Mungkin bisa menjadi bahan renungan untuk kita dan anak2 kita kelak....... > ---------- > From: anurai[SMTP:[EMAIL PROTECTED]] > Reply To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: 05 Juli 2000 10:53 > To: KAM Mailing List > Subject: hadiah cinta seorang ibu.... > > Soul's Bread: > HADIAH CINTA > Unknown > > "Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan > penuh > kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka > selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan > nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar > jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! > > Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi > seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang > tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah > dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu > hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu > terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, > aku ini makhluk aneh." > > Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun > disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang > musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya > mengingatkan, > "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun > dalam > hati ibu merasa kasihan dengannya. > > Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa > mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan > sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia > mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu > mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada > mereka. > Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak > lelakinya, > "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan > telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk > dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah. > > Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat > musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak > penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan > bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus > mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia > telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas > kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas > kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam > sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya > bagimu > untuk mengetahui semua rahasia ini." > > Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. > Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari > itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru > saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut > jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah > ... > bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia > senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak > seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya > bukan?" > > Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam > hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, > namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak > pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah > dikerjakan namun tidak diketahui. (diadaptasi dari unknown. Terima kasih > untuk siapa saja yang telah menulis cerita indah ini - Editor) > > > ************************************************************************** > >> www.jajak.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya << >> Belanja Info & Keperluan Balita? Klik, http://www.balitanet.or.id >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED] Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
