perut.
Misalnya, ia batuk hebat atau sembelit. 
Beda Usia, Beda Penyebab 
* Pada bayi atau anak 
Lebih sering disebabkan tidak tertutupnya beberapa lubang yang pernah ada
semasa bayi dalam kandungan. Misalnya, lubang di bawah pusar serta saluran
antara rongga perut dan kantung buah pelir. Lubang-lubang tersebut tetap
terbuka (baik sebelum maupun sesudah ia lahir), sehingga usus keluar dan
membentuk benjolan. Seringkali, hernia terjadi karena faktor bawaan. 
* Pada orang dewasa 
Lebih sering karena meningkatnya tekanan di dalam rongga perut atau lemahnya
otot dinding perut. Padahal, bila ada bagian yang lemah dari lapisan otot
dinding perut, usus dapat keluar ke tempat yang tidak seharusnya.
Peningkatan tekanan dalam perut dapat disebabkan oleh batuk yang kronik
(lama), sembelit sehingga harus mengejan, adanya pembesaran prostat pada
pria dan busung perut. Hernia juga sering dialami oleh orang yang sering
mengangkat barang berat. 
Inilah Jenis-jenis Hernia 
Berdasarkan terjadinya: 
* Hernia bawaan 
* Hernia didapat 
Berdasarkan letaknya, antara lain: 
* Hernia pada lipatan paha 
* Hernia pada pusar 
* Hernia pada paha 
* Hernia pada diafragma 
Bisa Berbahaya lho... 
Hernia dikatakan berbahaya kalau sudah terjadi jepitan isi hernia oleh
cincin hernia. Bila tidak segera ditangani, pembuluh darah di daerah
tersebut akan mati dan terjadi penimbunan racun. Jika ini dibiarkan terus,
racun akan menyebar ke seluruh daerah perut. Akibatnya? Terjadi infeksi pada
dinding usus. 
Selain terus merasa nyeri, nyawa penderita juga bisa terancam! Makanya, bila
diduga ada hernia, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter. Dengan begitu,
bisa dilakukan penilaian lebih rinci, apakah perlu penanganan segera atau
tidak. Tindakan ini juga bisa menghindarkan kemungkinan terjadinya
komplikasi. 
Kamus Istilah 
* Testis (buah zakar / buah pelir) : Biasanya, berjumlah dua buah dan
berfungsi memproduksi sperma. Berada di dalam kantung kulit yang terletak di
luar rongga panggul, karena pertumbuhan sperma butuh suhu yang lebih rendah
daripada suhu tubuh. 
* Sembelit : Sulit buang air besar. 
* Diafragma : Sekat yang membatasi rongga dada dan rongga perut. 
Konsultasi ilmiah: dr. Setyadewi Lusyati, Sp.A, KK Perinatologi, RSAB
Harapan Kita, Jakarta. 


Best Regards,

Agus Susanto


--------------------------------------------------------------
Kirim bunga, http://www.indokado.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]
menghubungi admin, email ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke