Mbak Icka,
Untuk menentukan apakah seorang anak siap bersekolah
atau tidak minimal ada 2 hal yaitu IQ dan EQ. Untuk IQ
bisa saja terjadi perbedaan besar, karena itu kita
kenal anak jenius yang pada usia muda sudah bisa
menyelesaikan persoalan akademis yang jauh di atas
kemampuan anak seusianya. Sedang EQ untuk anak yang
normal (maksudnya pada saat lahir cukup bulan dan
tidak menderita keterbelakangan mental) akan memiliki
nilai yang hampir sama. Faktor yang terdapat dalam EQ
antara lain sosialisasi, tingkah laku dan penguasaan
emosi.
Memang tidak ada salahnya memasukkan anak bersekolah
pada usia dini sepanjang kita juga melihat kesiapan
mentalnya. Dari penelitian para ahli menentukan dunia
bermain anak sampai dengan usia 8 tahun (kelas 2 SD),
sehingga sampai usia itu boleh saja kita memberikan
pelajaran pada anak asalkan dengan metode bermain (hal
ini yang tidak terjadi pada kurikulum di Indonesia).
Menurut saya hal yang berpengaruh pada anak yang
terlalu muda bersekolah adalah dari masalah sosial,
dimana teman-temannya mungkin sudah sampai pada tahap
perkembangan tertentu misalnya pubertas, sedangkan dia
belum, maka ada kemungkinan terjadi benturan dalam
dirinya yang merasa berbeda atau dibedakan oleh
lingkungannya.
Menurut banyak cerita banyak anak-anak yang awalnya
dikatakan jenius sehingga disekolahkan pada usia muda
pada akhirnya menjadi anak yang biasa saja saat
mencapai tingkat yang lebih tinggi, tapi saya rasa hal
ini karena sistem pendidikan kita tidak mengakomodasi
anak berbakat (ada beberapa sekolah yang menyediakan
kelas khusus) karena kehilangan minat pada pelajaran
yang kurang berbobot baginya.
Saya pernah baca di sebuah artikel bahwa di AS untuk
masuk dari play grup ke TK akan diseleksi dari faktor
akademis dan terutama kesiapan mental, untuk yang
sudah siap akan diijinkan sedangkan yang belum siap
dimasukkan dalam kelas khusus sebagai kelas transit
menunggu kesiapan mentalnya.
Mamanya Dafi
--- Ricka Febriliantina <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> Dear Netters,
>
> Saya ingin menanyakan Mengenai usia sekolah?,
> mungkin pada milis ini ada di
> antara netters yang expert dalam masalah ini,
> khususnya mengkaitkan ke dalam
> psikologi dan perkembangan anak.
> Apakah pengaruh terhadap anak, jika ia disekolahkan
> (SD), pada usia yang
> dibawah umumnya. Misalnya usia 5 tahun.
> Kalau saya berpendapat hal ini tidak bermasalah,
> karena setiap anak itu
> memiliki tingkat kematangan yang berbeda2. Misalnya,
> bisa saja anak umur 5
> tahun tersebut lebih siap dibandingkan dg anak umur
> 7 tahun dilihat dari
> sisi kematangan dan pengertiannya.
> Tapi pendapat saya ini kan hanya berupa asumsi dan
> persepsi saya saja, bukan
> berdasarkan alasan yang ilmiah. Mungkin dari sisi
> Psikologi/perkembangan
> jiwanya akan berpengaruh, seperti merasa
> terbebani/stress dll. Oleh karena
> itu saya berharap mungkin di antara netters dapat
> memberikan masukan secara
> ilmiah maupun berdasarkan pengalaman.
>
> Trim's
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send online invitations with Yahoo! Invites.
http://invites.yahoo.com
Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
->Aneka kado pilihan untuk anak, http://www.indokado.com/kado.html
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]