Dear temen-temen,
Terlintas dalam benak saya bentuk lingkungan yang baik bagi perkembangan
anak-anak. O iya, sebelum dilanjutkan, saya punya asumsi bahwa anggota
Balita-Anda adalah ortu dari para balita yg memiliki kemampuan untuk memilih
lingkungan untuk anak-anaknya, baik lingkungan rumah maupun sekolah.

Lingkungan pertama adalah lingkungan di kompleks perumahan, dimana level
pendidikan dan ekonomi (status sosial) cukup sepadan. Saya beranggapan di
lingkungan ini umumnya kita, sebagai ortu, dapat 'lebih lega' karena kita
merasa anak-anak kita tumbuh dan berada di lingkungan yg sesuai, sehingga
tidak ada gap antar-teman (mis: komunikasi, tata cara berinteraksi, jenis
mainan, nilai-nilai dalam keluarga dll). Begitu juga dengan lingkungan
sekolah. Jika anak kita dimasukkan ke sekolah yang 'istimewa', dengan latar
belakang keluarga yg relatif sama, mestinya gap juga dapat diperkecil. 

Lingkungan yg kedua adalah lingkungan 'apa adanya', yi bukan di kompleks
perumahan, dimana spektrum kehidupan terasa lebih luas. Ada keluarga dengan
pendidikan yg tinggi, ada juga yg biasa-biasa aja. Ada keluarga yg mampu
banget, ada juga pas-pasan. Ada keluarga yg tertib, ada juga yg ugal-ugalan.
Gitu juga dg lingkungan sekolah yg tidak terlalu istimewa dg rentang
kehidupan sosial yg lebih lebar. Saya berasumsi, biasanya ortu akan lebih
'repot' bila anak-anaknya tumbuh dalam lingkungan yg kayak gini. Repot dalam
arti waswas, takut anaknya ikut-ikutan hal yg gak baik dari lingkungannya,
atau repot nerangin kenapa keluarga anu rumahnya dijagain satpam, sementara
anak keluarga inu enggak bisa sekolah (ekstrim amat ya... contoh yg saya
ambil).

Saya pikir, nilai positif di lingkungan pertama adalah gap yg relatif
sempit, sehingga segalanya lebih 'nyambung' dan lancar. Tapi ada juga sisi
negatifnya, yi anak-anak hanya tahu lingkungan yg terbatas. Rasanya ada
sense yg gak ada di lingkungan spt ini.
Sementara di lingkungan yg kedua, disamping kerepotan memberi pengarahan dan
penjelasan kepada anak, kita dapat mengajarkan kpd anak kita ttg the
kehidupan sesungguhnya, yg enggak melulu berwarna putih, ada yg abu-abu
bahkan hitam. Kita bisa mengasah kepekaan nurani anak-anak di lingkungan
ini, so that they can survive in the real world!

Aniway, dua-duanya punya nilai positif dan negatif. Yg lebih penting adalah
gimana kita ngasih teladan ke anak-anak kita dulu. Tul gak? Gimana pendapat
temen-temen... Mudah-mudahan ada yg mau share ttg apa yg dipikirin sebelum
menentukan lingkungan buat ananda tercinta.


Sekian 'makalah' dari saya, mudah-mudahan enggak ngantuk bacanya, en yg
penting..... sharingnya itu lho.. yg ditunggu.   he..he... :-))


Mamanya Raissa




>> Cake, parcel lebaran & bunga2 Natal? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
















Kirim email ke