Agar Cabai Tahan Lama
Anda penggemar pedas? Saat tak bisa sering ke pasar
atau harga cabai melonjak tinggi, pengetahuan
pengawetan cabai menjadi perlu.
Shari amat suka pedas. Bukan sekadar pedas, tetapi
makanan yang ekstra pedas. Karena rutin bekerja di
kantor dari pagi hingga petang, ia jarang belanja.
''Paling-paling saya bisa belanja seminggu sekali,''
katanya.
Alhasil, ia terpaksa menimbun bahan masakan di kulkas.
Termasuk cabai, pemuas seleranya dalam jumlah besar.
Sayang sekali, cabai di kulkas untuk waktu lebih dari
tiga hari bisa berair. Bagian cabai yang dasarnya
sudah agak busuk semakin luas busuknya. Kalau
dihitung-hitung, hampir seperempat cabai yang
dibelinya tak bisa bertahan sampai waktu belanja
berikut tiba.
''Sementara kalau ditaruh di luar kulkas cepat kering,
sulit diulek,'' keluhnya.
Untuk urusan dapur yang satu ini, berdasarkan
pengalaman di banyak rumah tangga, orang-orang seperti
Shari tak membutuhkan hal yang muluk-muluk.
Mereka membutuhkan cara praktis dan sederhana untuk
mengawetkan cabai. Pengetahuan ini tak hanya
dibutuhkan untuk orang yang jarang belanja, tetapi
juga di saat harga cabai melonjak tinggi seperti di
penghujung tahun 1990-an.
Seperti halnya sayuran dan buah lainnya, cabai sangat
mudah busuk. Idealnya, tentu, kita bisa mendapatkan
cabai segar tiap harinya. Namun, di kota-kota besar
kini banyak ibu rumah tangga yang belanja tiga hari
atau bahkan seminggu sekali. Bagi mereka tentu
kesegaran bahan masakan menjadi suatu yang istimewa.
Secara tradisional, rumah tangga di Indonesia biasa
mengawetkan cabai. Namun, kini menurut Dr Hardinsyah
MS, seorang ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor
(IPB), ada berbagai pilihan cara pengawetan. ''Ada
lima cara untuk mengawetkan cabai.
Cabai yang diawetkan setidaknya bisa awet sampai
berhari-hari,'' katanya. Kelima cara tersebut adalah
menyimpan cabai segar, cabai dikeringkan utuh,
dikeringkan lalu dijadikan bubuk, cabai digiling, dan
dijadikan saos. Berikut cara-cara pengawetan cabe
tersebut;
Cabai disimpan segar
Cara ini adalah yang termudah sekaligus terpopuler.
Prosedurnya sederhana. Setelah dibersihkan, cabai
dimasukkan ke dalam kantong plastik. Setelah itu baru
dimasukkan ke dalam lemari pendingin.
Kegunaan dari kantong plastik di sini adalah untuk
mencegah bercampurnya aroma dari berbagai makanan di
dalam lemari pendingin yang dapat mengurangi kesegaran
cabai tersebut. Dengan cara ini, kesegaran cabai dapat
terjaga sampai dua hari lamanya.
Cabai dikeringkan utuh
Cara seperti ini biasa dilakukan dengan penjemuran
sederhana. Cabai-cabai dijejerkan dalam wadah dan
dijemur di bawah teriknya sinar matahari. Tujuan utama
cara ini adalah untuk menghilangkan kadar airnya,
sehingga kadar air yang tersisa hanya 6-8 persen. Cabe
dapat bertahan sekitar 3 hari sebelum akhirnya busuk.
Cabai dibuat bubuk
Ada dua tahap pelaksanaan. Pertama, cabai dikeringkan
seperti halnya pada proses pengeringan cabai utuh.
Yakni, dijemur di bawah terik matahari. Tahap
selanjutnya, untuk menghaluskannya, ibu-ibu rumah
tangga biasa menggunakan alat ulekan ataupun alu
tumbuk.
Penjual-penjual cabai bubuk biasa mengemas cabai yang
telah menjadi bubuk ini dalam kemasan plastik atau di
botol-botol kecil sehingga memudahkan konsumen. Batas
keawetan cabai biasanya tertera di kemasan cabai bubuk
tersebut. Cabai bubuk dalam kemasan biasanya dapat
bertahan sampai 2 minggu, tetapi tergantung juga
seberapa zat pengawet yang digunakan.
Cabai giling
Banyak ibu rumah tangga di kota-kota membeli cabai
giling. Banyak penjual di pasar menjual cabai giling
yang merupakan campuran abai yang digiling dengan
garam. Caranya, setelah dibersihkan, cabai lalu
digiling menggunakan mesin giling dengan ditambah
garam. Makin banyak garam yang ditambahkan, makin lama
juga cabai tersebut bertahan dari kebusukan. Hebatnya,
cara seperti ini bisa membuat cabai bertahan selama 5
hari sebelum akhirnya busuk.
Cabai Saus
Cara ini biasa digunakan oleh produsen makanan besar.
Para produsen tersebut menggunakan teknologi mutahir
untuk menghilangkan mikrobiologi dalam proses
pengawetan cabai menjadi saus. Tidak jarang juga
mereka menambahkan bahan pengawet ke dalamnya.
Kesegaran saus botolan tersebut dapat terjamin lama.
Hal ini sesuai tanggal kadaluarsa yang tercantum di
botol-botol kemasannya.
Khawatir kandungan gizinya akan berkurang akibat
diawetkan? Menurut Hardinsyah, sebagian besar cara di
atas tidak banyak mempengaruhi kandungan nilai gizi.
Hanya saja cara pengawetan cabai dengan digiling dapat
membuat kandungan gizi seperti vitamin A, B, dan C
berkurang.
Terlebih setelah digiling, cabai tersebut digoreng
seperti yang biasa dilakukan oleh para ibu rumah
tangga. ''Panas dari proses penggorengan dapat
menghilangkan sampai tiga per empat vitamin A, B, dan
C yang dikandung cabai tersebut,'' kata Hardinsyah.
Dosen dari IPB ini mengingatkan, bila ingin
mengawetkan cabai sebaiknya memperhatikan kesegaran
dan bentuk fisiknya. Caranya, perhatikan keutuhan dan
bagusnya keseluruhan struktur cabai. Bagian-bagiannya
tidak ada yang busuk dan terputus mulai dari tangkai
sampai ujungnya.
Hal yang terpenting, tidak terlihatnya bintik hitam
pada cabai. Sebab, bintik ini bila telah parah akan
berubah menjadi bintik putih. Cara mengecek apakah
cabai bubuk pun cukup mudah. Bila kemasannya plastik,
pastikan bagian cabai satu sama lainnya tidak lengket
dan menggumpal.(From Republika Online)
--- bunga mentari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > Dear all....
> >
>
> Saya mau tanya ya....
> Berhubung di rumah suka dapat cabe rawit dan cabe
> merah dalam jumlah yang
> melebihi keperluan saya, mau tanya gimana sih
> caranya mengawetkan cabe merah
> supaya tahan kira2 sebulan?
>
>
> Makasih...
>
____________________________________________________________________________________
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.
http://farechase.yahoo.com/