netters, kalau mau tahu mailboxnya makro, coba kirim kesini...(spy komplain lebih afdol, mereka care nggak dgn komplain?) [EMAIL PROTECTED] > ---------- > From: kaunang, > sophia[SMTP:IMCEAEX-_O=ROOT_OU=PT+20GITASWARA+20INDONESIA_CN=RECIPIENTS_CN > [EMAIL PROTECTED]] > Reply To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: 22 Nopember 1999 9:19 > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [balita-anda] FW: [balita-anda] FW: HATI-HATI BELANJA KE > MAKRO..! > > Saya juga curiga dengan statement : pusat perkulakan yang lain menjamur > di > mana-mana tidak > perlu kartu lagi. Apakah ini hanya competitor untuk menjatuhkan yang lain > berhubung Makro banyak pembelinya apalagi mendekat Natal, Tahun Baru dan > Lebaran. Kita tunggu penjelasan dari Bp.Ayub di Makro. OK... > > > > -----Original Message----- > From: Asep Mulyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Friday, November 19, 1999 3:50 PM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: [balita-anda] FW: HATI-HATI BELANJA KE MAKRO..! > > > Saya curiga berita ini. Aneh dua suarat hampir mirip, jumlahnya beda. > valid...atau ada maksud tertentu....? > Selain harus hati-hati belanja di Makro, tampaknya kita harus hati-hati > mempercayai suatu mail... > > > ----- Original Message ----- > From: Imelda Pasni <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Friday, November 19, 1999 9:24 AM > Subject: [balita-anda] HATI HATI "SINDIKAT SECURITY MAKRO" PASAR REBO !!!! > > > > > > > > Ati-ati aja.... kalo cerita dibawah ini emang bener...... > > > > > > -----Original Message----- > > > > > > Seorang sahabat saya yang saya kenal sangat baik, baik di lingkungan > > rumahnya maupun di kantornya, telah "dikerjai" oleh Sindikat Security > MAKRO > > Pasar Rebo, salah seorang securitynya bernama "SUTRISNO". Sindikat ini > > dengan sengaja mencari korbannya dengan cara mengintai dan membuat > jebakan > > agar korbannya melakukan kelalaian. Dimana jebakannya adalah: > > Barang barang di Makro Pasar Rebo, ada beberapa yang Bar Code-nya > sengaja > > dilepas dan di jatuhkan di sekitar barang tersebut berada. Tapi antara > > barang yang tidak ada Bar Code-nya dan Bar Code yang tercecer tersebut > > dibuat perbedaan harga beberapa ribu rupiah. Nah teman saya ini salah > satu > > korbannya, begitu barang yang diambilnya tidak ada harganya, lantas dia > > mengambil Bar Code yang lepas tersebut, karena dia mengira Bar Code > tersebut > > lepas dari barang tersebut. Kemudian sahabat saya ini melanjutkan > mencari > > barang yang lainnya yang tanpa di sadari telah dibuntuti oleh Oknum > Sindikat > > Security Makro tersebut. Ketika tiba di Kasir dan membayar tidak ada > masalah > > sama sekali, kemudian ketika memasuki pemeriksaan barang ketika akan > keluar > > pintu Makro juga tidak ada masalah. Namun beberapa saat kemudian tiga > orang > > Oknum Security menangkap sahabat saya ini, langsung dengan tuduhan > "menukar > > Bar Code" dan langsung dibawa ke ruang atas Pos Security dan di > intrograsi > > dengan kasar dan memukul mukul meja. Sahabat saya lalu di beri dua > pilihan, > > ke kantor Polisi atau membayar denda 10 X lipat dari barang yang telah > > ditukar Bar Code nya seharga Rp. 47.000,- X 10 = Rp. 470,000,-. Dibawah > > ancaman dan intimidasi dari Oknum Security Makro tersebut, sahabat saya > ini > > dipaksa menandatangani "Surat Pernyataan Telah Mencuri Barang". Akhirnya > > karena sangat terpaksa dan diselimuti rasa takut yang dalam, sabahat > saya > > ini terpaksa menandatangani Surat Palsu tersebut, karena sahabat saya > ini > > "BUKAN MENCURI" tapi "MEMPERBAIKI KELALAIAN MAKRO" atau lebih jelasnya > > "TERJEBAK SINDIKAT SECURITY MAKRO PASAR REBO". Karena tidak membawa uang > > sebanyak itu, semua barang barang yang telah di beli diMakro di sita > oleh > > Security Makro, TANPA DIKETAHUI OLEH MANAGEMENT MAKRO SAMA SEKALI. > Dengan > > sedih sahabat saya ini ditanya oleh istrinya: "Mas.. mana beras dan susu > > yang Mas beli ? " Sangat menyedihkan memang ........ Beras dan Susu > untuk > > anak dari sahabat saya ini DIJARAH HABIS OLEH OKNUM SECURITY MAKRO !!!!. > > Benar benar KETERLALUAN DAN KEJAM !!!. Akhirnya karena sahabat saya ini > > selalu termenung disaat kerja, akhirnya kami sebagai sabahatnya berusaha > > meluruskan permasalahn ini ke Management Makro Pasar Rebo, namun selalu > di > > perhadapkan dengan pihak security seakan management makro tidak mau > tahu, > > Dari mulai ke Bp. SADINO, FIKRI dan yang lainnya. Semuanya tidak mau > > perduli. Kami hanya minta penjelasan ada tidak peraturan denda 10 X > lipat? > . > > Lantas lari kemana uang denda yang 10 X lipat tersebut ? DIMAKAN > SECURITY > > ?????????. BAGAIMANA DENGAN MANAGENET MAKRO MENANGGAPI INI SEMUA ??? > APAKAH > > BAR CODE YANG LEPAS DI SENGAJA ????? ATAU MEMANG SEMUA KARYAWAN MAKRO > "TIDAK > > BECUS" CARA KERJANYA ???? APA BUKTI KESALAHAN SAHABAT SAYA TERSEBUT ?? > > APAKAH ADA REKAMAN VIDEONYA ??? BISA DI BUKTIKAN ??? KENAPA TIDAK DI > > TANGKAP KETIKA BERADA DI KASIR ATAU SAAT BARANG DICHECK DI PINTU KELUAR > > ?????? SAYA YAKIN MAKRO TIDAK MAMPU MENJAWAB SEMUA PERTANYAAN INI > !!!!! > > PERUSAHAAN BESAR TAPI TIDAK PROFESIONAL !!!! > > > > SEKALI LAGI HATI HATI BERBELANJA DI MAKRO !!!!!!!!! > > > -----Original Message----- > > From: Hadi Kuntoro > > Sent: 19 Nopember 1999 11:10 > > To: news > > Subject: HATI-HATI BELANJA KE MAKRO....! > > > > HATI-HATI BELANJA KE MAKRO....! > > > > Nama saya (Junaedi, PT.TAM, PAD, MCDP Engine Plant, Noreg. 893421, ext > > 1740)mengalami kejadian yang sangat tidak mengenakkan hati di Pusat > > Perbeelanjaan Makro Pasar Rebo, ceritanya begini: > > > > Minggu 14 November Saya belanja, Beras, susu, indomie dan > > kebutuhan-kebutuhan rumah tangga yang lain. Tidak lupa dia membeli > barang > > yang selama ini didambakan yakni sepatu cats. Disinilah masalah mulai > > timbul. > > Pilih sana sini cari sepatu yang murah, saya pilih sepatu cats merek > Dunlop > > tidak bertali nomor 39 yang stok tinggal satu-satunya. Namun ada masalah > > dengan sepatu tersebut, yaitu barcode-nya tidak ada, dan dilihat > disebelah > > sepatu tersebut ada barcode tidak bertuan, tergeletak begitu saja pada > > sepatu yang sama tapi nomornya beda, yaitu nomor 38 (Bentuk barcode > untuk > > sepatu Dunlop sama yakni diikat menggunakan tali / insulock dan > dicantelkan > > disepatunya). Saya berpikir itu pasti barcode sepatu nomor 39 yang akan > Saya > > ambil, mungkin terjatuh pikirku (harga barang tidak tercantum pada > barcode). > > > > Selesai belanja Saya ke Kasir, pada saat di scan oleh kasir (Saya > Belanja > > sebanya Rp 428.000 termasuk sepatu, yang harganya menurut barcode Rp > 39.000 > > discount sekian persen karena ada discount) tidak bermasalah (tentu saja > > kasir sudah cek kesesuaian antara barang dan barcode) kemudian Saya > melewati > > kasir dan di cek oleh Cecker/Inspektor dan pengecekan juga oke. > > > > Pada saat mau keluar Saya tiba-tiba dihampiri oleh seseorang (Satpam) > > berpakaian preman dan