Pertama-tama saya turut menyatakan simpati yang sedalam-dalamnya
atas kejadian yang sangat mengecewakan Mbak Ana dan keluarga. Saya bisa
membayangkan betapa sedihnya orang yang sudah lama menantikan anak (6 thn)
dan ketika sudah tiba waktu melahirkan, si jabang bayi malah meninggal
sebelum dilahirkan padahal kehamilan selalu dinyatakan normal sampai bulan
ke sembilan.

Hal yang ganjil yang saya temukan:

1. Terdapat perbedaan hasil pemeriksaan yang sangat mencolok antara dokter
kandungan pertama dan dokter kandungan keluarga. (Aneh???) Dokter pertama
(pada hari Sabtu 06/10/01) menyatakan bahwa jabang bayi dalam keadaan sehat
dan baik-baik sehingga proses induksi rencananya akan dilakukan hari Minggu
(07/10/2001) AKAN TETAPI, hasil pemeriksaan dokter keluarga menyatakan bahwa
jabang bayi sudah meninggal dalam kandungan beberapa hari sebelumnya,
melihat kondisi bayi yang sedemikian itu , dengan batok kepala yang hampir
rusak dan tubuh berwarna keunguan.(baca keterangan Mba Ana). Berarti pada
hari Sabtu saat pemeriksaan sebetulnya jabang bayi tsb sudah meninggal, tapi
mengapa hal ini tidak terdeteksi?????? 

2. Mengapa dokter pertama menyarankan pasien untuk mengeluarkan bayi dari
perutnya dua hari setelah ia nyatakan telah meninggal? Apakah membiarkan
jasad bayi dalam perut ibunya berhari-hari tidak berbahaya? Untung dokter
keluarga segera memutuskan untuk mengeluarkan bayi tsb.

Sebagai orang awam tentu kita jadi kurang kepercayaan thdp dokter pertama
yang bisa dikatakan 'kurang teliti atau gegabah' sekali. Pertanyaan saya
juga, apakah bayi yang terlilit usus tidak bisa terdeteksi sedini mungkin,
sehingga resiko fatal yang dialami bayi bisa dihindari?

Saya turut prihatin atas kejadian ini di rumah sakit ternama; RS. Hermina. 


yang prihatin,
rosalie

-----Original Message-----
From: Personnel [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, October 11, 2001 9:12 AM
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: [balita-anda] Dokter Kandungan di RS Hermina Jatinegara


Tanggal 06/10/2001 jam 17.00 adik saya memeriksakan kandungannya ke RS
Hermina Jatinegara oleh dr. Endjun. Menurut dokter Endjun, kandungan atau si
jabang bayi dalam keadaan sehat dan baik baik saja. Kemudian dokter Endjun
menyarankan untuk dilakukan induksi pada hari minggu
tanggal 07/10/2001, dengan tujuan supaya merangsang bayi cepat keluar.

Hari Minggu tanggal 07/10/2001 adik saya datang ke RS Hermina Jatinegara
untuk melakukan Induksi, sesuai janji. Sebelum di induksi adik saya
diperiksa rekam jantung dan di USG terlebih dahulu, alangkah kagetnya
jantung si bayi sudah tidak ada. Kemudian saya bertanya pada dr. Endjun
mengenai penyebab kematian si jabang bayi, dengan enteng dijawab itu sudah
kehendak Allah dan bisa saja terjadi pada semua manusia yang hidup. Apabila
kita ingin memastikan kematian si bayi, kita harus melakukan otopsi terlebih
dahulu kepada si jabang bayi. Kemudian adik saya diperintahkan pulang dan
kembali lagi hari selasa untuk dikeluarkan si jabang bayi.

Jam 17.00 saya menghubungi dokter kandungan lain (dokter keluarga) yang
kebetulan praktek di RS Evasari Setelah saya hubungi, Dr. A menyuruh saya
datang RS untuk diperiksa keadaan adik saya. Setelah diperiksa rekam jantung
dan di USG, keadaan si bayi sudah meninggal dan penyebab kematian terlibat
tali pusat.

Jam 23.00 Jabang bayi dikeluarkan dari kandungan si ibu dengan kondisi yang
sangat menyedihkan sekali, dimana hampir seluruh bagian tubuh berwarna biru
keungu-unguan dan batok kepala yang hampir hancur. Mungkin anda dapat
bayangkan bagaimana perasaan seorang ibu yang sudah menunggu kelahiran
seorang bayi selam 6 tahun, tetapi begitu lahir bayi sudah meninggal dengan
keadaan
yang sangat menyedihkan.

Saya sebagai orang yang beriman hanya bisa bersabar dan bertawaqal atas
kejadian ini, dan saya percaya  akan takdir, bahwa itu semua adalah kehendak
Allah SWT.

Tetapi yang membuat saya bingung, kenapa seorang dokter yang biasa memeriksa
secara rutin 1x seminggu tidak mengetahui keadaan bayi yang sudah meninggal
selama beberapa hari. dan apa alasan si dokter menyuruh si ibu untuk
mengeluarkan si bayi hari selasa. Saya tidak dapat membayangkan seandainya
si bayi dikeluarkan hari selasa, mungkin semua anggota badan yang ada sudah
putus
semua.

Tulisan ini saya buat tidak lain adalah untuk mengoreksi bahwa perbuatan
yang baru saja terjadi jangan sampai terulang kembali pada orang lain.
Karena kita sebagai konsumen atas pemakai jasa dokter hanya bisa menerima
tanpa bisa menuntut.
Mudah mudahan peristiwa ini tidak terjadi pada orang lain.


Ismayana Ando




























 












































































>> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik,
http://www.indokado.com/
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]








>> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]








Kirim email ke