saya kutipkan pernyataan DR. Rudi sebelumnya :

......"Menurut Prof. Paul Shattock dari Autism Research Center di Inggris,
pada
dialog interaktif di TVRI tanggal 21 Maret 2001, orang-orang di WHO adalah
epidemiologis (yang kerjanya di belakang meja saja) bukannya klinikus (yang
terjun langsung ke lapangan). Jadi mereka tidak tertarik dengan
kasus-per-kasus. Mereka hanya tertarik pada angka-angka statistik, seperti
misalnya apakah angka sebesar itu sudah significant merupakan masalah
masyarakat luas. Beberapa kasus yang terjadi dalam sekian ribu anak mungkin
tidak mempunyai arti bagi mereka, tetapi 1 saja penyandang autisme dalam 1
keluarga akan merupakan ujian yang sangat berat. ........

yang jadi point penting adalah :

"Beberapa kasus yang terjadi dalam sekian ribu anak mungkin
tidak mempunyai arti bagi mereka, tetapi 1 saja penyandang autisme dalam 1
keluarga akan merupakan ujian yang sangat berat."

ada baiknya IDI mempertimbangkan hal ini dan secepatnya mengupayakan vaksin
MMR yang terpisah,

ibunya aulia

At 08:18 PM 6/20/01 -0700, mamanya dafi wrote:
>Mbak Rossy,
>Maaf saya jawab duluan. Setahu saya IDI sudah
>mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada hubungan
>antara vaksin MMR dan Autisme dan vaksin tersebut
>tidak dilarang di Indonesia.
>Terlepas dari diskusi yang sudah berulang kali terjadi
>di milis ini dari mulai 1/2 tahun yang lalu saya kira
>memang orang tua lah yang berhak mengambil keputusan
>bagi anaknya, tentu dengan bekal pengetahuan yang
>cukup dan berimbang.
>
>Mamanya Dafi



>> Rayakan ultah putra/i Anda dengan kue Teletubbies dll! Klik, 
>http://www.indokado.com/kueultah.html
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]





Kirim email ke