Maaf OOT, Memang kadang ada orang yang melihat kemiskinan, dia tersentuh sedih, meneteskan air mata, membantu mereka dengan kemampuannya. Ada juga yang melihat kemiskinan, dia bersandar dengan Takdir menunjukan keberhasilan dirinya dan melepas mereka yang sudah ditakdirkan seperti itu. Manusia memang tidak pernah "cukup". Bagaimana saudara kita yang miskin memenuhi kebutuhan Minimalnya untuk sekedar bertahan hidup Ada juga saudara kita yang berusaha memenuhi kebutuhan Maksimalnya untuk menuruti gaya hidup Itulah sifat yang ada pada kita. Apakah kita akan membantu mereka atau kita melepaskan saja mereka sesuai takdirnya.
Salam, Mulyadi ALI BUDIARDJO, NUGROHO, REKSODIPUTRO Counsellors at Law Graha Niaga, 24th Floor Jalan Jenderal Sudirman Kav. 58 Jakarta 12190, Indonesia Telephone : (62-21) 2505125 Telefax : (62-21) 2505001, 2505121, 2505392 E-mail : [EMAIL PROTECTED] _________________________ Important Notice: This e-mail transmission is intended only for the use of the named addressee, and may contain material/information that is private, confidential or legally privileged. Any retransmission, dissemination or other use of, or the taking of any action in reliance upon this material/information by anyone other than the named addressee is prohibited. If it is received in error by anyone other than the named addressee, please immediately notify the sender at the address and telephone/telefax number or e-mail address set forth herein, delete the material/information from any computer and destroy any copies or print-outs that may have been made of this material/information. Thank you. _______________________________ ----- Original Message ----- From: Defnil Napilus <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, May 02, 2002 2:45 PM Subject: RE: [balita-anda] Jadilah Manusia yang penuh Rasa Syukur > Bapak2/Ibu2, > > Ini agak OOT. Saya hanya sedang berandai-andai, sekadar bahan renungan untuk > sampai pada kesimpulan "CUKUP". > > Dengan Rp. 10 ribu perhari, kenyataannya adalah bahwa keluarga ini (Bapak, > Ibu & 2 anak) berpengasilan sekitar Rp 300 ribu perbulan, yang sama sekali > tidak cukup walaupun hanya untuk makan saja. > > 1. Seandainya penghasilannya Rp. 1.5 juta per bulan. Cukupkah ??. Mari kita > lihat ekspektasinya : > > Untuk makan, 4 org x 3 kali x 30 hari x Rp. 2,000 = Rp. 720 rb > Kontrak rumah (sngt sdrhn), listrik, air = Rp. 200 rb > Biaya sekolah anak2 (negeri biasa), transport (umum) = Rp. 150 rb > Cicilan TV/Radio, perabot, sandang dll = Rp. 300 rb > Hari2 & tak terduga = Rp. 300 rb > > Ternyata masih TIDAK CUKUP. Apalagi kalau berharap punya motor dan/atau > punya rumah RSSSS. > > 2. Bagaimana kalau penghasilannya sebesar Rp. 4.5 jt perbulan ??. Cukupkah > ??. Mari kita lihat ekpektasinya : > > Untuk makan, 4 x 3 x 30 x Rp 5,000 = Rp. 1.8 jt > Cicilan rumah (RS), listrik, air, telp = Rp. 750 rb > Cicilan & biaya mobil (th 80-90 an) = Rp. 1.5 jt > Biaya sekolah anak2 (negeri), jajan, transport (umum, bajaj, taksi), jajan = > Rp. 300 rb > Cicilan komputer, TV, stereo, kulkas, rice cooker, kompor, dll = Rp. 500 rb > Sandang & accessories agak bermerek, dll = Rp. 200 rb > Pembantu, hari2, tak terduga, liburan, hiburan = Rp. 500 rb > > Ternyata masih TIDAK CUKUP. > > 3. Bagaimana kalau penghasilannya sebesar Rp. 10 jt perbulan ??. Cukupkah > ??. Mari kita lihat ekspektasinya : > > Untuk makan, 4 x 3 x 30 x Rp 7,000 = 2.5 jt > Cicilan rumah, listrik, air, telp = Rp. 3 jt > Cicilan mobil = Rp. 3.5 jt > Pembantu/baby sitter/supir = Rp. 1.5 jt > Electronics, perabot, dll = Rp. 1 jt > Liburan, hiburan, dll = Rp. 1 jt > > Ternyata juga masih TIDAK CUKUP. > > Ilustrasi diatas bisa hanya sekedar ilustrasi kosong, tapi bisa juga adalah > fakta yang sangat mudah kita temui disekeliling kita, atau malah diri kita > sendiri. > > Beberapa saat yang lalu, demi kebaikan sang anak yang diperlakukan biadab > oleh sang baby sitter, ada seorang Bapak (maaf saya lupa nama beliau), yang > kalau mengalami hal tersebut akan menyuruh sang istri untuk berhenti bekerja > demi sang anak. > > Bapak, saya pribadi sangat sependapat dengan Bapak. Tapi rasanya saya > mungkin tidak berani meminta istri saya untuk berhenti bekerja demi anak, > walaupun dia mau menikah dengan saya tanpa melihat berapa penghasilan saya > ;-) ;-) ;-). > > Sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena saya yakin mungkin > banyak yang tidak berkenan, dan akan sangat berlarut-larut kalau dibahas. > > Wassalam.. Defnil. > > > > -----Original Message----- > From: Dede [mailto:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Thursday, May 02, 2002 11:36 AM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [balita-anda] Jadilah Manusia yang penuh Rasa Syukur > > > > Harian Republika, Rabu, 21 Nopember 2001 > > > > "Manusia Gerobak" > > ================= > > > > Hari masih gelap. > > Matahari belum keluar. > > Satu dua kendaraan melintas. > > Namun derunya tak mengganggu dua bocah kecil. > > Mereka lelap dalam gerobak .... di kawasan Menteng, Jakarta. > > > >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ > >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com > Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] > > > >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/ >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
