Ma'af menanggapi yg bukan masalah balita,

Utk menghubungi polisi dari HP cukup dial '112', tanpa SIM-Card pun bisa
(credit prepaid zero balance or has no SIM-Card), nomor ini merupakan
international code, jadi bisa digunakan dimana saja di seluruh dunia yg
mempunya jaringan GSM.
Sentral GSM akan me-route-kan panggilan ke kantor polisi terdekat dgn asal
pemanggil.

Moga2 info ini berguna.

tks,
papanya Azthi


----- Original Message -----
From: Hidayati Retnaningtyas <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, April 23, 2001 8:58 AM
Subject: [balita-anda] FW: Polisi Gadungan di depan Lendmark - BNI 46


>
>
> > -----Original Message-----
> > From: afi ratnasari [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent: Friday, April 20, 2001 17:35
> > To: AGUS_MATTEL (E-mail); BEDJO (E-mail); Fauzi (E-mail); IVAN_MARUBENI
> > (E-mail); NIA_OGEL (E-mail); NINONG (E-mail); RATIH (E-mail);
YUDI_KLINGON
> > (E-mail)
> > Subject: FW: Polisi Gadungan di depan Lendmark - BNI 46
> >
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: ferra kusumawati
> > Sent: Jumat, April 20, 2001 5:18
> > To: afi ratnasari; agatha wiranata; ella petronella; erry werdiarti;
> > ferry; ietjien; lingling; lucy; nelly sidabutar; nondang siti chadjar;
> > priska novie d; tian prasetjia
> > Subject: FW: Polisi Gadungan di depan Lendmark - BNI 46
> >
> >
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Lidya [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent: 20 April 2001 14:04
> > To: 'STU-Setyo'; 'SHARP-Irma'; 'Newtimes-Ferra'; 'OTTO-Lie Ie'
> > Subject: FW: Polisi Gadungan di depan Lendmark - BNI 46
> >
> >
> >
> > Rabu malam, pukul 22.05. Halaman Arthaloka Building terasa lengang.
> > Aku keluar gerbang depan, mengemudi  bersama Elwin Ardririanto -PT.
> > Invisia-, hendak pulang dengan mengambil U-turn terowongan Dukuh Atas
> > kearah
> > Sudirman-Semanggi.
> > Jalanan lancar, satu-dua mobil melaju dengan kecepatan sedang.
> > Persis sampai di dalam terowongan, lampu merah menyala.
> > Kami berhenti dibelakang satu mobil yang pas dibawah lampu merah.
> > Lampu hijau menyala, perlahan mobil jalan mulai membelok kanan (menuju
> > depan
> > Landmark); saat itulah terlihat 3-4 "polisi" sedang memberhentikan
> > beberapa
> > mobil. Mereka pakai sepatu panjang, celana coklat dan jaket. Belum
> > sempurna
> > belok, satu diantaranya menunjuk dengan kasar kearah kami, sambil
menyuruh
> > menepi.
> >
> > Dengan sedikit terintimidasi karena telunjuk jarinya seolah mengatakan
> > "bersalah keterlaluan", sementara tidak tahu apa yang salah, kami pun
> > menepi, diantara dua mobil yang sudah di-stop.
> >
> > Kubuka jendela depan, kulihat sang polisi datang, dan formalitas
kuucapkan
> > salam "Selamat malam, Pak!" ...
> > "Kalau lampu merah itu jangan dilanggar" hardik sang "polisi" dengan
> > kasar.
> > "Pak, tadi lampu masih hijau, pak...." jawabku jujur.
> > "Nggak mungkin, dari arah sana hijau ....dst..... pasti lampu udah
merah!"
> > debat sang "polisi"
> > .... Begitulah... terjadi perdebatan, keluar sumpah spontan.... SIM dan
> > STNK
> > diminta ...
> > kemudian si "polisi" berjalan kearah belakang mobil (meninggalkan kami
di
> > bangku kemudi)
> > Saat itulah Elwin bilang "kayaknya polisi gadungan ..deh ..."
> > Elwin keluar mobil ...
> > Khawatir terjadi sesuatu, akupun segera menyusul ...
> > "Bapak dari kesatuan mana Pak ..." tanya Elwin kepada polisi
tinggi-besar
> > yang memegang SIM & STNK tersebut
> > "Selatan ...." pura-pura tak acuh sambil memegang-megang buku resi
> > tilang(?)
> > Temaram lampu jalan membuatku dapat melihat di bawah leher polisi
tersebut
> > menyembul kerah kaos, rasanya dia tidak pakai seragam polisi.
> >
> > Keyakinan bahwa dia polisi gadungan membesar, hingga kami makin berani
> > bersikap tegas ...
> > "Selatan mana pak??? .... Atasan Bapak siapa pak?" ....desak Elwin
> > "Emangnya kenapa???" ...dst ...dst ..., hingga kemudian
> > Suara si "polisi" berubah jadi pelan dan dalam ....
> > "Kalau Bapak sopan, kami pun sopan,,, tak ada masalah tak dapat
> > diselesaikan
> > ....", kayaknya bendera putih mulai dikibarkan.
> >
> > Akhirnya kami dibebaskan ....
> > Begiatu kembali kedalam mobil, aku tanya Elwin, bagaimana tahu dia
> > "polisi"
> > gadungan.
> > Katanya, terlihat sepatunya nampak berbeda.
> > Berbeda dengan Elwin, aku tak punya saudara polisi, jadi tak dapat lah
> > membedakan sepatunya ...
> > Sementara aku sendiri lebih percaya bahwa keyakinan itu lebih di-drive
> > oleh
> > feeling.
> > Tapi sesaat kemudian, kami sama-sama sadar bahwa di lokasi tersebut
tidak
> > terdapat motor atau kendaraan bak terbuka dinas polisi.
> >
> > Didera penasaran, kami pun tak jadi masuk jalan Sudirman, melainkan
> > berbalik
> > di "putaran" pojokan Landmark.
> > Terlihat beberapa mobil terus diberhentikan oleh para "polisi" itu ...
> > Memang, ... tidak ada motor atau mobil polisi ...
> > Yang ada hanyalah Suzuki Jimny, hijau metalik, B 2893 DW terpakir diam
...
> > Didepan terowongan belok kanan ke arah pasar rumput, sambil terpikir,
> > apakah
> > sebaiknya kami laporkan ???
> > Tapi, tak punya kami nomor polisi yang "handy".
> > Jadi akhirnya kami hanya memutari Landmark dan kembali masuk Sudirman
> > Di belakang terlihat, mobil-mobil masih terus diberhentikan ... dan
> > mungkin
> > jadi korban ...
> > Yah, semoga saja mereka memiliki keberanian untuk berlaku tegas ...
> > Tentu bagi yang merasa tidak bersalah ....
> >
> >
>
> >> kirim bunga ke negara2 di Asia? klik, http://www.indokado.com
> >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
>


_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


>> kirim bunga ke negara2 di Asia? klik, http://www.indokado.com  
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke