Iya pak basuki, ibu sayapun punya 9 anak dan semuanya alhamdullilah
sarjana..dan beliau bilang tidak repot sama sekali, karena sikakak bisa
menjaga si adik..sampai sekarang kami masih rukun, tapi kalo keluarga saya
mah tunji alias setahun hiji (setahun satu)..hi..hi..hi..doyan apa doyan
ya..:), tapi koq aku baru satu udah repot pot pot pot...salam ya dari si KB
alias keluarga besar...

Bundanya Sulthan

-----Original Message-----
From: basuki rahmat [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 24 January 2001 00:59
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [balita-anda] [Fwd: Sukses Mendidik Banyak Anak]




-------- Original Message --------
Subject: Sukses Mendidik Banyak Anak
   Date: Wed, 17 Jan 2001 08:53:10 -0600
   From: Mang Deden <[EMAIL PROTECTED]>
     To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

Bismillahirrahmanirrahim


Assalamu'alaikum
Alhamdulillah, washolatu wassalaamu'ala Rasulillah, wa 'ala alihi, wa
ashabihi wa mantabi'ahum bil ikhsan.

Sukses Mendidik Banyak Anak

Banyak    anak?    Merepotkan.
Padahal mengasyikkan, asal tahu kiatnya.

Anak delapan?  Bukan main.  Di
jaman yang serba sibuk, serba  mahal, dan serba sulit  seperti ini ada
keluarga
yang mau memiliki delapan orang anak, sungguh membuat orang terheran-heran.

Tetangga    baru   di   sebuah
komplek   perumahan,   keluarga  Pak  Ali,  yang  putranya   berjumlah
delapan,
benar-benar  membuat orang terkesima.  Mulai dari si sulung yang duduk di
bangku
kuliah, hingga si bungsu yang berusia empat bulan, semuanya memiliki akhlaq
yang
baik dan menarik.

Dalam     waktu      sebentar,
anak-anak itu menjadi bahan  pembicaraan  tetangga.  Kesopanan  mereka
terhadap
tetangga,  pergaulannya  yang supel dengan  teman-tema  sebaya, dan
kepatuhannya
kepada orang tua benar-benar membuat banyak orang menjadi iri.

Model seperti keluarga Pak Ali
ini tidaklah  banyak.  Jangankan  mendidik delapan anak, satu atau dua anak
saja
sudah kerepotan.  Tapi, tahukah Anda bagaimana pendapat Bu Ali?

"Mendidik  seorang  anak lebih
sulit dari pada mendidik lima anak," begitu komentarnya.  Ah, apa iya, Bu?
"Itu
saya alami  sendiri.  Ketika putra saya baru satu hingga dua orang, sangat
sulit
untuk membentuk  kepribadioan  yang baik kepada mereka.  Tetapi kepada
anak-anak
selanjutnya,  ketiga,  keempat  hingga  kedelapan,  semuanya  menjadi ringan
dan
lancar-lancar saja."

Sebenarnya,    Islam    memang
menganjurkan  ummatnya untuk memperbanyak anak, dengan catatan memenuhi
beberapa
syarat khusus sehingga  keluarga  tersebut tetap bisa sejahtera,  tanpa ada
yang
terzalimi,  baik ayah, ibu maupun  anak-anak itu sendiri.  Rasulullah
bersabda,
"Kawinilah  olehmu  sekalian  wanita  yang  banyak  melahirkan  anak  dan
penuh
kecintaan.  Karena  sesungguhnya  aku ingin  memiliki  banyak ummat  dengan
kamu
sekalian."  (HR Abu Daud, An  Nasa'I & Al  Hakim).  Gambaran  singkatnya
adalah
seperti keluarga Pak Ali.  Nah, Anda mau tahu apa rahasia Bu Ali ?

1.   Sukses   yang    Pertama,
Sukses Berikutnya

Yang   paling   sulit   adalah
mendidik  anak  pertama.  Tetapi  jika  pekerjaan  yang satu ini  sukses,
dapat
dipastikan  akan  mempermudah  sukses  mendidik anak  berikutnya.  Hal ini
mudah
dipahami, karena seorang anak akan selalu belajar dari orang-orang
terdekatnya.
Kakak,  akan  menjadi  panutan  setelah  ibu dan ayah.  Maka jika kakak
berbuat
kebaikan,  tanpa  disuruh adik pun akan  menirunya.  Figur kakak,  bahkan
kerap
menjadi  kebanggaan si adik.  Apalagi jika keduanya kerap bermain bersama.
Anak
yang  telah  memiliki  adik,  pasti  akan  mengembangkan  pribadi  superior
dan
kepemimpinannya   kepada  adik.  Dengan  gayanya  yang  khas,  sang  kakak
akan
mengembangkan   naluri  untuk  mengatur  dan  memerintah  adik.  Sementara
adik
cenderung  mengikuti,  karena mereka sedang melalui  proses belajar  dengan
cara
imitasi.

2.    Tumbuhkan    Kebersamaan
Keluarga

Kebersamaan  keluarga,  adalah
sebuah  kondisi  dimana  ikatan  batin yang  terjalin  antar  anggota
keluarga,
sehingga  timbul  kepedulian  antara  satu dengan  lainya.  Kakak  merasa
turut
bersimpati  ketika  adiknya  menangis.  Adikpun  turut  peduli  ketika
kakaknya
kehilangan barang.

Jika  rasa  kebersamaan  telah
tumbuh  di hati  kakak  beradik,  sangat  mudah  bagi ibu  untuk
mendelegasikan
beberapa tugas ringan kepada kakak.  Tugas  memandikan  adik, misalnya.
Biarkan
mereka  menghabiskan  banyak air dan sabun,  tetapi  satu  tugas ibu telah
bisa
terkurangi.

