Ibu Farah,
Saya sangat prihatin sekali dengan kejadian yang menimpa
Ibu, yakinlah Ibu bahwa si kecil sekarang telah damai
bersama Tuhan,
yang sangat membuat saya marah dan prihatin adalah bahwa
ternyata krisis moral (inresponsibility) juga telah melanda
dokter2 kita (bukan hanya politisi saja), saya setuju
dengan Pak Taufan untuk setidaknya mengangkat masalah ini ke
tingkat yang lebih tinggi, agar (semoga para dokter membaca
tulisan ini) 'hak2 seseorang utk mempertahankan kehidupan'
dihargai sangat tinggi shg mereka mengesampingkan arogansi
(Pak Dokter, kita tdk hidup di jaman Feodal lagi!) dan
memberi waktu pasien/keluarga utk berpikir dulu sebelum
memberi tindakan tertentu,
Ibu Farah,
saya mohon maaf bila tulisan saya menambah duka Ibu,
semoga Ibu tetap tabah!


On Sat, 1 Jun 2002 12:57:11 +0900
 "Taufan Surana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Pertama2,
> 
> Saya sangat ikut berduka cita atas meninggalnya si kecil.
> Semoga Ibu Farah dan dan keluarga diberi kekuatan atas
> kepergian sang buah hati. Yakinlah bahwa si kecil
> akan mendapatkan tempat yg terbaik di sisi-Nya.
> 
> Kembali.... kejadian seperti ini terulang lagi.
> Apakah hal seperti ini akan terjadi terus ?
> 
> Walaupun Ibu Farah sudah ikhlas, apakah tidak sebaiknya
> menempuh jalur hukum utk memastikan siapa yg
> harus bertanggung jawab atas kejadian tsb.
> 
> Selama tidak ada yg memulai, maka hal ini akan terus
> terjadi. Memang, cukup berat juga menempuh jalur
> hukum itu, baik waktu, tenaga dan biaya. Tetapi,
> apakah memang tidak ada sebuah jalanpun utk
> mengatasinya ?
> 
> Kenapa ya.... dokter tsb berani memutuskan utk CT-SCAN
> utk seorang bayi yg baru berumur 11 HARI ??!!
> Apakah dia tidak tahu proses apa yg terjadi dg CT-SCAN
> itu ?
> Apakah sebegitu rendahnya mutu dokter2 kita ?
> 
> Seperti kita ketahui, radiasi dari proses rontgen maupun
> ct-scan akan merusak sel2 tubuh kita. Tubuh kita 'kan
> dibentuk
> dari sel2 tsb.
> Utk radiasi rendah seperti rontgen, sel2 yg rusak itu
> masih mampu
> utk membentuk kembali.
> Bayangkan saja, anak seusia itu di-ct-scan, yg radiasinya
> jauh
> lebih tinggi drpd rontgen. Tentu saja
> sel2 tubuhnya masih SANGAT-SANGAT lemah utk menerima
> radiasi. Apalagi bagian OTAKnya ! Akibatnya, sel2 otak
> tidak saja rusak tetapi hancur dan tidak mampu membentuk
> sel2 yg baru.
> 
> Sedih sekali saya membayangkannya.
> 
> Menurut saya, janganlah Ibu Farah berdiam diri.
> Lakukanlah sesuatu utk menunjukkan rasa protes kita,
> entah itu melalui manajemen rumahsakit ataupun IDI, dsb.
> 
> Tetapi biasanya, kalau email ini dikirimkan ke milis2
> dokter,
> mereka akan diam saja, tanpa ada komentar apapun.
> 
> Taufan
> 
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: tri watie [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Saturday, June 01, 2002 12:12 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [balita-anda] CT SCEN ANAK + Kelanjutan Cerita
> Awal mulanya
> 
> 
> 
>  To Rekan Neters
> Kelanjutan tentang anak kami yg di CT Scen anak kami
> lahir normal
> denganberat badan 4 Kg dan sehat2 saja sewaktu pulang dan
> setelah 2 hari
> dirumah anak kami mencret dan panas akhirnya kami bawa ke
> DSA dan sudah
> dikasih obat tp jika panasnya masih suruh bawa kerumah
> sakit saja krn
> panasnya 38 maka kami memutuskanuntuk kami bawa kerumah
> sakit dan harusdi
> opname setelahd i rawat 2 atau 3 hari di rumah sakit anak
> kami sudah tidak
> mencret kata dokter tinggal kembungnya saja tapi anehnya
> anak kami kok
> menagis terus sepanjang malam dan akhirnya dokternya
> memutuskan untuk di
> rontgen perut dan usg kepala trus di tes mata dan dari
> hasil ketiga tes itu
> di nyatakan baik dan cuma ada sediit kembung dari hasil
> rontgen .Tapi dokter
> tidak puas dengan hasil itu karena kok anak kami dengan
> panas 37,7 malah
> kejang akhirnya suster menyuruh kami CT SCEN tp kami
> belom mau krn dari
> dokter saja tidak menyarankan kami CT SCEN dan akhirnya
> dokter menyarankan
> kami untuk melakukan CT SCEN dan kami sudah!
> !
>  tanya apa anak usia 11 hari kuat untuk di CT SCEN dan
> dokter menyatakan
> tidak ada masalah dg itu semua  akhirnya kami
> menyetujuinya .
> Tapi yang membuat kami terkejut setelah anak kami masuk
> ruang CT SCEN kami
> ortunya dipanggil untuk masuk keruangan dan disitu sudah
> ada DSA dan para
> suster yang kebinggungan karena anak kami sepertinya
> sudah sekarat dan kami
> tanya kenapa anak kami jadi seperti itu dokternya hanya
> bilang ubun ubun
> anak kami mengeras dan daripetugas CT SCEN mengatakan
> belom semua kepala
> masuk ( baru sampai di alis ) anak kami sudah tidak kuat
> dan terjadi hal itu
> .
> akhirnya anak kami di bawa ke ruangan ISO BAYI lagi dan
> dokterpun tanpa rasa
> tanggung jawab meninggalakan anak kami dan selang 30
> menit anak kami
> meninggal dunia .Tanpa tahu apa sebenernya sakit anak
> kami yang berumur 11
> hari itu karena dari fihak dokter tidak pernah memberi
> tahu apa sebenernya
> sakit yang diderita anak kami .
> itulah para neters cerita tentang anak kami , dan kami
> saat ini berada
> disolo dan anak kami di rawat di rumah sakit yg  bagus
> juga di solo tapi
> sayang dokternya begitu gegabah dalam tugasnya .
> Farah
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Do You Yahoo!?
> Yahoo! - Official partner of 2002 FIFA World Cup
> 
> 
> 
> >> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara?
> Klik, http://www.indokado.com/
> >> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
> Stop berlangganan, e-mail ke:
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> 



>> Kirim bunga ke kota2 di Indonesia dan mancanegara? Klik, http://www.indokado.com/
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke