Mamanya Galuh,

Anak saya Alissa juga pernah mengalami periode seperti Galuh pada saat
usianya 3-4 bulan. Menangis sekeras-kerasnya setiap malam menjelang tidur
dan kadang-kadang sedang tidur tiba-tiba menangis.  saya terus cari
penyebabnya. Pernah saya dapatkan penyebabnya diantaranya perutnya kembung,
BAB nya keras dan ada beberapa periode yang tidak tahu saya apa penyebabnya.
Lama kelamaan kebiasaan itu berkurang dan sekarang Alissa sudah bisa tidur
sendiri jika dia sudah mengantuk.  Coba  mbak kurangi waktu tidur siangnya
sehingga malam hari Galuh bisa pulas tidurnya dan juga beri susu hangat yang
mengenyangkannya sebelum Galuh tidur, ruangan kamar yang nyaman dan kalau
perlu di lap tubuhnya dengan handuk hangat lalu di taburi bedak dan diganti
bajunya yang nyaman. Cara seperti ini pernah saya terapkan pada Alissa pada
saat periode-periode susah seperti yang mbak alami, hasilnya sangat
membantu. Saya juga wanita bekerja, jadi waktu tidur saya pun tidak
terganggu.

Mudah-mudahan cara diatas bisa membantu mbak dalam menghadapi sikap Galuh.
Yang penting SABAR....

Maria - Mamanya Alissa


> ----------
> From:         Nilandari[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Friday, September 08, 2000 4:41 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      RE: [balita-anda] Menangani tangisan bayi yang tak wajar
> 
> 
> Dear netters,
> Saat ini saya sedang punya masalah dalam mengatasi tangis Galuh anak saya.
> Sudah hampir satu bulan ini, setiap malam Galuh (7bl.) bobok tidak nyaman.
> Sering dia menangis keras tiba-tiba tanpa ada sebab - sampai keluar air
> mata
> segala, tapi dalam keadaan mata tertutup alias tidur.
> Saya sampai kewalahan nenanginnya.
> Udah saya doain, dielus-elus punggungnya, tetep aja nangis sampe
> sesenggukan. Kalo saya coba nenenin, nangisnya malah tambah keras.
> Ya....akhirnya saya gendong sampe dia tenang. Yang menyedihkan, nggak
> cuman
> sekali dua dia nangis gitu, semalem bisa sampe empat kali. 
> Mengapa begitu ya???? 
> Tolong rekan netters yang punya pengalaman kayak saya, sharing dong.
> As additionan info, saya ibu bekerja, dan dari laporan Mbak yang jagain
> Galuh, kalo lagi bobok siang juga lumayan sering ngigau nangis gitu.
> 
> Salam,
> Mama Galuh
> 
> -----Original Message-----
> From: chida [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 08 September 2000 15:54
> To: Balita-Anda
> Subject: [balita-anda] Menangani tangisan bayi yang tak wajar
> 
> 
> Menangani tangisan bayi yang tak wajar
> 
> 
> 
> Banyak orang tua yang bertanya-tanya, "Seperti apakah tangisan bayi yang
> normal?". Sebagian bayi perlu menangis untuk beberapa jam dalam sehari,
> sama
> halnya bayi memerlukan tidur atau makan lebih banyak dari yang lainnya.
> Yang
> harus dikhawatirkan adalah kalau bayi menangis saat ia semestinya sudah
> kenyang dan berlaku rewel seakan ada yang menyakiti mereka. 
> 
> Dalam artikel sebelumnya, telah dibahas mengenai tangisan bayi dan
> sebab-sebabnya. Tangisan yang tak wajar dari bayi antara lain disebabkan
> oleh sakit perut yang diderita bayi, rasa tak nyaman dan kesulitan tidur
> yang dirasakan. 
> 
> 
> Sakit perut 
> Diagnosa terbaru mengenai kondisi bayi yang memiliki gejala-gejala  sama
> dengan sakit perut adalah gastroesophageal reflux. Reflux adalah keluarnya
> apa yang sudah dimakan atau muntah sebagai akibat dari kelebihan asam
> lambung, yang disebabkan oleh gejala ketidakstabilan sistem pencernaan
> pada
> bayi. Hal ini dapat menyebabkan bayi menangis dan tangisannya tersebut
> akan
> sangat sulit untuk dihentikan, sehingga kelihatannya si bayi sangat
> kesakitan. 
> 
> Ada dua metode dalam memperlakukan bayi yang mengalami salah pencernaan.
> Pendekatan yang paling alamiah kepada bayi dengan penyakit tidak terlalu
> berat yaitu dengan  menaikkan kepala si bayi untuk membantu menjaga agar
> susu turun. Cara lain adalah  memberikan makanan tambahan untuk bayi
> seperti
> bubur gandum untuk mencegah meningkatnya asam lambung. Untuk penyakit yang
> lebih berat sebaiknya menggunakan resep obat dari dokter untuk menurunkan
> kadar asam lambung pada bayi. 
> 
> Kendali diri 
> Tangisan yang bersumber dari ketidaknyamanan bayi dapat diatasi dengan
> membuatnya nyaman. Pada bulan-bulan awal, pastikan bayi disuapi dan
> dirawat
> dengan sebaik-baiknya. Namun, setelah umur bayi mencapai tiga bulan,
> selain
> kualitas perawatan yang baik, orangtua harus mengajarkan kepada bayi cara
> mengendalikan diri sendiri. Hal ini akan sangat membantu bayi untuk
> menenangkan diri sendiri. Misalnya, bayi yang terbangun sampai beberapa
> kali
> setiap malamnya harus dibuat nyaman sehingga ia bisa kembali tidur.
> Setelah
> bulan ketiga, orang tua harus mangatur waktu bayi tidur. Cara praktisnya
> adalah  sebagai berikut: 
> 
> �  Tenangkan bayi anda dengan memandikan dan menyuapinya. 
> �  Bacakan cerita pada bayi dan letakkan si bayi yang terbangun sambil
> terkantuk-kantuk di tempat 
>    tidur 
> -  Biarkan bayi rewel sebentar, baru kemudian anda masuk dan buat dia
> nyaman. Tapi jangan Anda 
>    angkat dia 
> 
> Bayi akan belajar tidur dengan sendirinya sesuai waktu tidurnya dan
> belajar
> untuk menenangkan diri mereka sendiri. Di lain waktu, ia akan mengurangi
> tangisannya. 
> 
> Mendengarkan dan memberikan respon kepada tangisan bayi, merupakan
> keahlian
> yang akan menjadikan kesempurnaan antara orang tua dan bayi untuk mengenal
> dengan lebih baik. Yang terpenting, katanya, adalah membiarkan bayi Anda
> tahu bahwa Anda selalu ada untuknya. Berikan kesempatan pada bayi untuk
> belajar bagaimana menenangkan dirinya sendiri. (icha/ijal/ummi)
> 
> >> www.jajak.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya <<
> >> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
> >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

>> www.jajak.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya <<
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]















Kirim email ke