Atau   tugas-tugas  lain  yang
menggembirakan  keduanya,  seperti menemani adik bermain,  menemani adik
membeli
permen di toko,  mengajari adik naik sepeda roda tiganya, dan masih banyak
lagi.
Libatkan kakak pada proses pengasuhan adik dalam hal-hal yang
menggembirakannya.

Sebaliknya, latih dan biasakan
adik untuk  memberikan  penghargaan  kepada  kakaknya  dalam berbagai hal.
Ajar
mereka untuk selalu  mengucap  terima kasih untuk sekecil apapun  perhatian
yang
diberikan kakak kepadanya.  Juga ketika kakak mengalah kepadanya.

Menumbuhkan  rasa  kebersamaan
antara kakak beradik  memang bukan proses yang  sebentar lagi mudah.  Proses
ini
memerlukan  waktu  cukup  panjang,  bisa jadi hingga  satu atau dua tahun.
Juga
memerlukan  kesabaran dan bimbingan  ekstra dari ibu selama itu pula.  Dan
tentu
saja,   bimbingan  yang  ibu  berikan  harus  benar,  sesuai  dengan
kebutuhan
perkembangan  anak-anak.  Itu  sebabnya  upaya ini  memerlukan  pengetahuan
dan
kesungguhan dari ibu.  Tetapi jika upaya maksimal ibu sudah berhasil
diterapkan
kepada putra pertama ini, sukses tinggal  menunggu  untuk  mendidik
putra-putri
berikutnya.

3.  Jaga Jarak Kelahiran

Menjaga jarak kelahiran antara
kakak dengan adiknya, adalah satu faktor penting yang tak boleh  diabaikan
dalam
proses  mendidik anak.  Dalam  al-Qur'an  sendiri telah tersirat  perintah
untuk
menunda  kehamilan  dengan cara  menyusui  penuh selama dua tahun.  Jika
setelah
penyusuan baru ibu hamil kembali, berarti jarak kelahiran sekurang-kurangnya
dua
tahun  sembilan  bulan, bukan?  Ini adalah jarak minimum  antara kakak
beradik,
yang sesuai pula dengan tahapan perkembangan psikologis seorang anak.

Sebelum    usia   dua   tahun,
umumnya  egosentris seorang anak masih begitu besar.  Mereka belum siap
menerima
kehadiran adik yang mengharuskan  mereka berbagi  kasih-sayang  ibu.  Dalam
usia
dua  setengah  tahun,  barulah  pengertian  mulai  tumbuh dan mereka  mulai
bisa
menerima kenyataan jika harus berbagi dengan adik baru.

Itu sebabnya jika seorang anak
sudah harus menerima kehadiran adik sebelum usia dua setengah tahun, maka
proses
penerimaan  menjadi  lebih sulit  dilakukan.  Akibatnya  akan lebih sulit
untuk
menumbuhkan rasa  kebersamaan.  Setidaknya jika mereka tidak sering
bertengkar,
itu sudah cukup baik.

4.  Ikhlaskan Hati

Repot,   itu   sudah    pasti.
Apalagi ketika masih memiliki satu atau dua putra.  Perjuangan  dan
pengorbanan
ibu sangat dituntut di sini.  Tetapi yang pasti, anak bisa merasakan dengan
baik
suasana hati ibu.  Ketika ibu sedang  jengkel, sedih atau marah, kerap kali
anak
justru menjadi susah diatur.  Itu karena kepekaan hati mereka menangkap
suasana
hati ibunya yang tak enak, dan bahkan terimbas kepada dirinya.

Sebaliknya,   banyak   masalah
bisa diselesaikan jika hati ibu ikhlas.  Berbekal keikhlasan  tersebut, ibu
bisa
tetap tenang  menghadapi  seberapa pun berat kerewelan anak.  Dengan
keikhlasan
pula  ibu  bisa  menjadi  lebih  sabar  menghadapi  mereka.  Dan  ketika
datang
kebahagiaan, ibu bisa menerima dengan rasa syukur yang teramat dalam.

Hal ini pulalah  yang  menjadi
salah satu kunci utama  keberhasilan  generasi  tua  angkatan di atas kita,
yang
rata-rata tak terlalu banyak mengalami masalah dengan jumlah putra-putrinya
yang
banyak.  Lain  dengan  keluarga  di jaman  sekarang,  sulit  untuk  bisa
ikhlas
memiliki anak banyak.  Beratnya  beban  ekonomi,  salah satu  penyebabnya.
Juga
kesibukan  ibu yang  semakin  banyak  memiliki  kesibukan  pribadi.  Begitu
juga
tanggapan negatif  masyarakat  terhadap  keluarga yang berputra banyak,
semuanya
menjadi tantangan tersendiri bagi ibu untuk bisa bersikap ikhlas.



Wassalammu 'alaikum



- -:*'``'*:-.,_,.-:*
Hadi Nugraha
Ph : 0812 239 4052
- -:*'``'*:-.,_,.-:*

**********************************************************************
This e-mail and any attachment contains information which is private
and confidential and is intended for the addressee only.
If you are not an addressee, you are not authorised to read, copy or 
use the e-mail or any attachment.  
If you have received this e-mail in error, please notify the sender 
by return e-mail and then destroy it.
**********************************************************************

>> http://www.indokado.com -> kirim cake & bunga ke 20 kota di Indonesia
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]

















Kirim email ke