mending bawa ke ahli syaraf saja dan coba di EEG (brain mapping).
mba ini artikelnya semoga cepat sembuh ya anak temannya
=============================================
http://www.balita-anda.com/kesehatan-anakbalita/782-mengatasi-kejang-pada-bayi-dan-balita.html
*Kejang,* baik yang disertai demam atau tidak, bisa berdampak fatal.
Itulah sebabnya, setelah memberi pertolongan pertama, bawa segera si
kecil ke rumah sakit.
Kejang sendiri terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan
dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Salah satu penyebab
terjadinya kejang demam yaitu tingginya suhu badan anak. Timbulnya
kejang yang disertai demam ini diistilahkan sebagai kejang demam
(convalsio febrillis) atau stuip/step.
Masalahnya, toleransi masing-masing anak terhadap demam sangatlah
bervariasi. Pada anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu
tubuh 38 C pun sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak-anak
yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan sudah
mencapai 39 C atau lebih.
*SEGERA BAWA KE DOKTER*
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, disarankan agar orang tua
sesegera mungkin memberi pertolongan pertama begitu tahu si kecil
mengalami kejang demam.
Setelah itu,jangan tunggu waktu lagi bawa segera si kecil ke dokter atau
klinik terdekat. Jangan terpaku hanya pada lamanya kejang, entah cuma
beberapa detik atau sekian menit. Dengan begitu, si kecil akan mendapat
penanganan lebih lanjut yang tepat dari para ahli. Biasanya dokter juga
akan memberikan obat penurun panas, sekaligus membekali obat untuk
mengatasi kejang dan antikejang. “Sebagai pertolongan pertama, tak usah
membawanya langsung ke rumah sakit lengkap yang letaknya relatif lebih
jauh karena bisa-bisa si kecil mendapat risiko yang lebih berbahaya
akibat lambat mendapat pertolongan pertama.”
Selain itu, jika kejang demam tidak segera mendapat penanganan
semestinya, si kecil pun terancam bakal terkena retardasi mental.
Pasalnya, kejang demam bisa menyebabkan rusaknya sel-sel otak anak.
Jadi, kalau kejang itu berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka
kemungkinan sel-sel yang rusak pun akan semakin banyak. Bukan tidak
mungkin tingkat kecerdasan anak akan menurun drastis dan tidak bisa lagi
berkembang secara optimal.
Bahkan beberapa kasus kejang demam bisa menyebabkan epilepsi pada anak.
Yang tak kalah penting, begitu anaknya terkena kejang demam, orang tua
pun mesti ekstra hati-hati. Soalnya, dalam setahun pertama setelah
kejadian, kejang serupa atau malah yang lebih hebat berpeluang terulang
kembali.
Untuk mengantisipasinya, sediakanlah obat penurun panas dan obat
antikejang yang telah diresep-kan dokter anak. Meski begitu, orang tua
jangan kelewat khawatir. Karena dengan penanganan yang tepat dan segera,
kejang demam yang berlangsung beberapa saat umumnya tak menimbulkan
gangguan fungsi otak.
*CIRI-CIRI KEJANG*
Tentu saja dalam hal ini orang tua harus bisa membaca ciri-ciri seorang
anak yang terkena kejang demam. Di antaranya:
* kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat
dan kejang-kejang selama 5 menit . bola mata berbalik ke atas
* gigi terkatup
* muntah
* tak jarang si anak berhenti napas sejenak.
* pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air
besar/kecil.
* pada kasus berat, si kecil kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas
waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan
menit.
*TIPS ATASI KEJANG DEMAM*
Berikut beberapa penjelasan tentang kejang dan demam pada anak: . Suhu
tubuh normal anak berkisar antara 36-37 C. Si kecil dinyatakan demam
bila temperatur tubuhnya yang diukur melalui mulut/telinga menunjukkan
angka 37,8 C; melalui rektum 38 C, dan 37,2 C melalui ketiak.Sebelum
semakin tinggi, segera beri obat penurun panas. .
Orang tua jangan begitu gampang mengatakan seorang anak demam atau tidak
hanya dengan menempelkan punggung tangannya di dahi anak. Cara ini jelas
tidak akurat karena amat dipengaruhi oleh kepekaan dan suhu badan orang
tua sendiri.
Termometer air raksa diyakini merupakan cara yang paling tepat untuk
mengukur suhu tubuh. Pengukuran suhu tubuh akan lebih akurat bila
termometer tersebut ditempatkan di rongga mulut atau rektum/anus
dibanding ketiak.
Saat menghadapi si kecil yang sedang kejang demam, sedapat mungkin
cobalah bersikap tenang. Sikap panik hanya akan membuat kita tak tahu
harus berbuat apa yang mungkin saja akan membuat penderitaan anak tambah
parah.
Jangan gunakan alkohol atau air dingin untuk menurunkan suhu tubuh anak
yang sedang demam. Penggunaan alkohol amat berpeluang menyebabkan
iritasi pada mata dan intoksikasi/keracunan.
Lebih aman gunakan kompres air biasa yang diletakkan di dahi, ketiak,
dan lipatan paha. Kompres ini bertujuan menurunkan suhu di permukaan
tubuh. Turunnya suhu ini diharapkan terjadi karena panas tubuh digunakan
untuk menguapkan air pada kain kompres. Penurunan suhu yang drastis
justru tidak disarankan.
Jangan coba-coba memberikan aspirin atau jenis obat lainnya yang
mengandung salisilat karena diduga dapat memicu sindroma Reye, sejenis
penyakit yang tergolong langka dan mempengaruhi kerja lever, darah, dan
otak.
Setelah anak benar-benar sadar, bujuklah ia untuk banyak minum dan makan
makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bisa berupa
jus, susu, teh, dan minuman lainnya. Dengan demikian, cairan tubuh yang
menguap akibat suhu tinggi bisa cepat tergantikan.
Jangan selimuti si kecil dengan selimut tebal. Selimut dan pakaian tebal
dan tertutup justru akan meningkatkan suhu tubuh dan menghalangi
penguapan. Pakaian ketat atau yang mengikat terlalu kencang sebaiknya
ditanggalkan saja.
*YANG BISA DILAKUKAN ORANG TUA*
*Segera beri obat penurun panas begitu suhu tubuh anak melewati angka
37,5 C.
* Kompres dengan lap hangat (yang suhunya kurang lebih sama dengan suhu
badan si kecil). Jangan kompres dengan air dingin, karena dapat
menyebabkan “korsleting”/benturan kuat di otak antara suhu panas tubuh
si kecil dengan kompres dingin tadi.
* Agar si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam
yang berada dekat anak. . Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap
terbuka dengan mengganjal/menggigitkan sesuatu di antara giginya. .
Miringkan posisi tubuh si kecil agar penderita tidak menelan cairan
muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya.
* Jangan memberi minuman/makanan segera setelah berhenti kejang karena
hanya akan berpeluang membuat anak tersedak.
*KEJANG TANPA DEMAM*
Penyebabnya bermacam-macam. Yang penting, jangan sampai berulang dan
berlangsung lama karena dapat merusak sel-sel otak. Menurut dr. Merry C.
Siboro, Sp.A, dari RS Metro Medical Centre, Jakarta, kejang adalah
kontraksi otot yang berlebihan di luar kehendak.
“Kejang-kejang kemungkinan bisa terjadi bila suhu badan bayi atau anak
terlalu tinggi atau bisa juga tanpa disertai demam.”
Kejang yang disertai demam disebut kejang demam (convalsio febrilis).
Biasanya disebabkan adanya suatu penyakit dalam tubuh si kecil. Misal,
demam tinggi akibat infeksi saluran pernapasan, radang telinga, infeksi
saluran cerna, dan infeksi saluran kemih. Sedangkan kejang tanpa demam
adalah kejang yang tak disertai demam. Juga banyak terjadi pada anak-anak.
*BISA DIALAMI SEMUA ANAK*
Kondisi kejang umum tampak dari badan yang menjadi kaku dan bola mata
berbalik ke atas. Kondisi ini biasa disebut step atau kejang toniklonik
(kejet-kejet). Kejang tanpa demam bisa dialami semua anak balita. Bahkan
juga bayi baru lahir.
Umumnya karena ada kelainan bawaan yang mengganggu fungsi otak sehingga
dapat menyebabkan timbulnya bangkitan kejang. Bisa juga akibat trauma
lahir, adanya infeksi-infeksi pada saat-saat terakhir lahir, proses
kelahiran yang susah sehingga sebagian oksigen tak masuk ke otak, atau
menderita kepala besar atau kecil.
Bayi yang lahir dengan berat di atas 4.000 gram bisa juga berisiko
mengalami kejang tanpa demam pada saat melalui masa neonatusnya (28 hari
sesudah dilahirkan).
“Ini biasanya disebabkan adanya riwayat ibu menderita diabetes, sehingga
anaknya mengalami hipoglemi (ganggguan gula dalam darah). Dengan
demikian, enggak demam pun, dia bisa kejang.”
Selanjutnya, si bayi dengan gangguan hipoglemik akibat kencing manis ini
akan rentan terhadap kejang. “Contohnya, telat diberi minum saja, dia
langsung kejang.” Uniknya, bayi prematur justru jarang sekali menderita
kejang. “Penderitanya lebih banyak bayi yang cukup bulan. Diduga karena
sistem sarafnya sudah sempurna sehingga lebih rentan dibandingkan bayi
prematur yang memang belum sempurna.”
*JANGAN SAMPAI TERULANG*
Penting diperhatikan, bila anak pernah kejang, ada kemungkinan dia bisa
kejang lagi. Padahal, kejang tak boleh dibiarkan berulang selain juga
tak boleh berlangsung lama atau lebih dari 5 menit. Bila terjadi dapat
membahayakan anak.
Masalahnya, setiap kali kejang anak mengalami asfiksi atau kekurangan
oksigen dalam darah. “Setiap menit, kejang bisa mengakibatkan kerusakan
sel-sel pada otak, karena terhambatnya aliran oksigen ke otak.
Bayangkan apa yang terjadi bila anak bolak-balik kejang, berapa ribu sel
yang bakal rusak? Tak adanya aliran oksigen ke otak ini bisa menyebakan
sebagian sel-sel otak mengalami kerusakan.
”Kerusakan di otak ini dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan, bahkan
retardasi mental. Oleh karenanya, pada anak yang pernah kejang atau
berbakat kejang, hendaknya orang tua terus memantau agar jangan terjadi
kejang berulang.
*DIMONITOR TIGA TAHUN*
Risiko berulangnya kejang pada anak-anak, umumnya tergantung pada jenis
kejang serta ada atau tidaknya kelainan neurologis berdasarkan hasil EEG
(elektroensefalografi). Di antara bayi yang mengalami kejang neonatal
(tanpa demam), akan terjadi bangkitan tanpa demam dalam 7 tahun pertama
pada 25% kasus. Tujuh puluh lima persen di antara bayi yang mengalami
bangkitan kejang tersebut akan menjadi epilepsi.
Harus diusahakan, dalam tiga tahun sesudah kejang pertama, jangan ada
kejang berikut.
Dokter akan mengawasi selama tiga tahun sesudahnya, setelah kejang
pertama datang. Bila dalam tiga tahun itu tak ada kejang lagi, meski
cuma dalam beberapa detik, maka untuk selanjutnya anak tersebut
mempunyai prognosis baik.Artinya, tak terjadi kelainan neurologis dan
mental.
Tapi, bagaimana jika setelah diobati, ternyata di tahun kedua terjadi
kejang lagi? “Hitungannya harus dimulai lagi dari tahun
pertama.”Pokoknya, jangka waktu yang dianggap aman untuk monitoring
adalah selama tiga tahun setelah kejang.
Jadi, selama tiga tahun setelah kejang pertama itu, si anak harus bebas
kejang. Anak-anak yang bebas kejang selama tiga tahun itu dan
sesudahnya, umumnya akan baik dan sembuh. Kecuali pada anak-anak yang
memang sejak lahir sudah memiliki kelainan bawaan, semisal kepala kecil
(mikrosefali) atau kepala besar (makrosefali), serta jika ada tumor di otak.
*RAGAM PENYEBAB*
“Kejang tanpa demam bisa berasal dari kelainan di otak, bukan berasal
dari otak, atau faktor keturunan,” penjabarannya satu per satu di bawah
ini.
* Kelainan neurologis Setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu
fungsi otak bisa menimbulkan bangkitan kejang.
Contoh, akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak,
perdarahan di otak, atau kekurangan oksigen dalam jaringan otak (hipoksia).
* Bukan neurologis Bisa disebabkan gangguan elektrolit darah akibat
muntah dan diare, gula darah rendah akibat sakit yang lama, kurang
asupan makanan, kejang lama yang disebabkan epilepsi, gangguan
metabolisme, gangguan peredaran darah, keracunan obat/zat kimia, alergi
dan cacat bawaan.
* Faktor keturunan Kejang akibat penyakit lain seperti epilepsi biasanya
berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kejang demam sama. Orang tua
yang pernah mengalami kejang sewaktu kecil sebaiknya waspada karena
anaknya berisiko tinggi mengalami kejang yang sama.
*WASPADAI DI BAWAH 6 BULAN*
Orang tua harus waspada bila anak sering kejang tanpa demam, terutama di
bawah usia 6 bulan, Karena kemungkinannya untuk menderita epilepsi besar.
Masalahnya, kejang pada anak di bawah 6 bulan, terutama pada masa
neonatal itu bersifat khas. “Bukan hanya seperti toniklonik yang selama
ini kita kenal, tapi juga dalam bentuk gerakan-gerakan lain. Misal,
matanya juling ke atas lalu bergerak-gerak, bibirnya kedutan atau
tangannya seperti tremor.
Dokter biasanya waspada, tapi kalau kejangnya terjadi di rumah, biasanya
jarang ibu yang ngeh.” Itulah sebabnya, orang tua harus memperhatikan
betul kondisi bayinya.
*MENOLONG ANAK KEJANG*
1. Jangan panik, segera longgarkan pakaiannya dan lepas atau buang semua
yang menghambat saluran pernapasannya. Jadi kalau sedang makan tiba-tiba
anak kejang, atau ada sesuatu di mulutnya saat kejang, segera keluarkan.
2. Miringkan tubuh anak karena umumnya anak yang sedang kejang
mengeluarkan cairan-cairan dari mulutnya. “Ini sebetulnya air liur yang
banyak jumlahnya karena saraf yang mengatur kelenjar air liur tak
terkontrol lagi. Kalau sedang kejang, kan, saraf pusatnya terganggu.
Bukan cuma air liur, air mata pun bisa keluar.” Guna memiringkan tubuh
adalah supaya cairan-cairan ini langsung keluar, tidak menetap di mulut
yang malah berisiko menyumbat saluran napas dan memperparah keadaan.
3. Jangan mudah percaya bahwa meminumkan kopi pada anak yang sedang
kejang bisa langsung menghentikan kejang tersebut. “Secara medis, kopi
tak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan
tersumbatnya pernapasan bila diberikan saat anak mengalami kejang, yang
malah bisa menyebabkan kematian.”
4. Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat, jangan sampai otak kelamaan
tak mendapat oksigen. “Usahakan lama kejang tak lebih dari tiga menit.
Siapkan obat antikejang yang disarankan dokter bila anak memang pernah
kejang atau punya riwayat kejang.”