diperintahkan ke ruangan yang letaknya dilantai > atas. > > "Ada apa pak...?" Saya kebingungan karena merasa tak bersalah > > "Tunggu saja disini" satpam keluar ruangan. > > > > Beberapa saat kemudian datang dua orang lagi, satu berpakaian preman dan > > satunya berpakaian satpam namanya Sutrisno (terpampang di dadanya). Dan > > peristiwa selanjutnya yang terjadi adalah investigasi dengan tuduhan > > pencurian karena menukar barcode, seluruh tubuh saya digeledah dompet > dibuka > > dll persis seperti maling. > > Belakangan diketahui bahwa sepatu yang Saya beli seharusnya Dunlop > berharga > > Rp 45.000 sedang barcode tak bertuan yang Saya tempelin sepatu Dunlop > > berharga Rp 39.000 beda Rp 6.000) dan Saya juga bilang ke satpam akan > balik > > ke kasir bayar kekurangannya atau membatalkan saja transaksinya. > > Tapi dijawab tidak bisa oleh satpamnya. Saya minta ijin akan menghadap > > langsung ke bagian Customer Service Makro tapi dilarang juga. > > > > Tingkah Polah satpam Makro waktu itu melebihi marahnya seorang Jenderal > ; > > menggebrak meja, membentak,mengumpat ,memaksa Saya mengaku maling dan > > berpidato "setiap bulan Makro mendrita kerugian 50 jutaan karena > kehilangan > > barang....!!" > > Tidak lama kemudian Saya disodori surat pernyataan yang harus > > ditandatangani yang isinya menyatakan saya bersalah melakukan tindak > > pencurian dan harus membayar kerugian ke Makro. Besarnya ganti kerugian > > ditentukan satpam Makro sebesaar 10 kali lipat harga barang atau sebesar > Rp > > 450.000 (ini aturan Makro karanya). Saya tentu saja Saya tolak karena > saya > > hanya khilaf karena ketidaktahuan Saya > > > > Satpam tidak mau tahu bahkan Saya diberi alternatif yang sangat sulit > yaitu > > tandatangan saat itu juga dan menyerahkan ganti rugi 10x lipat atau > milih > > dibawa ke Polisi..? > > Karena terbayang pilihan kedua akan sangat-sangat menyulitkan karena > modal > > pas-pasan, dan mengingat beking tidak punya, dan seumur umur belum > pernah > > berurusan dengan polisi. > > Akhirnya dengan sangat terpaksa dan dengan hati yang pilu surat Saya > tanda > > tangani > > > > Karena uang di dompet tinggal 50 ribu maka Saya menyerahkan saja > belanjaan > > yang nilainya 428 ribu. Dan diterima oleh saatpam tanpa tanda terima > (tidak > > diberi) Print/Kwitansi belanja dan kartu Makro ditahan dan Saya > > diperintahkan pergi begitu saja tanpa membawa apapun termasuk sepatu > yang > > membuat Saya sial itu. > > > > Kesedihan kurasakan bagaikan mimpi, karena separo lebih sisa gaji saya > > sebagai karyawan kelas 4 di PT.TAM musnah begitu saja tanpa ada yang > > dimintai pertolongan. Kepedihan hati makin terasakan menyayat saat tiba > > pondokanku > > "Pak berasnya mana..?" Istriku menyambut dengan keheranan karena di > Motorku > > tidak terlihat beras yang sedang dia tunggu-tunggu sejak pagi tadi . > > "Katanya mau dibelikan oleh-oleh, mana pak..?" kata anakku yang semata > > wayang. > > "Tadi bapak kebetulan kartu Makronya ilang jadi nggak jadi belanja" Aku > > tidak mengatakan terus terang karena takut kasihan istriku turut sedih. > > > > Keesokan harinya Senin 15 Nop 1999 aku ceritakan masalahku itu kepada > > rekan-rekannya, itupun setelah berulang kali aku didesak karena biasanya > > periang terlihat murung . > > Hari itu juga Bp. Sutarto (atasanku langsung) dan seorang rekanku dari > MCDP > > berinisiatif datang ke Makro untuk mengklarifikasi masalah tersebut, > yang > > dicari adalah bagian Customer Service,tapi ternyata customer service > tidak > > bisa menjelaskan apapun dan meraka malah dioper ke satpam, disana > ditemui > > oleh Sutrisno yang menginterogasiku dan seorang lagi kordinaator satpam > > (namanya tidak tahu), tapi tidak membawa hasil karena lagi-lagi yang > didapat > > adalah pidato "setiap bulan Makro menderita kerugian 50 jutaan karena > > kehilangan barang...". > > > > Kami ingin klarifikasi mengenai aturan denda 10 x Lipat. > > Aturan denda sebesar 10 kali lipat barang bagi tindak kelalaian memasang > > barcode tidak kami dapatkan, dan anehnya saat itu juga kartu anggota > Makro > > yang ditahan dikembalikan lagi bahkan satpamnya bilang bahwa saat itu > juga > > Saya sudah boleh berbelanja lagi, padahal setahu saya bila telah didakwa > > melakukan tindak kecurangan di Makro maka kartu akan dicabut. > > > > Hari selasa 16 Nop 1999 2 rekan di MCDP mencoba menghubungi via telpon > ke > > Makro (8404080 ext 1701) dan dierima oleh Bp Dwi yang intinya dengan > > membayar ke 10x Lipat harga barang berarti masalah sudah dianggap damai > > dan selesai , dan beliau menawar untuk ke Polisi saja kalau tidaak puas > > (jawaban tidak beda dengan pernyataannya sehari sebelumnya ) Bp Dwi juga > > menyarankan untuk menghubungi bapak Fikri (ext 7210) yang setelah > dihubungi > > ke teleponnya dari pagi sampai sore tidak pernah ada yang mengangkat > > teleponnya.. > > > > Hari selasa 16 Nop 1999 Atasan saya (yang mengirim email ini ) mencoba > > menghubungi via telpon ke Makro (8404080 ext 17.../ Bagian Personalia) > dan > > dipersilahkan bicara dengan salah satu pejabat di Makro namanya > Bp.Basuki > > yang penjelasannya tidak beda dengan Bp.Dwi dan beliau menegaskan > siapapun > > yang bersalah, entah sengaja atau tidak Beliau tidak mau tahu, tinggal > pilih > > saja denda 10 kali lipat harga barang atau ke Polisi..! > > > > Saya menyayangkan pihak Makro kenapa : > > 1. Mengapa ada barang yang tergeletak tanpa Barcode dan tidak ditegur > > karyawannnya yang bertugas mengecek atau memsasang barcode tersebut..? > Bila > > stock barang tinggal satu & tanpa barcode sementara ada barcode > tergeletak > > didekat barang tersebut maka siapapun akan bisa terjebak untuk > memasangnya > > di barang yang tinggal saatu tersebut pada saat di memutuskan untuk > > membelinya. > > 2. Mengapa Pengawas / Satpam di Makro malah membiarkan (menjebak..?) > > orang yang tanpa sengaja melakukan kesalahan..? Mbok ya diingatkan. > > 3. Mengapa Kasir tidak mengkonfirmasikan bahwa antara barcode dan > > barang berbeda (barcode sepatu nomor 38 dan yang dibawa sepatu nomor 39) > > 4. Mengapa Inspektor setali tiga uang dengan Kasir..? Apa inspektor > > kerjanya hanya nyoret belanjaan dan stempel saja..? > > 5. Mengapa Satpam Makro memvonis Saya bersalah tanpa mendengarkan > > penjelasan saya ..? dan melarang Saya mengadukan masalahnya ke bagian > > Customer relation atau pejabat perusahaan yang ada disitu..? > > 6. Akibat kelalaiannya (yang tidak disengaja) perbedaan harga hanya Rp > > 6.000 rupiah, mengapa Saya didenda (dikutip) sebesar 10 kali lipat dari > > harga Sepatu yang 45 ribu..? > > 7. Mengapa Makro tidak memberikan bukti kwitansi pembayaran (Kutipan) > > yang katanya merupakan ganti rugi tersebut..? mungkin Makro takut karena > ini > > perbuatan Ileegal..? > > 8. Mengapa aturan yang ilegal tersebut dibenarkan oleh salah satu > > pejabat disana..? (Bp. Basuki) apakah pada laporan neraca akhir tahun > Makro > > juga mencantumkan..? misalnya sebagai pendapatan kutipan tahun 