Kalau penyewaan bayi saya memang pernah mendengar,
malah baru-baru ini ada email dari seorang teman yang
membuat saya merinding yaitu kasus seorang baby sitter
yang menyewakan anak asuhnya saat majikannya pergi
kantor (keduanya bekerja), terbongkar saat orang
tuanya pulang lebih cepat dan anaknya tidak ada.
Alasan si baby sitter sedang dipinjam tetangga, tapi
setelah didesak dia mengaku disewakan ke pengemis
untuk sejumlah bayaran.
Ada lagi kasus lain ,kebetulan supir kantor suami saya
yang cerita bahwa tetangganya seorang tukang beca,
istrinya tiap tahun melahirkan dan bayinya dijual ke
komplotan pengemis tersebut dengan bayaran 50-100.000
rupiah. Saya sangat prihatin dengan keadaan ini,
rasanya tidak masuk akal ada seorang ibu yang dengan
sengaja melahirkan untuk menjual anaknya, tapi itulah
kenyataannya.
Banyak kasus seperti pak RWI yang ingin mengambil anak
(bayi maupun sudah besar) tapi banyak yang gagal
karena mereka lebih suka tinggal di jalanan.
Mungkin metode rumah singgah yang sekarang sudah ada
merupakan solusi untuk meningkatkan pendidikan mereka,
dan dengan pendidikan formal maupun non formal
(kerajinan tangan dll) dan bisa menjadi sumber
penghasilan mereka sebagai pengganti profesi sebagai
pengemis.
Bagaimana apa kita berminat untuk mendirikan rumah
singgah ini?
Mamanya Dafi
--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
>
> Apa yang anda simpulkan memang benar, jaringan yang
> mereka punyai juga
> cukup solid terbukti mereka semakin lama semakin
> meningkat baik secara
> kwalitas maupun kwantitas. Termasuk seperti yang
> anda kemukakan tadi bahwa
> mereka mengunakan obat-obatan tertentu untuk
> melancarkan tugas mereka.
>
> Kita memang ternyuh melihat kondisi tersebut, nah
> mumpung ada yang
> mengangkat topik ini, mungkin ada rekan-rekan yang
> punya ide, saran atau
> apapun untuk sedikit "mengurangi" kondisi tersebut.
>
> Pernah kami (saya dan istri) mencoba mendekati
> seorang pengemis
> diperempatan yang mengendong bayi, kami menawarkan
> untuk merawat bayi
> tersebut dan sebagai gantinya kami memberi sejumlah
> uang (kalau tidak salah
> 200.000) tapi ditolak, alasanya cukup mengejutkan
> kami, ternyata bayi-bayi
> yang mereka bawa tersebut bukan bayi mereka tetapi
> mereka menyewa dari
> orang lain?! dan sang penyewa mendapatkannya dengan
> cara membeli. Tapi
> informasi tersebut belum pernah saya konfirmasikan
> kepada siapapun dan kami
> juga tidak tahu kebenaran informasi tersebut namun
> jika hal itu benar,
> mereka itu benar-benar tidak mempunyai rasa
> kemanusiaan sama sekali.
>
> Nah ada yang mau share info atau ide?
>
> Salam
> RWI
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://messenger.yahoo.com
Kunjungi: http://www.balita-anda.indoglobal.com
"Untuk mereka yang mendambakan anak balitanya tumbuh sehat & cerdas"
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
EMERGENCY ONLY! Jika kesulitan unsubscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
http://pencarian-informasi.or.id/ - Solusi Pencarian Informasi di Internet