Mbak Dini dan Pak Basuki,
Menarik juga ya topik bahasannya (maaf terpaksa di
delete biar hemat BW). Saya tidak menanggapi pendapat
bapak dan ibu, hanya saya ingin sharing pengalaman
saya setelah Dafi (33 bulan) masuk play group.
Dasar saya memasukkan anak ke sekolah karena dia tidak
punya teman di rumah. Tadinya tiap hari dia ikut ke
penitipan anak di kantor, tapi lama-lama balitanya
nggak ada, cuma ada bayi, eh malah dia ngikut
adik-adiknya (cengeng, sering ngompol dan pingin
'nenen' lagi he..he..he..)
Jauh sebelum Dafi sekolah saya udah survey ke beberapa
play group dari yang 'wah' program dan uang sekolahnya
sampai yang cuma ruangan berjubel dengan anak.
Nah disini saya mulai berpikir, apa sih sebenarnya
yang dibutuhkan oleh anak saya, tentu saja isinya
kombinasi dari keinginan anak dan ambisi orang tua
(saya kan inginnya dia lebih dari ortunya). Akhirnya
saya bikin prioritas, anak seperti apa yang saya
inginkan, ternyata anak yang sholeh (kebetulan saya
muslim) menempati urutan pertama, jadi saya tetapkan
sekolah yang muatan agamanya besar, itu point yang
terpenting.
Ya sudah, seleksinya lebih mudah setelah itu
sekolahnya harus dekat dengan kantor saya biar gampang
transport dan pengawasannya. Setelah itu perbandingan
guru dan muridnya seimbang, habis anak saya cukup
heboh, kalau gurunya 1 anaknya banyak ya nggak
terawasi.
Akhirnya saya temukan sebuah sekolah (rumah yang
dibuat sekolah tepatnya) yang cukup seusai dengan
keinginan saya, memang tidak mewah, uang sekolahnya
juga murah, tapi begitu masuk terasa sejuk, gurunya
sangat santun, murid-muridnya ceria dan orang tua
murid juga kelihatan puas. Waktu ditanya apa target
saya menyekolahkan anak disini saya jawab "Agar anak
saya bisa bermain dengan teman sebaya, dan dari awal
dia mengerti cara hidup yang Islami" sama sekali saya
nggak menuntut anak saya bisa baca-tulis, berhitung
dll, kalau ternyata dia bisa ya syukur.
Nah sekarang sudah 1 catur wulan Dafi sekolah (besok
terima rapot) dan saya merasa bangga dan terharu tiap
dia baca doa
Allahummaghfirli Waliwalidayya Warhamhuma kama
Rabbayaani Saghira, Amin, selain doa-doa pendek lain
yang sudah dia hapal dengan baik.
Mudah-mudahan pilihan saya benar (karena jadi orang
tua nggak ada sekolahnya, kita hanya belajar dari
kesalahan orang tua kita, tetangga kita dan diri kita
sendiri, yang repot pilihan kita bisa mempengaruhi
anak kita seumur hidup)dan kalau pun saya salah,
minimal ada anak saya yang akan memintakan ampun atas
kesalahan yang saya lakukan.
Begitu saja sharing saya....
Mamanya Dafi
--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Dini Rahma Shanti wrote:
> > Basuki Rahmat wrote:
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get email at your own domain with Yahoo! Mail.
http://personal.mail.yahoo.com/
>> kirim bunga atawa pesan cake, klik saja, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]