1999...? > > 9. Mengapa aturan denda 10 kali lipat itu hanya sepihak..? > > anggota-anggotanya tidak tahu ada aturan seperti itu. > > 10. Atau semua ini hanya jebakan Oknum di makro..? > > 11. Tapi mengapa di-Amin-i oleh Pejabat disana..? > > > > Wallahu A'lam......mudah-mudahan yang seperti ini tidak terjadi pada > anda, > > berpikirlah kembali masak-masak bila anda memutuskan untuk belanja ke > Makro > > yang sewenang-wenang kepada orang kecil seperti itu, toh saat ini pusat > > perkulakan yang lain menjamur di mana-mana tidak perlu kartu lagi. > > > > Bila bapak /Ibu ada yang kenal dengan salah satu pejabat di makro tolong > > sampaikan keluhan kami ini, kami adalah orang kecil yang tidak punya > beking > > apapun yang pada setiap urusan dengan yang lebih besar pasti akan > > tersingkirkan semudah membalik telapak tangan. " > > Yang gede berlagak yang kecil diinjak-injak....mudah-mudahan ada hikmah > yang > > bisa didapat diri cerita ini......." > > Mohon do forward ke teman-teman anda yang punya email, agar mereka > > hati-hati, atau ada yang tahu email-nya makro..? > > > > Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com > > "Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas" > > > > -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =- > > Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] > > Berhenti berlangganan, e-mail ke: > [EMAIL PROTECTED] > > EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: > [EMAIL PROTECTED] > > Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/ > > http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di > Internet > > > > > > > > > > > > > > > > > Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com > "Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas" > > -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =- > Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] > Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] > EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: > [EMAIL PROTECTED] > Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/ > http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet > > > > > > > ********************************************************************** > This e-mail and any attachment contains information which is private > and confidential and is intended for the addressee only. > If you are not an addressee, you are not authorised to read, copy or > use the e-mail or any attachment. > If you have received this e-mail in error, please notify the sender > by return e-mail and then destroy it. > ********************************************************************** > > Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com > "Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas" > > -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =- > Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] > Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] > EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: > [EMAIL PROTECTED] > Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/ > http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet > > > > > > > Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com "Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas" -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =- Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: [EMAIL PROTECTED] Panduan Menulis Email yang Efektif http://hhh.indoglobal.com/email/ http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet
