Saya juga curiga dengan statement : pusat perkulakan  yang lain menjamur di
mana-mana tidak
perlu kartu lagi. Apakah ini hanya competitor untuk menjatuhkan yang lain
berhubung Makro banyak pembelinya apalagi mendekat Natal, Tahun Baru dan
Lebaran.  Kita tunggu penjelasan dari Bp.Ayub di Makro.  OK... 



-----Original Message-----
From: Asep Mulyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]] 
Sent: Friday, November 19, 1999 3:50 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [balita-anda] FW: HATI-HATI BELANJA KE MAKRO..!


Saya curiga berita ini. Aneh dua suarat hampir mirip, jumlahnya beda.
valid...atau ada maksud tertentu....?
Selain harus hati-hati belanja di Makro, tampaknya kita harus hati-hati
mempercayai suatu mail...


----- Original Message -----
From: Imelda Pasni <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, November 19, 1999 9:24 AM
Subject: [balita-anda] HATI HATI "SINDIKAT SECURITY MAKRO" PASAR REBO !!!!


>
>
> Ati-ati aja.... kalo cerita dibawah ini emang bener......
>
>
> -----Original Message-----
>
>
> Seorang sahabat saya yang saya kenal sangat baik, baik di lingkungan
> rumahnya maupun di kantornya, telah "dikerjai" oleh Sindikat Security
MAKRO
> Pasar Rebo, salah seorang securitynya bernama "SUTRISNO". Sindikat ini
> dengan sengaja mencari korbannya dengan cara mengintai dan membuat jebakan
> agar korbannya melakukan kelalaian. Dimana jebakannya adalah:
> Barang barang di Makro Pasar Rebo, ada beberapa yang Bar Code-nya sengaja
> dilepas dan di jatuhkan di sekitar barang tersebut berada. Tapi antara
> barang yang tidak ada Bar Code-nya dan Bar Code yang tercecer tersebut
> dibuat perbedaan harga beberapa ribu rupiah. Nah teman saya ini salah satu
> korbannya, begitu barang yang diambilnya tidak ada harganya, lantas dia
> mengambil Bar Code yang lepas tersebut, karena dia mengira Bar Code
tersebut
> lepas dari barang tersebut. Kemudian sahabat saya ini melanjutkan mencari
> barang yang lainnya yang tanpa di sadari telah dibuntuti oleh Oknum
Sindikat
> Security Makro tersebut. Ketika tiba di Kasir dan membayar tidak ada
masalah
> sama sekali, kemudian ketika memasuki pemeriksaan barang ketika akan
keluar
> pintu Makro juga tidak ada masalah. Namun beberapa saat kemudian tiga
orang
> Oknum Security menangkap sahabat saya ini, langsung dengan tuduhan
"menukar
> Bar Code" dan langsung dibawa ke ruang atas Pos Security dan di intrograsi
> dengan kasar dan memukul mukul meja. Sahabat saya lalu di beri dua
pilihan,
> ke kantor Polisi atau membayar denda 10 X lipat dari barang yang telah
> ditukar Bar Code nya seharga Rp. 47.000,- X 10 = Rp. 470,000,-. Dibawah
> ancaman dan intimidasi dari Oknum Security Makro tersebut, sahabat saya
ini
> dipaksa menandatangani "Surat Pernyataan Telah Mencuri Barang". Akhirnya
> karena sangat terpaksa dan diselimuti rasa takut yang dalam, sabahat saya
> ini terpaksa menandatangani Surat Palsu tersebut, karena sahabat saya ini
> "BUKAN MENCURI" tapi "MEMPERBAIKI KELALAIAN MAKRO" atau lebih jelasnya
> "TERJEBAK SINDIKAT SECURITY MAKRO PASAR REBO". Karena tidak membawa uang
> sebanyak itu, semua barang barang yang telah di beli diMakro di sita oleh
> Security Makro, TANPA DIKETAHUI OLEH MANAGEMENT MAKRO SAMA SEKALI. Dengan
> sedih sahabat saya ini ditanya oleh istrinya: "Mas.. mana beras dan susu
> yang Mas beli ? " Sangat menyedihkan memang ........ Beras dan Susu untuk
> anak dari sahabat saya ini DIJARAH HABIS OLEH OKNUM SECURITY MAKRO !!!!.
> Benar benar KETERLALUAN DAN KEJAM !!!. Akhirnya karena sahabat saya ini
> selalu termenung disaat kerja, akhirnya kami sebagai sabahatnya berusaha
> meluruskan permasalahn ini ke Management Makro Pasar Rebo, namun selalu di
> perhadapkan dengan pihak security seakan management makro tidak mau tahu,
> Dari mulai ke Bp. SADINO, FIKRI dan yang lainnya. Semuanya tidak mau
> perduli. Kami hanya minta penjelasan ada tidak peraturan denda 10 X lipat?
.
> Lantas lari kemana uang denda yang 10 X lipat tersebut ? DIMAKAN SECURITY
> ?????????. BAGAIMANA DENGAN MANAGENET MAKRO MENANGGAPI INI SEMUA ???
APAKAH
> BAR CODE YANG LEPAS DI SENGAJA ????? ATAU MEMANG SEMUA KARYAWAN MAKRO
"TIDAK
> BECUS" CARA KERJANYA ????   APA BUKTI KESALAHAN SAHABAT SAYA TERSEBUT ??
> APAKAH ADA REKAMAN VIDEONYA ???  BISA DI BUKTIKAN ???  KENAPA TIDAK DI
> TANGKAP KETIKA BERADA DI KASIR ATAU SAAT BARANG DICHECK DI PINTU KELUAR
> ??????   SAYA YAKIN MAKRO TIDAK MAMPU MENJAWAB SEMUA PERTANYAAN INI !!!!!
> PERUSAHAAN BESAR TAPI TIDAK PROFESIONAL !!!!
>
> SEKALI LAGI HATI HATI BERBELANJA DI MAKRO !!!!!!!!!

