Ceritanya begini, ada 3 penemuan yg menarik yg mendorong ketertarikan
terhadap bayi cerdas :
1. Synapsis
2. Periode kritis untuk mengembangkan kecerdasan
3. Lingkungan yg diperkaya

Penemuan itu mendukung apa yg selama ini telah dilakukan Glen Doman
dengan better baby institute-nya.

Jadi gini, penelitian menunjukkan bahwa synapsis (seingetku sewaktu
kuliah artinya hubungan antar sel-sel otak) dapat tersambung kalau
dipakai terus, salah satunya bila memberi informasi. Jadi tidak heran di
better baby insitute milik Glenn Doman bayi sudah diajarin mengenal
huruf dengan flashcard, atau dotcard, atau gambar-gambar batu mulia,
dll. Rupanya ada penelitian yg menunjukkan bahwa ada yg synapsis-nya
sedikit tapi lebih pintar daripada yg synapsis-nya banyak. Trus yg ke-2
ttg periode kritis itu rupanya tidak ada, karena orang bisa belajar,
belajar adalah proses, kalaupun ada periode kritis lebih kepada
kemampuan dasar bayi untuk bisa hidup, misalnya kemampuan berjalan,
berbicara, dll. Hasli penelitian terhadap tikus menunjukkan bahwa tikus
di lingkungan yg dipenuhi dengan "rangsangan" otaknya lebih besar 30%,
tapi sang penelitinya sendiri bilang, bahwa hal itu belum tentu
menunjukkan kepandaian kognitif. Dan tikus yg diteliti itu juga tidak
memandang usia, jadi bukan pas usia muda saja otak bisa membesar.

Kemudian penelitian lain menunjukkan bahwa di usia dewasapun sebetulnya
sel otak masih bisa tumbuh, ditunjukkan juga gambarnya.

Kemudian ada yg meneliti tentang better baby institute. Hasilnya,
ternyata tidak berebda dengan anak lain, hanya sedikit lebih positif
untuk belajar.

Ada anak yg ikut beeter baby institute dan saat umur 2 tahun ibunya
menunjukkan flashcard dengan gambar pesawat tempur, tapi 14 tahun
kemudian anak itu tidka tahu gambar apa yg dipegang (kalau menurutku sih
kan harus ada pengulangan supaya inget, ini mungkin ibunya saja yg lupa
untuk mengulang kembali apa yg selama ini sudah diberikan)

Kemudian ada profesor lain yg bilang bahwa dengan menuang isi air dari 1
tempat ke tempat lain, melempar mainan, memasukkan sesuatu ke mulut,
adalah proses belajar buat bayi.

Begitu. Sebetulnya aku-pun bukannya tidak percaya, toh selama ini mau
tidka mau kita sudah diajarkan sejak dini. Siapa yg tidak bangga kalau
anaknya pinter (jadi inget nih anak seumuran Nadya yg baru 21 1/2 bulan
sudah hafal dan bisa membaca ayat kursi euy sedangkan Nadya hanya bisa
bilang "ka amut" kalau mau bobok yg artinya doa bismika....) tapi ada
sisi lain dari aku yg merasa bersalah, setelah ikutan mengajar bayi
membaca dan aku sudah semangat membuat potongan karton dengan tulisan
merah menyala, tapi hanya aku ajarkan sampai Nadya bisa berjalan (10 1/2
bulan) karena setelah itu syusyah banget minta Nadya untuk terlibat.
Akhirnya aku berusaha dengan caraku sendiri untuk membuat anakku tidak
kuper :-)

Itulah selintas isi VCD-nya. Kalau sudah ada yg nonton dan mungkin bisa
meng-koreksi tulisanku, silahkan, anda sangat membantu.

Jadi...adakah diantara anda yg punya sumber atau tulisan lainnya tentang
hal yg dibahas di VCD itu ?

Rina Sofiany - bundanya Nadya
http://rina.rustamaji.com
http://www.rustamaji.com


-----Original Message-----
From: Eva Kurnia D [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, September 29, 2003 2:07 PM
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: RE: [balitacerdas] Baby Smarts ?


Mbak Rina,
aku jadi penasaran nih, sebenarnya yang dipatahkan itu dogma apa sih ?
Jangan-jangan aku juga salah satu yang jadi korban dogma tsb. Bisa
diceritain nggak, garis besarnya apa sih VCD tsb ? Tks.


---------------------------------------------------------------------
>> Mau kirim bunga hari ini ? Klik, http://www.indokado.com/
>> Info balita, http://www.balita-anda.com
>> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke