Mamanya Farhan,
Sama tuh problemnya sama saya, tapi kalau saya sih biar aja deh selama Bana
mau makan, daripada nggak sama sekali, memang sih ada beberapa tetangga yang
nyaranin untuk jangan dibiasakan seperti itu, tapi bagaimana lagi ??
Jadi kalau menurut saya biar saja deh, asal makanannya tetap kita jaga
kebersihannya, mis. Pakai tutup, dan kalau bisa diluar rumah tapi di satu
tempat, mis. Taman/ bawah pohon, dan bilang sama pengasuhnya jangan terlalu
jauh, yang ada anak kita tambah ireng dong he..he..he..
Memang susah ya Bu' punya anak , tapi nikmati saja lah
Salam
Ibunya Bana
----------
From: MEIRA [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Sunday, November 26, 2000 1:30 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [balita-anda] makan sambil jalan-jalan
Awalnya saya juga menerapkan pada Farhan (17 bulan) untuk makan di
dalam
rumah. Sejak dia mulai bisa duduk, setiap makan saya dudukkan di
kursi
makan bayai (yang tinggi, ada mejanya).
Namun begitu dia bisa berdiri, polahnya jadi nggak karuan kalau
makan di
kursinya itu, maunya berdiri diatas kursinya.
Begitu dia bisa berjalan, tambah parah lagi polahnya, dia sudah bisa
membuka
sendiri 'belt'-nya, lalu berusaha turun dari kursinya yang tinggi
itu.
Karena takut dia terjatuh, akhirnya tidak kursi itu tidak pernah
saya pakai
lagi. Awalnya dia hanya berjalan (matar-mutar) di dalam rumah saja
waktu
diberi makan, tapi lama-kelamaan dia sendiri yang minta keluar,
kalau tidak
diijinkan dia marah dan tidak mau makan, akhirnya saya mengalah
juga,
membiarkan Farhan makan sambil jalan-jalan di luar rumah.
Sekarang saya jadi jarang sekali menyuapi Farhan, selalu pengasuhnya
yang
menyuapi (capek ngikutin dia jalan keliling-keliling).
Sebel juga sih ngeliatanya..tapi musti gimana lagi ? dari pada dia
susah
makan ?
Mamanya Farhan
__
----- Original Message -----
From: "prisca veronica" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, November 22, 2000 11:50
Subject: RE: [balita-anda] makan sambil jalan-jalan
> Mbak kayaknya makan jalan jalan atau di rumah adalah faktor
kebiasaan
> dari kecil.
> tapi saya lebih 'prefer' makan di rumah (di meja makannya), krn
saya
> menanamkan
> pada anak saya utk faktor kedisiplinan. Hal ini sudah saya
tanamkan
> sejak bayi hingga
> sekarang, baik mulai sarapan pagi sampai makan malam dia duduk di
meja
> makannya.
>
> Kalau utk bermain dengan teman sebayanya, dia pun ada waktunya utk
main
> (pagi dan sore).
> Memang saya suka juga perhatikan anak anak lain yang makan sambil
main
> bersama mbaknya,
> kadang kadang mbaknya jadi lupa kalau makanan si anak sudah habis
> tertelan, krn dia asyik ngobrol
> dgn mbak mbak yang lain.
>
> Begitu lho mbak share dr saya.
>
> salam,
> Mama Lolo
>
> -----Original Message-----
> From: Silvi Tirawaty [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Wednesday, November 22, 2000 11:23 AM
> To: Balita Anda
> Subject: [balita-anda] makan sambil jalan-jalan
>
>
> Dear netters
>
> anakku umur 21 bulan kalau makan sama mbanya dibawa keluar sambil
> jalan-jalan. Padahal saya ingin sekali memberi makan langsung
anakku.
> Kalau pagi saya sempetin ngasih makan, tapi karena kebiasaannya
sambil
> jalan-jalan, jadi kalau di rumah lama banget abisnya, jadi saya
akali
> kasih makan sambil bacakan buku, cukup ampuh. Nah yang masalah ini
makan
> sore, karena pada hari kerja praktis pasti sama mbanya dibawa
> jalan-jalan, jadi kalau sabtu dan minggu saya ada di rumah, agak
susah
> juga ngerubahnya. Pernah saya sangat bertekad membuat anak saya
mau
> makan di rumah sama mamanya, meski susah berhasil juga, tapi koq
> keliatannya dia nggak seceria kalau makan sambil jalan-jalan.
Setelah
> saya pikir-pikir dan perhatikan ternyata kalau makan sama mbanya
sambil
> jalan-jalan, dia juga bermain dengan teman sebayanya, lari-lari,
> ketawa-ketawa sambil makan.
> Sekarang saya yang bingung, apakah kebiasaan makan diluar itu
harus
> dihentikan, sementara kesempatan dia bertemu teman-temannya ya
cuma saat
> itu. Lalu apakah saya yang harus memberi makan sambil jalan-jalan.
> Bukannya nggak mau, tapi sering kejadian akhirnya pembantu saya
cuma
> ngobrol sesama pembantu dan saya yang lari-lari ngejar anakku.
> Please share..... apa memang itu yang terbaik demi anak
>
> Mamanya Halia
>
>
> >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340
<<<<
> >> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik,
http://www.indokado.com
> >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Stop berlangganan, e-mail ke:
[EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik,
http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]