Pertama2 masuk sekolah memang dia sudah menangis juga tapi tidak separah sekarang. Malahan dulu sempat ditunggu di luar oleh mbaknya. Perkiraan saya ketidaknyamanan itu karena dia melihat teman2nya yg tentunya sifat/perilakunya bermacam2, dan kebetulan memang ada beberapa yg nakal. Sepertinya anak saya takut sekali dengan anak itu. Kemudian juga pada hari Sabtu, kelas A dan B digabung, sehingga terlalu ramai/penuh. Sementara anak saya tidak terbiasa dg suasana spt itu karena kebetulan lingkungan rumah tidak terlalu ramai dengan anak2 sebayanya & juga di rumah dia mungkin terbiasa sendiri (sampai sekarang belum punya adik). TK anak saya tsb berada di komplek perumahan kami, jadi fasilitasnya juga benar2 standar.
Terima kasih atas sharingnya. Salam, ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, December 15, 2003 4:13 PM Subject: Re: [balita-anda] Stresskah Anak Saya ? > Bunda Akbar, > > Waktu pertama kali masuk sekolah apakah Akbar langsung bersikap > demikian ? atau mungkin ada paksaan waktu awal-2 masuk ? > Anak saya saya masukkan Playgroup usia 2 tahun 7 bulan, > normalnya usia 3 tahun, di sebuah TK kecil di dekat rumah yang > mana TK tsb dibawa yayasan IKIP, 1,5 bulan dia tidak mau masuk > ke kelas secara rutin meskipun di temani mbaknya kadang dia > nangis. Yang saya salut adalah pendekatan dari guru dan Kepala > sekolahnya, anak saya dibebaskan kemana dia suka, kadang dia > main di kolam ikan, malah suka ke pemancingan dekat sekolah, > gurunya yang menemui dia di pemancingan dan mengajaknya > ngobrol, kadang dia masuk ke kelas TK A atau TK B,Kepala > sekolahnya mengatakan, biarkan dia berorientasi sendiri untuk > mengenal sekolahnya dan tidak boleh dipaksa untuk masuk > kelasnya. Saya sering melihat kepala sekolahnya mengajak > ngobrol anak saya berdua saja, anak saya juga suka membawa > kaset VCD dan dia bebas menutar kaset tsb di kelasnya. Kesannya > memang tidak disiplin tapi ternyata proses tsb cukup berhasil, > Kepala Sekolahnya wanti-2 memesan kepada saya, agar saya tidak > pernah memaksa sekolah karena akan menjadi trauma yang harus > dilakukan membuat anak senang akan sekolahnya terlebih dahulu > dan tidak merasa asing, karena anak balita cenderung tidak > percaya dengan lingkungan, dengan teman-2 yang baru dia kenal, > gurunya dengan rajin melaporkan perkembangan anak saya kadang > lewat telepon ke rumah. 1,5 bulan kemudian, anak saya berubah > cukup drastis, dia sudah asyik bermain bersama teman-temannya > dan cukup akrab dengan gurunya dan kalau masuk sekolah turun > dari mobil dia sudah tidak mau mbaknya mengantar ke dalam > kelas, dia mau masuk sendiri ke dalam sekolahnya. > Ada baiknya mbak konsultasi dengan gurunya mengenai keadaan > anak mbak di sekolah, atau kalau mbaknya masih mengantar, pasti > mbaknya tahu persis apa yang dilakukan anak mbak di sekolah, > kalau dia takut, apa yang dia takuti ?. > Sekian sharringnya.

