Untuk ibu Arieshanty dan lainnya
di St. Carolus waktu itu saya konsultasi sama bidan. Ya seperti konsultasi
biasa, kita ditanya apa masalahnya, karena waktu itu masalah saya 'hanya'
tidak bisa menyusui langsung sementara ASI-nya sendiri melimpah, waktu
diperiksa ternyata katanya puting susu kurang menonjol. Jadi saya langsung
dikasih solusi untuk menarik-narik puting supaya keluar, dengan pakai alat
suntik yang dipotong ujungnya. Cara kerjanya seperti pompa, supaya putingnya
keluar. Sakitnya emang minta ampun, tapi namanya juga demi anak.
Selain itu saya juga disarankan untuk tidak memberi dot pada bayi, ya supaya
bayinya tidak bingung puting, ASI perahan harus disendokkan.
Cuman kalo menurut saya cara mereka kurang halus, ya... mungkin buat
sebagian orang sulit menerima diperlakukan demikian. Menurut 'mereka', tidak
ada ibu yang tidak bisa menyusui, tidak bisa itu karena kurang niat, kurang
usaha, pokoknya kesalahan terbanyak pada ibu. Ya.... namanya kita konsultasi
mau cari solusi tapi malah 'kesannya' disalah-salahi kan agak 'gelo' kata
orang jawa sih.
Sekedar share aja, saya juga sempet ikut seminar laktasi (waktu itu diadakan
Ayahbunda). Sebetulnya isi seminarnya hampir sama saja dengan lebih dari 10
buku yang udah saya baca mengenai laktasi. Hanya waktu itu dari kira-kira 70
peserta, 90 persennya mengangkat tangan menanyakan sesuatu. Dari
pertanyaan-pertanyaan itu saya melihat kalo pemberian laktasi itu tidak
semudah kita ngeliat bayi nyusu pada ibunya. Hampir semua punya masalah,
sehingga saya waktu itu jadi tambah pede, oh bukan salah saya (pikir saya
waktu itu), menyusui memang sulit. Ya, sejak itu saya lebih santai, percaya
diri, semangat lagi, mungkin dengan kondisi seperti ini saya jadi bisa
menyusui.
Selain di St Carolus, saya dapat informasi di RS Gatot Subroto (RS Pusat
Angkatan Darat) juga ada klinik seperti ini. Malah disana kayak workshop,
ibu-ibu pada ramai-ramai belajar memberi ASI kepada bayinya. Mungkin ada
yang pernah tahu?
Maaf kalau saya terlalu banyak bicara, tapi karena pernah punya masalah
dengan laktasi ini, maka saya udah membaca banyak sekali info mengenai ASI,
dari buku sampai berapa kali ikutan seminar. Jadi ada beberapa pertanyaan
yang bisa saya share disini.
Menurut ahlinya, pabrik ASI itu tidak pernah kering selama kegiatan
menghasilkan susu (baik secara langsung ataupun tidak ke bayinya) tidak
berhenti. Seperti hukum ekonomi, susu yang diproduksi (kapasitas produksi
susu) adalah sebanyak permintaan. Jadi makin banyak susu diminum maka
produksi susu makin banyak. Kapasitas susu dikatakan tidak terbatas. Disuatu
seminar saya pernah ditunjukkan foto seorang bayi 1 tahun duduk ditengah
gundukan plastik susu, yang ternyata ASI ibunya, sekitar 100 bungkus berisi
250ml ASI. ASI tersebut disumbangkan ke panti asuhan.
Cuman seperti pabrik juga, gimana mau produksi kalau tidak ada input, yaitu
asupan makan yang cukup untuk ibu. Menurut seminar pula, diet sesudah
melahirkan adalah salah satu sebab mengapa susu cepat kering. Jadi sewaktu
menyusui, kita seperti hamil saja, memberi makan untuk 2 orang. Sehari kalau
perlu makan 6 kali, kalau sanggup kenapa tidak, kan biasanya juga sehabis
menyusui kita lapar lagi. Dari beberapa orang yang ASI-nya cepat kering,
setelah saya tanya mengenai makan mereka, biasanya mereka memang membatasi
makan.
Jadi untuk ibu Arieshanty dan ibu lainnya, kalau mau diteruskan ASI-nya
selama anaknya tidak menolak pasti bisa. Sekarang masalahnya adalah
bagaimana supaya anak tidak menolak. ini masalah lain. Salah satu cara ya
tidak memberi susu dengan dot. Karena dot lebih mudah dan lebih banyak
keluarnya sehingga memberi kepuasan lebih kepada anak-anak.
Konon kita harus menciptakan suasana intim dengan anak saat menyusui. Jangan
menyusui sambil nonton telenovela, ngobrol, ato malah sambil jalan-jalan.
Kalau suasana mendukung, anak merasa nyaman, dan mereka akan meminta suasan
seperti itu dengan menyusu lagi.
Sekali lagi maaf karena kepanjangan. Kalau ada masalah lagi, memang lebih
enak berbagi. Supaya kita tidak merasa sendiri.
salam selalu
mama danang
----- Original Message -----
From: Christina Luh Primasari <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, August 10, 2000 8:44 AM
Subject: RE: [balita-anda] Mau ASI Tapi Emoh Menyusu
> Mbak Aresanthy,
>
> Kalo boleh urun rembug kebetulan anak saya Hanind juga umur 10 bulan besok
> tgl 14, saat ini dia masih ASI karena sejak saya melahirkan hari pertama
> sudha saya kasih ASI walaupun saat itu masih sedikit tapi sudah saya
> tempelkan mulutnya ke puting saya sehingga dia juaga ada kemampuan buat
> belajar menyedot.
> Untuk memeperbanyak ASI saya pake cara tradisional....rebusan mentimun,
> labu siam muda (yg kecil-kecil) + kacang panjang...
> Hasilnya ASI-nya banyak + kental...ditambah dengan makanan harus bergizi
> Sampai saat ini saya masih memeras ASI di kantor dulu memang 3 kali
> pemerasan tpai sejak 2 bulan yang lalu hanya 2 kali pemerasan, tapi
> sesampainya di rumah Hanind sudha menanti saya untuk tidur sambil minum
ASI
> langsung dari ibunya.
> Makin sering diperas / diteteki maka produksinya juga akan makin banyak.
>
> Untuk Pak Johnson, mungkin perlu diperhatiakn juga posisi bayi waktu
> menyusui, bila menyusuinya ibu dalam keaadn duduk maka perut bayi harus
> bertemu perut ibunya, begitu juga pada posisi ibu tidur, perut bayi juga
> bertemu perut ibunya.
>
> Semoga info ini berguna,
>
> Thanks,
> -mamanya Hanindya-
>
> At 10:37 AM 8/9/00 +0700, you wrote:
> >Mama Danang dan rekan lain,
> >
> >Saya mau tanya info mengenai klinik laktasinya St. Carolus, disana kita
bisa
> >dapat konsultasi apa aja??.
> >Sebenarnya masalah saya cukup membingungkan. Anak saya juga minum ASI
tidak
> >langsung dari saya tapi harus diperas dan dimasukkan ke botol, tapi udah
2
> >bulan ini saya jadi agak kecape'an meresnya dan kadang-kadang seminggu
saya
> >peras cuma 1 x, ya hasilnya ASI saya jadi sedikit sekali produksinya.
TApi
> >sekarang2 ini saya pikir, bisa nggak yah saya memperbanyak ASI lagi, khan
> >masih produktif (walau sedikit), sayang kan kalau di hentikan. Gimana
rekan2
> >ada yang bisa kasih jalan keluar untuk ini, mengingat udah hampir 2 bulan
> >ASI yang keluar sedikit sekali(FYI anak saya sudah 9 bln sekarang).
Thanks
> >in advance for infonya.
> >
> >Regards,
> >
> >Ariesanthy
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >>> www.jajak.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya <<
> >>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
> >>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> >Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> >Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
> >> www.jajak.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya <<
> >> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
> >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>> www.jajak.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya <<
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]