Email dari milis tetangga... Smoga membantu... Pertanyaan..... Dear dr Wati Dok, saya pengen nanya ttg reaksi antibiotic. Weekend kemaren anak2 saya sakit, Patricia (3,5yrs) batuk dan demam (38 der), sementara Patrick (11mo) demam sampai 39,8 der. Ini demam pertama kalinya Patrick, jadi susah banget dikasi obat, dia nggak biasa. Saya kasi tempra, sampe dimuntahin berkali2. Akhirnya sih berhasil, tapi tiap 4 jam panasnya tinggi lagi.
Hari Minggu saya bawa ke dokter, dan beliau menyimpulkan anak2 kena infeksi. Selain dikasi obat batuk (u/ Patricia), paracetamol juga antibiotic. Antibiotic nya: ENHANCIN (amoxicillin and clavulanate pottassium for oral suspension usp). Hari Senin, Patricia udah gak demam, sementara Patrick terakhir minum paracetamol Senen siang. Setelah itu suhu badannya udah normal kembali. Sekarang mereka tinggal ngabisin antibiotic yang sisa. Tapi yang terjadi sekarang mereka BAB-nya jadi lebih encer, dan lebih sering. Patrick yang biasanya 2x sehari sekarang 4x. Patricia... wah sisa Hirschsprung's-nya aja belom beres, sekarang BAB-nya makin lancar. Disamping itu Patrick muka dan lehernya penuh rash. Bintik2 merah. Apakah itu reaksi dari antibiotic? Apa yang sebaiknya saya lakukan, meneruskan antibiotic itu (2-3 hari lagi) atou dihentikan? Gitu aja deh Dok, terima kasih banyak sebelumnya. Jawabannya... dari dr. Purnamawati SpA 1. Demam pada umumnya - bukan kondisi yang membahayakan - demam pada dasarnya, merupakan salah satu mekanisme perlawanan tubuh terhadap infeksi Selama ada infeksi, pasti anak HARUS demam. 2. Penyebab demam terbanyak pada anak - lebih2 yg disertai batuk pilek - adalah infeksi virus - dan kita semua tahu, virus tidak dapat dilawan dengan antibiotik 3. Apa yg haruis dilakukan bila anak demam - lebih2 demam karena infeksi virus: A. Mencegah agar anak tidak dehidrasi - beri minum sebanyak2nya. Kalau ada muntah dan diare, minumnya ditambah dg oralit/pedialit B. Kompres hangat C. Obat penurun demam tujuannya bukan untuk menormalkan suhu - hanya untuk mencegah agar demam tidak semakin tinggi. Jadi jangan heran bila 4 jam kemudian panasnya naik lagi D. Saya menganggap anak2 tidak perlu antibiotik - infeksi - bukan alasan memberikan antibiotik kan infeksi pada anak kebanyakan krn virus Selain menimbulkan efek samping diare, antibiotik yg dipergunakan tdk pada tempatnya menyebabkan suburnya perkembang biakan kuman yg resisten thdp antibiotik. Suatu saat bila anak kita sakit, keluarga kita sakit, kalau kumannya yg sudah resisten antibiotik, kita bisa kepayahan Makin jarang anak makan antibiotik, makin jarang anak sakit Kalau saya - saya stop antibiotik The only remedy - time. Fluid Hopefully you are satisfied --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Hotjobs: Enter the "Signing Bonus" Sweepstakes