*PENATALAKSANAAN*
Penatalaksaan kejang meliputi :
*1. Penanganan saat kejang*
* Menghentikan kejang :/ Diazepam /dosis awal 0,3 – 0,5 mg/kgBB/dosis IV
(Suntikan Intra Vena) (perlahan-lahan) atau 0,4-0,6mg/KgBB/dosis REKTAL
SUPPOSITORIA. Bila kejang belum dapat teratasi dapat diulang dengan
dosis yang sama 20 menit kemudian.
* Turunkan demam :
Anti Piretika : /Paracetamol /10 mg/KgBB/dosis PO (Per Oral / lewat
mulut) diberikan 3-4 kali sehari.
Kompres ; suhu >39º C dengan air hangat, suhu > 38º C dengan air biasa.
* Pengobatan penyebab : antibiotika diberikan sesuai indikasi dengan
penyakit dasarnya.
* Penanganan sportif lainnya meliputi : bebaskan jalan nafas, pemberian
oksigen, memberikan keseimbangan air dan elektrolit, pertimbangkan
keseimbangan tekanan darah.
*2. Pencegahan Kejang*
* Pencegahan berkala (intermiten) untuk kejang demam sederhana dengan
Diazepam 0,3 mg/KgBB/dosis PO (Per Oral / lewat mulut) dan anti piretika
pada saat anak menderita penyakit yang disertai demam.
* Pencegahan kontinu untuk kejang demam komplikata dengan *Asam vaproat
*15-40 mg/KgBB/dosis PO (per oral / lewat mulut) dibagi dalam 2-3 dosis.
*ANAK EPILEPSI HARUS KONTROL SETIAP 3 BULAN*
Mereka yang berisiko menderita epilepsi adalah anak-anak yang lahir dari
keluarga yang mempunyai riwayat epilepsi. Selain juga anak-anak dengan
kelainan neurologis sebelum kejang pertama datang, baik dengan atau
tanpa demam.
Anak yang sering kejang memang berpotensi menderita epilepsi. Tapi
jangan khawatir, anak yang menderita epilepsi, kecuali yang lahir dengan
kelainan atau gangguan pertumbuhan, bisa tumbuh dan berkembang seperti
anak-anak lainnya. Prestasi belajar mereka tidak kalah dengan anak yang
normal.
Jadi, kita tak perlu mengucilkan anak epilepsi karena dia bisa
berkembang normal seperti anak-anak lainnya. “Yang penting, ia
tertangani dengan baik. Biasanya kalau anak itu sering kejang, dokter
akan memberi obat yang bisa menjaganya supaya jangan sampai kejang lagi.
Pada anak epilepsi, fokus perawatannya adalah jangan sampai terjadi
kejang lagi. Untuk itu, perlu kontrol, paling tidak setiap 3 bulan agar
monitoring dari dokter berjalan terus.”*
*
*
*
*
ditulis bebas dari berbagai sumber
*
Dini Febrina wrote:
Thanks Mbak Puji,
Nanti aku saranin cek ke dr aja kalau memang kejangnya sering/mengkhawatirkan.
Aku masih tunggu sharing& artikel dari ibu/bapak yaaaa....
Dini
-----Original Message-----
From: Tri Puji Rahayu [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, March 11, 2010 10:57 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [balita-anda] tanya baby kejang/gemetar tdk biasa saat nangis....
Dulu almarhum anaknya temenku ada yang seperti itu mbak. Kata temenku sih
karena ada masalah di saraf kepalanya. Suka tiba-tiba kejang padahal lagi
asik main atau nyusu.Akhirnya dia g berani pergi-pergi karena takut dijalan
tiba-tiba kejang. Dah ke dokter syaraf juga tapi anaknya temenku g berumur
panjang, kalo g salah tidak sampe setahun usianya anaknya..meninggal dunia.
Tapi kata temenku sih dia dah ikhlas karena kata dokter, kalo umurnya
panjangpun kemungkinan besar pertumbuhannya tidak seperti anak normal karena
kelainan saraf dan sering kejangnya itu.
Untuk antisipasi , saranku sih coba dicek ke ahli syaraf aja mbak. Biar
sedini mungkin penanganannya.Kalo memang kondisinya sering berulang ya.
Maaf kalo malah bikin serem...cuma berdasarkan pengalaman temen soalnya.
Thanks& Regard
Tri Puji Rahayu
PT. MNC Sky Vision
Wisma Indovision Lt. 10
Jl. Raya Panjang Z/III
Jakarta 11520
telp : 5828000 ext.9224
----- Original Message -----
From: "Dini Febrina"<[email protected]>
To:<[email protected]>
Sent: Thursday, March 11, 2010 10:40 AM
Subject: [balita-anda] tanya baby kejang/gemetar tdk biasa saat nangis....
Dear friends,
Ada titipan pertanyaan dari teman utk kondisi baby-nya usia 5 bln (laki-laki
anak ke-3)
Baby-nya ini suka seperti kejang/gemetar, kejadiannya kalau saat nangis.
(kondisi tdk seperti pada umumnya)
Pernah juga saat disusui ibunya.
Bisa ada yg bantu artikel atau mungkin sharing?
Terima kasih
Dini
________________________________
IMPORTANT -
The contents of this email and its attachments are intended only for the
individual or entity addressed above and may contain confidential and/or
privileged material.
Any unauthorized use of the contents is expressly prohibited. If you receive
this email in error, please contact us, then delete the email.
Please note that any views or opinions presented in this email are solely
those of the author and do not necessarily represent those of the company
and should not be seen as forming a legally binding contract without express
written confirmation.
Finally, the recipient should check this email and any attachments for the
presence of viruses. PT Astra Honda Motor accepts no liability for any
damage caused by any virus transmitted by this email.
--------------------------------------------------------------
Info Balita: http://www.balita-anda.com
Peraturan Milis: [email protected]
Menghubungi Admin: [email protected]
Unsubscribe dari Milis: [email protected]
IMPORTANT -
The contents of this email and its attachments are intended only for the
individual or entity addressed above and may contain confidential and/or
privileged material.
Any unauthorized use of the contents is expressly prohibited. If you receive
this email in error, please contact us, then delete the email.
Please note that any views or opinions presented in this email are solely those
of the author and do not necessarily represent those of the company and should
not be seen as forming a legally binding contract without express written
confirmation.
Finally, the recipient should check this email and any attachments for the
presence of viruses. PT Astra Honda Motor accepts no liability for any damage
caused by any virus transmitted by this email.
--------------------------------------------------------------
Info Balita: http://www.balita-anda.com
Peraturan Milis: [email protected]
Menghubungi Admin: [email protected]
Unsubscribe dari Milis: [email protected]
CONFIDENTIALITY
This e-mail message and any attachments thereto, is intended only for use by
the addressee(s) named herein and may contain legally privileged and/or
confidential information. If you are not the intended recipient of this e-mail
message, you are hereby notified that any dissemination, distribution or
copying of this e-mail message, and any attachments thereto, is strictly
prohibited. If you have received this e-mail message in error, please
immediately notify the sender and permanently delete the original and any
copies of this email and any prints thereof.
ABSENT AN EXPRESS STATEMENT TO THE CONTRARY HEREINABOVE, THIS E-MAIL IS NOT
INTENDED AS A SUBSTITUTE FOR A WRITING. Notwithstanding the Uniform Electronic
Transactions Act or the applicability of any other law of similar substance and
effect, absent an express statement to the contrary hereinabove, this e-mail
message its contents, and any attachments hereto are not intended to represent
an offer or acceptance to enter into a contract and are not otherwise intended
to bind the sender, Sanmina-SCI Corporation (or any of its subsidiaries), or
any other person or entity.
--------------------------------------------------------------
Info Balita: http://www.balita-anda.com
Peraturan Milis: [email protected]
Menghubungi Admin: [email protected]
Unsubscribe dari Milis: [email protected]