Bapak Eko Yth,
Saya mau sharing sedikit pengalaman yang pernah saya alami seperti kasus
yang saat ini sedang Bapak hadapi.
Saya ibu dari 2 orang putra yang masing-masing berumur 2 tahun dan 1 tahun.
Kebetulan kedua-dua anak saya ini pernah mengalami diare yang sangat akut
sewaktu mereka masing-masing berumur 6-7 bulan.
Indikasi awalnya adalah buang air besar yang melebihi batas normal
perhari-nya (6-8 kali perhari) kadang berlendir dan sedikit ada slem
darahnya. Kemudian saya bawah ke DSA, diberi obat dan antibiotik. Setelah
minum obat mereka sembuh kemudian 2-4 hari kemudian kambuh lagi. Kejadian
ini terus berulang sampai 4 kali dalam waktu 1 bulan. Padahal kami sudah
mengganti susunya dengan susu kedelai dan hanya makan bubur kecap saja tanpa
ada lauk yang lain (sayur maupun daging). Sampai akhirnya anak saya tidak
lagi bisa mencerna apa yang dia makan. Jadi setiap dia makan langsung keluar
lagi dalam bentuk cair.
Akhirnya saya dan DSA kami sepakat untuk merawatnya dirumah sakit. Anak kami
dipuasakan dari makan dan minum susu, hanya boleh minum pedialyte (maaf
kalau salah tulisannya) saja dan diinfuse. Selama kurang lebih 5 hari sambil
dilakukan pengobatan dan pemeriksaan yang intensif. Memang awalnya kami
sangat tidak tega sekali karena mereka sangat kelaparan. Tapi ternyata
terapi seperti ini sangat membantu karena usus-usus mereka yang terinfeksi
oleh bakteri dan jamur diistirahatkan dahulu sama sekali sampai obat-obatan
yang diberikan benar-benar bekerja dengan maximal. Kalau orang awam seperti
saya berpikir bahwa usus-usus yang terjangkit itu dikuras terlebih dahulu
hingga bersih supaya jamur dan bakteri yang ada hilang sama sekali.
Setelah masuk hari ke 5 barulah diarenya lambat laun berkurang. Sampai hari
ke 7 anak saya boleh diberikan susu khusus untuk anak yang terserang diare
akut 'Pepti Junior' yang diencerkan takarannya. Dicoba makan bubur susu yang
dibuat sendiri dari campuran tepung beras dan susu Pepti Junior. Beberapa
hari kemudian boleh dicoba bubur kecap tanpa lauk-pauk.
Setelah dua minggu dirawat anak kami diperbolehkan pulang. Pengobatan yang
dilanjutkan dirumah adalah antibiotik untuk ususnya dan pankreon sampai
beberapa waktu.
Setelah itu sampai sekarang alhamdulillah anak kami tidak pernah lagi sama
sekali terjangkit yang namanya diare. Setelah kejadian pada anak saya yang
pertama ternyata berulang kepada adiknya sewaktu dia berusia 7 bulan. Sampai
akhirnya diapun diharuskan masuk RS. Ternyata terapi yang diterapkan juga
sama seperti kakaknya. Setelah sembuh total adiknya pun sampai saat ini juga
sudah tidak pernah terjangkit diare lagi sama sekali.
Masukan-masukan yang pernah saya dapat tentang masalah diare adalah:
- Apabila anak anda diare langsung ganti susunya dengan susu yang bebas
lactosa atau susu kedelai.
- Hentikan makan buah-buahan dan sayur-sayuran (bubur kecap).
- Jangan lupa berikan pedialite dan air tajin.
- Kalau sudah ada tanda-tanda lemas langsung bawa kedokter karena ada
indikasi kekurangan cairan yang sangat membahayakan otak dari anak kita.
- Perlu diperhatikan bahwa air yang kita pakai harus benar-benar bersih dari
segala kontaminasi.
- Jika anda sudah membawa anak anda ke dokter spesialis anak, tapi masih
berlanjut, mungkin diperlukan pemeriksaan yang sangat intensif.
Demikianlah sedikit sharing dari saya, semoga memberikan sedikit gambaran
kepada bapak Eko.
Semoga ananda cepat sembuh.
Hormat saya,
Mamanya Al dan Bobo
-----Original Message-----
From: Eko Sumarjanto [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 14 February, 2000 9:37 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [balita-anda] Mencret Pada Anak
Para Netter Balita-anda Yth,
Saya ayah dari seorang anak laki-laki yang berumur 1 tahun, ada satu
problem yang sangat mengganggu pada perkembangan anak saya, yaitu sering
sekali mencret.
Setiap kali mengalami mencret (sehari bisa 6 kali dan yang paling parah
semalam bisa sampai 14 kali) bahkan pada beberapa kejadian disertai
lendir yang ada darahnya.
Penyebab mencretnya menurut kebiasaan terjadi karena beberapa sebab,
diantaranya penggantian merk susu formula, karena makan jeruk, ibunya
makan makanan yang pedas atau asam (anak saya masih minum ASI) dan yang
terakhir hasil uji Lab terhadap Faeces Rutin dan Struktur menunjukkan
adanya bakteri "Enterobacter doncal" (mohon di cek barangkali kalau
tulisannya salah), kata seorang DSA bisa juga Bakteri "Colli Patogen",
bahkan salah seorang DSA menduga ada infeksi di usus
Memang saya juga sudah menecek ke Lab untuk air sumur yang saya
pergunakan terdapat juga indikasi adanya bakteri Colli form 400
(normalnya 50) dan Colli tinja 100 (normalnya 0)
Tetapi untuk mencuci semua perlengkapan bayi saya pergunakan air ledeng
dan makanan/minum menggunakan air mineral galon (beli dengan merk yang
ada di pasaran)
Mohon sekiranya para netter ada yang mempunyai pengalaman tentang
masalah seperti ini, mengingat akibat dari sering mencret ini berat
badan anak saya sangat lambat sekali perkembangannya (hanya 2 ons/bulan)
bahkan pernah turun 1,5 ons pada saat mencret yang berat (disamping itu
anak saya juga susah sekali makannya walaupun sudah dipacu dengan
beberapa merk vitamin dari DSA)
Ditunggu beritanya
Terima kasih sebelumnya
Bapaknya Umar
Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta http://www.indokado.com
Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
**********************************************************************
This e-mail and any attachment contains information which is private
and confidential and is intended for the addressee only.
If you are not an addressee, you are not authorised to read, copy or
use the e-mail or any attachment.
If you have received this e-mail in error, please notify the sender
by return e-mail and then destroy it.
**********************************************************************
Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta http://www.indokado.com
Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]