> -----Original Message-----
> From: Hadi Kuntoro
> Sent: 19 Nopember 1999 11:10
> To: news
> Subject: HATI-HATI BELANJA KE MAKRO....!
>
> HATI-HATI BELANJA KE MAKRO....!
>
> Nama saya (Junaedi, PT.TAM, PAD, MCDP Engine Plant, Noreg. 893421, ext
> 1740)mengalami kejadian yang sangat tidak mengenakkan hati di Pusat
> Perbeelanjaan Makro Pasar Rebo, ceritanya begini:
>
> Minggu 14 November Saya belanja, Beras, susu, indomie dan
> kebutuhan-kebutuhan rumah tangga yang lain.  Tidak lupa dia membeli barang
> yang selama ini didambakan yakni sepatu cats. Disinilah masalah mulai
> timbul.
> Pilih sana sini cari sepatu yang murah,  saya pilih sepatu cats merek
Dunlop
> tidak bertali nomor 39 yang stok tinggal satu-satunya. Namun ada masalah
> dengan sepatu tersebut, yaitu barcode-nya tidak ada, dan dilihat disebelah
> sepatu tersebut ada barcode tidak bertuan, tergeletak begitu saja pada
> sepatu yang sama tapi nomornya beda, yaitu nomor 38 (Bentuk barcode untuk
> sepatu Dunlop  sama yakni diikat menggunakan tali / insulock dan
dicantelkan
> disepatunya). Saya berpikir itu pasti barcode sepatu nomor 39 yang akan
Saya
> ambil, mungkin terjatuh pikirku (harga barang tidak tercantum pada
barcode).
>
> Selesai belanja Saya ke Kasir, pada saat di scan oleh kasir (Saya Belanja
> sebanya Rp 428.000 termasuk sepatu, yang harganya menurut barcode Rp
39.000
> discount sekian persen karena ada discount) tidak bermasalah (tentu saja
> kasir sudah cek kesesuaian antara barang dan barcode) kemudian Saya
melewati
> kasir dan di cek oleh Cecker/Inspektor dan pengecekan juga oke.
>
> Pada saat mau keluar Saya  tiba-tiba dihampiri oleh seseorang (Satpam)
> berpakaian preman dan diperintahkan ke ruangan yang letaknya dilantai
atas.
> "Ada apa pak...?" Saya kebingungan karena merasa tak bersalah
> "Tunggu saja disini" satpam keluar ruangan.
>
> Beberapa saat kemudian datang dua orang lagi, satu berpakaian preman dan
> satunya berpakaian satpam namanya Sutrisno (terpampang di dadanya). Dan
> peristiwa selanjutnya yang terjadi adalah investigasi dengan tuduhan
> pencurian karena menukar barcode, seluruh tubuh saya digeledah dompet
dibuka
> dll persis seperti maling.
> Belakangan diketahui bahwa sepatu yang Saya beli seharusnya Dunlop
berharga
> Rp 45.000 sedang barcode tak bertuan yang Saya tempelin sepatu Dunlop
> berharga Rp 39.000 beda  Rp 6.000) dan Saya juga bilang ke satpam akan
balik
> ke kasir bayar kekurangannya atau membatalkan saja transaksinya.
> Tapi dijawab tidak bisa oleh satpamnya. Saya minta ijin akan menghadap
> langsung ke bagian Customer Service Makro tapi dilarang  juga.
>
> Tingkah Polah satpam Makro waktu itu melebihi marahnya  seorang Jenderal ;
> menggebrak meja, membentak,mengumpat ,memaksa Saya mengaku maling dan
> berpidato "setiap bulan Makro mendrita kerugian 50 jutaan karena
kehilangan
> barang....!!"
> Tidak lama kemudian Saya disodori surat pernyataan  yang harus
> ditandatangani yang isinya menyatakan saya bersalah melakukan tindak
> pencurian dan harus membayar kerugian ke Makro. Besarnya ganti kerugian
> ditentukan satpam Makro sebesaar 10 kali lipat harga barang atau sebesar
Rp
> 450.000 (ini aturan Makro karanya). Saya tentu saja Saya tolak karena saya
> hanya khilaf karena ketidaktahuan Saya
>
> Satpam tidak mau tahu bahkan Saya diberi alternatif yang sangat sulit
yaitu
> tandatangan saat itu juga dan menyerahkan ganti rugi  10x lipat atau milih
> dibawa ke Polisi..?
> Karena terbayang pilihan kedua akan sangat-sangat menyulitkan karena modal
> pas-pasan, dan mengingat beking tidak punya, dan seumur umur belum pernah
> berurusan dengan polisi.
> Akhirnya dengan sangat terpaksa dan dengan hati yang pilu surat Saya tanda
> tangani
>
> Karena uang di dompet tinggal 50 ribu maka Saya menyerahkan saja belanjaan
> yang nilainya 428 ribu. Dan diterima oleh saatpam tanpa tanda terima
(tidak
> diberi) Print/Kwitansi belanja dan kartu Makro ditahan dan Saya
> diperintahkan pergi begitu saja tanpa membawa apapun termasuk sepatu yang
> membuat Saya sial itu.
>
> Kesedihan kurasakan bagaikan mimpi, karena separo lebih sisa gaji saya
> sebagai karyawan kelas 4 di PT.TAM musnah begitu saja tanpa ada yang
> dimintai pertolongan. Kepedihan hati makin terasakan menyayat saat tiba
> pondokanku
> "Pak berasnya mana..?" Istriku menyambut dengan keheranan karena di
Motorku
> tidak terlihat beras yang sedang dia tunggu-tunggu sejak pagi tadi .
> "Katanya mau dibelikan oleh-oleh, mana pak..?" kata anakku  yang semata
> wayang.
> "Tadi bapak kebetulan kartu Makronya ilang jadi nggak jadi belanja" Aku
> tidak mengatakan terus terang karena takut kasihan istriku turut sedih.
>
> Keesokan harinya Senin 15 Nop 1999 aku ceritakan masalahku itu kepada
> rekan-rekannya, itupun setelah berulang kali aku didesak karena biasanya
> periang terlihat murung .
> Hari itu juga Bp. Sutarto (atasanku langsung) dan seorang rekanku dari
MCDP
> berinisiatif datang ke Makro untuk mengklarifikasi masalah tersebut, yang
> dicari adalah bagian Customer Service,tapi ternyata customer service tidak
> bisa menjelaskan apapun dan meraka malah dioper ke satpam, disana ditemui
> oleh Sutrisno yang menginterogasiku  dan seorang lagi kordinaator satpam
> (namanya tidak tahu), tapi tidak membawa hasil karena lagi-lagi yang
didapat
> adalah pidato "setiap bulan Makro menderita kerugian 50 jutaan karena
> kehilangan barang...".
>
> Kami ingin klarifikasi mengenai aturan denda 10 x Lipat.
> Aturan denda sebesar 10 kali lipat barang bagi tindak kelalaian memasang
> barcode tidak kami dapatkan, dan anehnya saat itu juga kartu anggota Makro
> yang ditahan dikembalikan lagi bahkan satpamnya bilang bahwa saat itu juga
> Saya sudah boleh berbelanja lagi, padahal setahu saya bila telah didakwa
> melakukan tindak kecurangan di Makro maka  kartu akan dicabut.
>
> Hari selasa 16 Nop 1999 2 rekan di MCDP mencoba menghubungi via telpon ke
> Makro (8404080 ext 1701) dan dierima oleh Bp Dwi yang intinya dengan
> membayar ke 10x Lipat harga barang  berarti masalah sudah dianggap damai
> dan selesai , dan beliau menawar untuk ke Polisi saja kalau tidaak puas
> (jawaban tidak beda dengan pernyataannya sehari sebelumnya ) Bp Dwi juga
> menyarankan untuk menghubungi bapak Fikri (ext 7210) yang setelah
dihubungi
> ke teleponnya dari pagi sampai sore tidak pernah ada yang mengangkat
> teleponnya..
>
> Hari selasa 16 Nop 1999 Atasan saya (yang mengirim email ini ) mencoba
> menghubungi via telpon ke Makro (8404080 ext 17.../ Bagian Personalia) dan
> dipersilahkan bicara dengan salah satu pejabat di Makro namanya Bp.Basuki
> yang penjelasannya tidak beda dengan Bp.Dwi dan beliau menegaskan siapapun
> yang bersalah, entah sengaja atau tidak Beliau tidak mau tahu, tinggal
pilih
> saja denda 10 kali lipat harga barang atau ke Polisi..!
>
> Saya menyayangkan pihak Makro kenapa :
> 1. Mengapa ada barang yang tergeletak tanpa Barcode  dan tidak ditegur
> karyawannnya yang bertugas mengecek atau memsasang barcode tersebut..?
Bila
> stock barang tinggal satu & tanpa barcode sementara ada barcode tergeletak
> didekat barang tersebut maka siapapun akan bisa terjebak untuk memasangnya
> di barang yang tinggal saatu tersebut pada saat di memutuskan untuk
> membelinya.
> 2. Mengapa Pengawas / Satpam di Makro malah membiarkan (menjebak..?)
> orang yang tanpa sengaja melakukan kesalahan..? Mbok ya diingatkan.
> 3. Mengapa Kasir tidak mengkonfirmasikan bahwa antara barcode dan
> barang berbeda (barcode sepatu nomor 38 dan yang dibawa sepatu nomor 39)
> 4. Mengapa Inspektor setali tiga uang dengan Kasir..? Apa inspektor
> kerjanya hanya nyoret belanjaan dan stempel saja..?
> 5. Mengapa Satpam Makro memvonis Saya bersalah tanpa mendengarkan
> penjelasan saya ..? dan melarang Saya mengadukan masalahnya ke bagian
> Customer relation atau pejabat perusahaan yang ada disitu..?
> 6. Akibat kelalaiannya (yang tidak disengaja) perbedaan harga hanya Rp
> 6.000 rupiah, mengapa Saya didenda (dikutip) sebesar 10 kali lipat dari
> harga Sepatu yang 45 ribu..?
> 7. Mengapa Makro tidak memberikan bukti kwitansi  pembayaran (Kutipan)
> yang katanya merupakan ganti rugi tersebut..? mungkin Makro takut karena
ini
> perbuatan Ileegal..?
> 8. Mengapa aturan yang ilegal tersebut dibenarkan oleh salah satu
> pejabat disana..? (Bp. Basuki) apakah pada laporan neraca akhir tahun
Makro
> juga mencantumkan..? misalnya sebagai pendapatan kutipan tahun  1999...?
> 9. Mengapa aturan denda 10 kali lipat itu hanya sepihak..?
> anggota-anggotanya  tidak tahu ada aturan seperti itu.
> 10. Atau semua ini hanya jebakan Oknum di makro..?
> 11. Tapi mengapa di-Amin-i oleh Pejabat disana..?
>
> Wallahu A'lam......mudah-mudahan yang seperti ini tidak terjadi pada anda,
> berpikirlah kembali masak-masak bila anda  memutuskan untuk belanja ke
Makro
> yang sewenang-wenang kepada orang kecil  seperti itu, toh saat ini pusat
> perkulakan  yang lain menjamur di mana-mana tidak perlu kartu lagi.
>
> Bila bapak /Ibu ada yang kenal dengan salah satu pejabat di makro tolong
> sampaikan keluhan kami ini, kami adalah orang kecil yang tidak punya
beking
> apapun yang pada setiap urusan dengan yang lebih besar pasti akan
> tersingkirkan semudah membalik telapak tangan. "
> Yang gede berlagak yang kecil diinjak-injak....mudah-mudahan ada hikmah
yang
> bisa didapat diri cerita ini......."
> Mohon do forward ke teman-teman anda yang punya email, agar mereka
> hati-hati, atau ada yang tahu email-nya makro..?
>
> Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com
> "Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
>
> -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
> Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
> EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email:
[EMAIL PROTECTED]
> Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/
> http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet
>
>
>
>
>
>
>


Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"

-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email:
[EMAIL PROTECTED]
Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/ 
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet






**********************************************************************
This e-mail and any attachment contains information which is private
and confidential and is intended for the addressee only.
If you are not an addressee, you are not authorised to read, copy or 
use the e-mail or any attachment.  
If you have received this e-mail in error, please notify the sender 
by return e-mail and then destroy it.
**********************************************************************

Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"

-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke:  [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/ 
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet






Kirim email ke